AS Lancarkan Serangan ke ISIS di Nigeria, Trump: Operasi Dahsyat dan Mematikan

Trump menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan apa yang ia sebut sebagai terorisme.

Diterbitkan 26 Desember 2025, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan militer AS telah melancarkan serangan terhadap kelompok Negara Islam (ISIS) di wilayah barat laut Nigeria. Trump menyebut operasi tersebut sebagai “serangan dahsyat dan mematikan” yang menargetkan kelompok yang ia labeli sebagai “teroris”.

Dalam pernyataannya, Trump menuding ISIS telah melakukan pembunuhan brutal terhadap warga sipil, termasuk orang-orang Kristen. Ia mengklaim militer AS berhasil melakukan sejumlah “serangan sempurna” dalam operasi tersebut, dikutip dari BBC, Jumat (26/12/2025).

Komando Afrika Amerika Serikat (Africom) kemudian mengonfirmasi bahwa serangan yang dilakukan pada Kamis itu berlangsung di negara bagian Sokoto dan dilaksanakan melalui koordinasi dengan otoritas Nigeria.

Menteri Luar Negeri Nigeria Yusuf Maitama Tuggar menegaskan operasi tersebut merupakan aksi gabungan yang secara khusus menargetkan kelompok teroris, tanpa kaitan dengan agama tertentu. Kepada BBC, Tuggar mengatakan kemungkinan operasi lanjutan masih terbuka, tergantung pada keputusan bersama pimpinan kedua negara.

Trump, melalui unggahan di platform Truth Social, menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan apa yang ia sebut sebagai “terorisme Islam radikal” berkembang. Pada November lalu, ia juga telah memerintahkan militer AS untuk bersiap mengambil langkah terhadap kelompok militan Islam di Nigeria.

Pernyataan Trump itu muncul di tengah narasi yang berkembang di sejumlah kalangan sayap kanan AS mengenai dugaan genosida terhadap umat Kristen di Nigeria. Namun, berbagai kelompok pemantau kekerasan menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan umat Kristen menjadi korban secara tidak proporsional dibandingkan umat Muslim di negara tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut mengonfirmasi kerja sama dengan Nigeria. Dalam unggahan di platform X, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah Nigeria, disertai ucapan selamat Natal.

Sejumlah pejabat Nigeria menekankan bahwa setiap tindakan militer asing harus dilakukan secara bersama dan dengan menghormati kedaulatan negara. Penasihat Presiden Nigeria Bola Tinubu, Daniel Bwala, mengatakan pemerintahnya terbuka terhadap bantuan AS, namun menegaskan Nigeria tetap negara berdaulat. Ia juga menyatakan kelompok jihadis tidak menargetkan agama tertentu dan telah membunuh warga dari berbagai latar belakang kepercayaan.

Presiden Tinubu sebelumnya menegaskan bahwa Nigeria menjunjung tinggi toleransi beragama, seraya menyebut tantangan keamanan di negaranya berdampak lintas agama dan wilayah.

Status Nigeria

Trump sempat menetapkan Nigeria sebagai “Country of Particular Concern” atau Negara yang Menjadi Perhatian Khusus, dengan alasan adanya ancaman terhadap kebebasan beragama.

Status tersebut merupakan kategori Departemen Luar Negeri AS bagi negara-negara yang dinilai melakukan pelanggaran berat terhadap kebebasan beragama. Pemerintah Nigeria menanggapi dengan menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan AS dan komunitas internasional demi melindungi seluruh kelompok agama.

Selama lebih dari satu dekade, Nigeria memang dilanda kekerasan oleh kelompok bersenjata seperti Boko Haram dan ISIS Provinsi Afrika Barat, terutama di wilayah timur laut. Data Armed Conflict Location & Event Data Project (Acled) menunjukkan mayoritas korban kekerasan tersebut justru berasal dari kalangan Muslim.

Selain itu, konflik berkepanjangan juga terjadi di Nigeria tengah, melibatkan bentrokan antara penggembala—yang umumnya Muslim—dan petani—yang banyak beragama Kristen—terkait perebutan lahan dan sumber air. Kekerasan balasan dari kedua pihak telah menewaskan ribuan orang.

Kelompok hak asasi manusia kembali menegaskan tidak ada bukti kuat bahwa umat Kristen menjadi sasaran kekerasan secara khusus atau lebih besar dibandingkan kelompok lain.

Pekan lalu, Amerika Serikat juga mengumumkan telah melancarkan serangan besar terhadap ISIS di Suriah. Komando Pusat AS (Centcom) menyebut lebih dari 70 target di Suriah tengah diserang menggunakan jet tempur, helikopter serang, dan artileri, dengan keterlibatan pesawat dari Yordania.