Liputan6.com, Jakarta - Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui maraton film kartun. Netflix menyediakan beragam pilihan film animasi yang tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga mampu menyentuh hati dan menghadirkan tawa bagi seluruh anggota keluarga. Film-film ini menawarkan cerita yang kaya, visual yang memukau, serta pesan moral yang relevan untuk segala usia.
Dari petualangan fiksi ilmiah yang penuh aksi hingga kisah fantasi musikal yang menyentuh, setiap film dirancang untuk menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan. Berbagai judul ini telah mendapatkan pujian kritis dan beberapa di antaranya bahkan meraih nominasi penghargaan bergengsi, menegaskan kualitasnya sebagai tontonan keluarga yang patut diperhitungkan.
Lantas apa saja rekomendasi film kartun di Netflix yang cocok untuk movie marathon bersama keluarga? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2027), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. The Mitchells vs. the Machines (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154863/original/087852600_1741421742-Rekomendasi_Film_Netflix_Genre_Komedi_yang_Cocok_Ditonton_Bareng_Keluarga5.jpg)
Film animasi komedi fiksi ilmiah "The Mitchells vs. the Machines" merupakan produksi dari Sony Pictures Animation yang didistribusikan oleh Netflix. Disutradarai oleh Mike Rianda dan Jeff Rowe, film ini juga melibatkan Phil Lord dan Christopher Miller, produser di balik karya-karya inovatif seperti "Spider-Man: Into the Spider-Verse" dan "The Lego Movie". Film ini menonjol berkat animasinya yang unik, humor yang cerdas, dan pesan mendalam tentang pentingnya ikatan keluarga di tengah era digital yang serba canggih.
Kualitas film ini diakui secara luas oleh para kritikus, yang banyak menyoroti animasi inovatif, humor, serta tema-tema yang relevan dengan kehidupan modern. "The Mitchells vs. the Machines" bahkan berhasil masuk nominasi untuk kategori Film Animasi Terbaik di ajang Academy Awards ke-94 pada tahun 2022.
Kisah film ini berpusat pada keluarga Mitchell yang disfungsional. Mereka memulai perjalanan darat terakhir sebelum putri sulung, Katie, berangkat kuliah. Namun, rencana tersebut mendadak kacau ketika kiamat robot tiba-tiba terjadi, dipimpin oleh asisten AI yang memberontak. Kini, nasib seluruh umat manusia bergantung pada keluarga Mitchell yang unik ini, termasuk sang ayah yang terobsesi dengan alam, ibu yang optimis, adik laki-laki yang eksentrik, anjing pug yang gemuk, serta dua robot yang rusak, untuk menyelamatkan dunia.
Advertisement
2. Klaus (2019)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5439219/original/065558100_1765352745-MV5BN2ExZjAyMDctYjZhOC00Yzg5LThmZmQtZDY1Yzc0YTE3YTY0XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
"Klaus" adalah film animasi Natal yang disutradarai oleh Sergio Pablos, salah satu sosok di balik kesuksesan "Despicable Me". Film ini memiliki posisi istimewa sebagai produksi animasi orisinal pertama Netflix dan dikenal luas karena gaya animasinya yang khas. "Klaus" berhasil memadukan teknik animasi tradisional 2D dengan pencahayaan volumetrik modern, menciptakan tampilan visual yang kaya dan mendalam, yang dipuji sebagai keajaiban animasi tradisional.
Film ini menyajikan kisah asal-usul Sinterklas yang mengharukan dan penuh kehangatan, menjadikannya pilihan sempurna untuk tontonan keluarga, terutama di musim liburan. Pengakuan atas kualitasnya terlihat dari nominasi Film Animasi Terbaik di Academy Awards ke-92 pada tahun 2020.
Ceritanya mengikuti Jesper, seorang tukang pos manja yang ditempatkan di Smeerensburg, sebuah kota terpencil di Lingkaran Arktik. Ia harus mengirimkan 6.000 surat dalam setahun agar tidak kehilangan warisan keluarganya. Di sana, ia menemukan bahwa penduduk kota tersebut sangat jarang berinteraksi, apalagi berkirim surat. Namun, Jesper kemudian bertemu dengan Klaus, seorang pembuat mainan misterius yang tinggal sendirian di hutan. Bersama-sama, mereka memulai misi untuk membawa kebahagiaan kembali ke Smeerensburg, mengubah tradisi lama dan menciptakan legenda baru yang penuh kebaikan.
3. Over the Moon (2020)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3251750/original/031366700_1601316928-Over_The_Moon_2.jpg)
Film musikal animasi "Over the Moon" disutradarai oleh Glen Keane, seorang animator legendaris Disney yang dikenal atas karyanya pada karakter-karakter ikonik seperti Ariel, Beast, dan Pocahontas. Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Pearl Studio dan Netflix Animation. Terinspirasi oleh mitos Tiongkok tentang Dewi Bulan Chang'e, "Over the Moon" menampilkan visual yang memukau dan lagu-lagu orisinal yang menarik, mengeksplorasi tema-tema kesedihan, penerimaan, dan kekuatan imajinasi.
Film ini adalah debut penyutradaraan Keane dan telah menerima pengakuan atas kualitasnya, termasuk nominasi untuk Film Animasi Terbaik di Academy Awards ke-93 pada tahun 2021.
Kisah "Over the Moon" berpusat pada Fei Fei, seorang gadis muda yang cerdas dan penuh tekad. Ia masih berduka atas kehilangan ibunya dan membangun roket untuk terbang ke bulan, bertujuan membuktikan keberadaan Dewi Bulan legendaris, Chang'e. Dalam perjalanannya, Fei Fei menemukan dunia fantastis yang dihuni makhluk-makhluk ajaib dan harus belajar untuk menerima perubahan serta menemukan kembali kebahagiaan dalam hidupnya.
Advertisement
4. Vivo (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3528117/original/049447500_1627884405-Vivo__8_.jpg)
"Vivo" adalah film musikal animasi yang diproduksi oleh Sony Pictures Animation dan didistribusikan oleh Netflix. Film ini disutradarai oleh Kirk DeMicco dan menampilkan musik orisinal yang ditulis oleh Lin-Manuel Miranda, pencipta musikal terkenal "Hamilton" dan lagu-lagu untuk "Moana". Lin-Manuel Miranda tidak hanya menulis lagu-lagu orisinal untuk film ini tetapi juga mengisi suara karakter utama, Vivo.
Film ini menonjolkan kekayaan budaya Kuba, musik Latin yang energik, serta pesan-pesan universal tentang pentingnya persahabatan, cinta, dan keberanian dalam mengejar impian. Animasi cerah dan musik yang menular menjadi daya tarik utama film ini.
Cerita film ini mengisahkan Vivo, seekor kinkajou (beruang madu) yang sangat mencintai musik dan menghabiskan hari-harinya bermain bersama pemiliknya, Andrés, di Havana, Kuba. Ketika Andrés menerima surat dari cinta lamanya, penyanyi terkenal Marta Sandoval, yang mengundangnya ke konser perpisahannya di Miami, Vivo harus memulai perjalanan berbahaya. Misinya adalah menyampaikan lagu cinta yang telah ditulis Andrés untuk Marta bertahun-tahun yang lalu, sebuah misi yang penuh tantangan dan emosi.
5. Back to the Outback (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272980/original/063089300_1672042041-AAAABVBMi7BdCm5J-oy_AU-pQW5FXv8Q_ULnGvOTy2gl0Gh9IqiAoeP1lFzDB_CFJu5CRhIUyLDWyrHHwIGfFXYUMHSphNUQMup7_8ry.jpg)
"Back to the Outback" adalah film komedi petualangan animasi yang diproduksi oleh Netflix Animation, disutradarai oleh Clare Knight dan Harry Cripps. Film ini menampilkan sekelompok hewan Australia yang dianggap mematikan namun memiliki hati emas, yang berencana melarikan diri dari kebun binatang. Film ini menyampaikan pesan kuat tentang penerimaan diri dan merangkul perbedaan, yang disampaikan melalui karakter-karakter hewan yang menggemaskan.
Animasi film ini secara khusus dipuji karena penggambaran lanskap dan satwa liar Australia yang penuh warna dan detail. Film ini mengeksplorasi tema penerimaan diri, persahabatan, dan pentingnya tidak menilai seseorang atau sesuatu dari penampilan luarnya, dengan latar belakang keindahan alam Australia.
Kisah "Back to the Outback" dimulai ketika sekelompok hewan paling mematikan di Australia, termasuk ular berbisa bernama Maddie, kadal berduri Zoe, laba-laba beracun Frank, dan kalajengking sensitif Nigel, merasa muak dikurung di kebun binatang. Di sana, manusia memandang mereka sebagai monster. Mereka merencanakan pelarian berani dari kebun binatang Sydney menuju Outback, tempat mereka bisa hidup bebas. Namun, pelarian mereka tidak mudah karena mereka dikejar oleh penjaga kebun binatang yang bertekad untuk membawa mereka kembali.
Advertisement
6. Wish Dragon (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3519385/original/090437500_1627051298-WD_dccn050.0216.jpg)
"Wish Dragon" adalah film komedi fantasi animasi yang diproduksi oleh Sony Pictures Animation dan didistribusikan oleh Netflix. Film ini disutradarai oleh Chris Appelhans dan diproduseri oleh aktor laga legendaris Jackie Chan. Film ini menawarkan sentuhan modern pada kisah klasik jin dalam botol, dengan latar belakang budaya Tiongkok yang kaya dan berlatar di Shanghai kontemporer.
Fokus utama film ini adalah pada tema persahabatan, nilai-nilai sejati dalam hidup, dan pentingnya untuk tidak melupakan asal-usul seseorang. Jackie Chan tidak hanya berperan sebagai produser eksekutif, tetapi juga mengisi suara salah satu karakter dalam versi Mandarin.
Sinopsis "Wish Dragon" mengikuti Din, seorang mahasiswa yang penuh tekad dan bermimpi untuk bersatu kembali dengan teman masa kecilnya, Lina, yang kini telah menjadi model sukses. Suatu hari, ia menemukan teko ajaib yang berisi Long, seekor naga harapan yang sinis namun memiliki kekuatan untuk mengabulkan tiga keinginan. Bersama Long, Din memulai petualangan untuk menemukan Lina, tetapi ia segera belajar bahwa hal-hal yang paling berharga dalam hidup tidak dapat dibeli dengan uang atau sihir, melainkan ditemukan dalam ikatan persahabatan dan nilai-nilai yang tulus.
7. A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon (2019)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376289/original/072166200_1759998956-A_Shaun_The_Sheep_Movie_Farmageddon_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
"A Shaun the Sheep Movie: Farmageddon" adalah film komedi fiksi ilmiah stop-motion yang diproduksi oleh Aardman Animations, studio yang dikenal karena gaya animasi stop-motion mereka yang khas dan humor yang universal. Film ini merupakan sekuel dari "Shaun the Sheep Movie" (2015) dan melanjutkan petualangan Shaun serta kawan-kawan dombanya dengan narasi tanpa dialog yang efektif.
Film ini dipuji karena humornya yang cerdas dan animasi stop-motion yang detail, menjadikannya tontonan yang menyenangkan bagi segala usia. Kualitasnya juga diakui melalui nominasi untuk Film Animasi Terbaik di British Academy Film Awards ke-73.
Kisah "Farmageddon" dimulai ketika makhluk asing yang menggemaskan bernama Lu-La mendarat darurat di dekat Mossy Bottom Farm. Shaun the Sheep melihat kesempatan ini sebagai awal dari petualangan luar angkasa. Ia harus membantu Lu-La menemukan jalan pulang sambil menghindari organisasi rahasia yang bertekad untuk menangkap alien tersebut. Bersama kawanan domba, Shaun memulai misi yang penuh kekacauan dan kejenakaan untuk melindungi teman barunya dan mencegah 'Farmageddon'.
Advertisement
8. The Willoughbys (2020)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272971/original/081237800_1672041783-AAAABU3a17aA_fSc3QGPzYnKB0_iH7_iPKCo0ZZ7LO8cSP1XO3SUZM83XVYExRbg_QMTatmZphmdZ9negx2wYK1zEvRig7HH4gOzxkUO.jpg)
"The Willoughbys" adalah film komedi animasi yang diproduksi oleh Netflix Animation, disutradarai oleh Kris Pearn. Film ini merupakan adaptasi dari buku anak-anak karya Lois Lowry dan menonjolkan gaya animasi yang unik dan penuh warna, serta humor gelap yang cerdas. Visual film ini sangat khas, dengan desain karakter yang unik dan palet warna yang cerah.
Film ini menawarkan perspektif yang berbeda tentang keluarga, dengan humor yang cocok untuk anak-anak dan orang dewasa. "The Willoughbys" mengeksplorasi tema keluarga yang disfungsional, pencarian cinta dan penerimaan, serta definisi ulang tentang apa artinya menjadi sebuah keluarga, menyajikan kisah yang menghibur sekaligus bermakna.
Ceritanya berpusat pada empat bersaudara Willoughby—Tim, Jane, dan si kembar Barnaby A serta Barnaby B—yang merasa diabaikan oleh orang tua mereka yang egois dan narsis. Mereka merencanakan untuk mengirim orang tua mereka dalam 'liburan' berbahaya, berharap mereka tidak akan pernah kembali. Dengan orang tua mereka pergi, anak-anak itu harus belajar untuk mengurus diri sendiri dan menemukan arti sebenarnya dari keluarga, dibantu oleh seorang pengasuh yang baik hati dan seekor kucing yang bisa berbicara.
9. Leo (2023)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782540/original/032841000_1782890417-Screenshot_2026-07-01_at_14-11-23_Leo__2023_.jpg)
"Leo" adalah film komedi musikal animasi yang diproduksi oleh Happy Madison Productions dan Netflix Animation. Film ini disutradarai oleh Robert Smigel, Robert Marianetti, dan David Wachtenheim. Adam Sandler tidak hanya mengisi suara karakter utama, Leo, tetapi juga ikut menulis skenario dan memproduseri film ini.
Film ini menonjolkan humor khas Adam Sandler yang dipadukan dengan pesan-pesan menyentuh tentang penuaan, ketakutan akan kematian, dan pentingnya menjalani hidup sepenuhnya. Film ini dipuji karena humornya yang cerdas dan pesan-pesan emosionalnya yang kuat, menjadikannya tontonan yang menghibur dan bermakna bagi seluruh keluarga.
Sinopsis "Leo" mengisahkan seekor kadal berusia 74 tahun bernama Leo, yang telah menjadi hewan peliharaan kelas selama puluhan tahun. Ketika ia mengetahui bahwa ia hanya memiliki satu tahun lagi untuk hidup, ia berencana untuk melarikan diri dari terariumnya dan menjalani sisa hidupnya dengan bebas. Namun, rencananya terganggu ketika ia harus dibawa pulang oleh siswa-siswa yang berbeda setiap akhir pekan, dan ia akhirnya menjadi penasihat bijak bagi anak-anak kelas lima yang cemas.
Advertisement
10. Nimona (2023)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782541/original/036663500_1782890417-Screenshot_2026-07-01_at_14-15-54_Nimona__2023_.jpg)
"Nimona" adalah film petualangan fantasi animasi yang diproduksi oleh Annapurna Pictures dan Netflix Animation, disutradarai oleh Nick Bruno dan Troy Quane. Film ini diadaptasi dari novel grafis populer karya ND Stevenson dan awalnya dibatalkan oleh Disney setelah akuisisi Fox, tetapi kemudian diselamatkan oleh Netflix, yang menerima pujian kritis yang luas.
Film ini menonjolkan gaya animasi yang unik, cerita yang kuat tentang identitas dan penerimaan, serta tema-tema LGBTQ+ yang relevan. "Nimona" dipuji karena animasinya yang dinamis, humornya, dan pesan-pesan yang kuat tentang penerimaan diri dan melawan prasangka. Kualitasnya juga diakui dengan nominasi untuk Film Animasi Terbaik di Academy Awards ke-96 pada tahun 2024.
Kisah "Nimona" berlatar di dunia futuristik abad pertengahan, di mana seorang ksatria bernama Ballister Boldheart dituduh melakukan kejahatan yang tidak ia lakukan. Satu-satunya harapan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah adalah Nimona, seorang remaja pengubah bentuk yang nakal yang mungkin adalah monster yang ia bersumpah untuk hancurkan. Bersama-sama, mereka harus menghadapi kekuatan yang kuat dan mengungkap kebenaran di balik tuduhan tersebut, sambil belajar untuk menerima perbedaan satu sama lain.
11. Wendell & Wild (2022)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199132/original/022014900_1666336243-Untitled__3_.jpg)
"Wendell & Wild" adalah film komedi horor stop-motion yang disutradarai oleh Henry Selick, sutradara terkenal di balik "Coraline" dan "The Nightmare Before Christmas". Film ini merupakan produksi dari Monkeypaw Productions milik Jordan Peele dan Netflix Animation. Henry Selick dikenal sebagai master animasi stop-motion, dan film ini menunjukkan keahliannya dalam menciptakan dunia yang gelap namun memukau.
Film ini menampilkan gaya animasi stop-motion khas Selick, humor gelap, dan cerita yang unik tentang trauma, penebusan, serta kekuatan ikatan keluarga. Jordan Peele dan Keegan-Michael Key tidak hanya mengisi suara karakter utama, Wendell dan Wild, tetapi juga berperan sebagai produser film ini.
Cerita film ini mengikuti Kat Elliot, seorang remaja yatim piatu yang bermasalah dan memiliki kemampuan untuk melihat iblis. Ia dipanggil kembali ke kota asalnya, Rust Bank, di mana ia bertemu dengan Wendell dan Wild, dua iblis bersaudara yang licik. Mereka membuat kesepakatan dengan Kat untuk membangkitkan orang tuanya dari kematian. Namun, kesepakatan itu membawa konsekuensi yang tidak terduga, memaksa Kat untuk menghadapi iblis-iblisnya sendiri serta kekuatan jahat yang mengancam kota.
Advertisement
12. Guillermo del Toro's Pinocchio (2022)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4254751/original/079895100_1670546473-MV5BY2MyMDQwNTItOGZjYi00MzQwLWJhOWMtNWZjMzE1MzI5ZTY1XkEyXkFqcGdeQXVyNjk1Njg5NTA_._V1_.jpg)
"Guillermo del Toro's Pinocchio" adalah film musikal fantasi gelap stop-motion yang disutradarai oleh Guillermo del Toro dan Mark Gustafson. Film ini merupakan adaptasi yang lebih gelap dan dewasa dari kisah klasik "Pinocchio" karya Carlo Collodi, dengan latar belakang Italia Fasis selama Perang Dunia II. Guillermo del Toro memberikan sentuhan unik pada kisah klasik ini, menjadikannya lebih filosofis dan cocok untuk keluarga yang lebih dewasa.
Film ini dipuji secara luas karena animasinya yang luar biasa, penceritaan yang mendalam, dan tema-tema kompleks tentang hidup, mati, serta menjadi manusia. "Guillermo del Toro's Pinocchio" berhasil memenangkan penghargaan Film Animasi Terbaik di Academy Awards ke-95 pada tahun 2023, serta Golden Globe Awards ke-80 dan British Academy Film Awards ke-76.
Kisah film ini berlatar di Italia pada tahun 1930-an, di tengah kebangkitan fasisme. Seorang pemahat kayu bernama Geppetto berduka atas kehilangan putranya. Dalam kesedihannya, ia menciptakan boneka kayu bernama Pinocchio. Ketika Pinocchio secara ajaib hidup, ia harus belajar tentang dunia dan apa artinya menjadi manusia, di bawah bimbingan Geppetto dan Cricket yang bijaksana. Namun, ia juga harus menghadapi bahaya perang dan kekuatan yang ingin memanfaatkannya.
13. My Father's Dragon (2022)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4232243/original/019878000_1668866872-My_Father_s_Dragon_-_2.jpeg)
"My Father's Dragon" adalah film petualangan fantasi animasi yang diproduksi oleh Cartoon Saloon dan Netflix Animation. Film ini disutradarai oleh Nora Twomey, yang dikenal atas karyanya di "The Breadwinner" dan "Song of the Sea". Cartoon Saloon sendiri dikenal karena gaya animasi 2D mereka yang khas dan cerita-cerita yang kaya secara budaya.
Film ini diadaptasi dari novel anak-anak klasik karya Ruth Stiles Gannett dan dipuji karena animasinya yang indah serta penceritaan yang menyentuh. Tema-tema utama yang diangkat meliputi persahabatan, keberanian, dan mengatasi ketakutan. "My Father's Dragon" juga dinominasikan untuk Film Animasi Terbaik di Annie Awards ke-50.
Sinopsis film ini menceritakan Elmer Elevator, seorang anak laki-laki yang berjuang untuk beradaptasi setelah pindah ke kota baru bersama ibunya. Ia kemudian melarikan diri ke Wild Island untuk menyelamatkan seekor bayi naga yang ditawan. Di sana, Elmer bertemu dengan berbagai makhluk aneh dan berbahaya. Ia harus menggunakan kecerdasan dan keberaniannya untuk membebaskan naga tersebut dan membawanya pulang, sambil belajar tentang persahabatan sejati dan menemukan tempatnya di dunia.
Advertisement
14. Arlo the Alligator Boy (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782542/original/040480100_1782890417-Screenshot_2026-07-01_at_14-18-26_Arlo_the_Alligator_Boy__2021_.jpg)
"Arlo the Alligator Boy" adalah film musikal petualangan animasi yang diproduksi oleh Netflix Animation dan disutradarai oleh Ryan Crego. Film ini menampilkan gaya animasi yang cerah dan unik, serta lagu-lagu orisinal yang menarik. Film ini dipuji karena pesan-pesan positifnya tentang penerimaan diri dan inklusivitas.
Film ini mengeksplorasi tema penerimaan diri, menemukan keluarga, dan merayakan perbedaan, menjadikannya tontonan yang ceria dan positif untuk anak-anak. Kesuksesan film ini kemudian dilanjutkan dengan serial animasi berjudul "I Heart Arlo", yang tayang perdana pada 27 Agustus 2021.
Kisah "Arlo the Alligator Boy" berpusat pada Arlo, seorang anak laki-laki setengah manusia setengah buaya yang dibesarkan di rawa-rawa. Ia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya yang terpencil dan melakukan perjalanan ke New York City untuk mencari ayahnya yang telah lama hilang. Dalam perjalanannya, Arlo bertemu dengan sekelompok karakter unik yang menjadi teman-temannya. Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai tantangan dan menemukan arti sebenarnya dari keluarga, tidak hanya dari ikatan darah tetapi juga dari persahabatan yang terjalin.
15. Extinct (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272951/original/022771700_1672039880-AAAABcvMBQAy4cXCRdX8oL7HmewQnEKB4D8IvqCpPwtNhSuWPKA2pTfhvc8Ro8vF67GH8TFHAbaGMb4P-sKc0jP2MzPXg2nFZBfMXPeA.jpg)
"Extinct" adalah film komedi petualangan animasi yang diproduksi oleh China Lion Entertainment dan disutradarai oleh David Silverman, yang dikenal atas karyanya di "The Simpsons Movie". Film ini menampilkan makhluk-makhluk lucu yang disebut Flummels, yang secara tidak sengaja melakukan perjalanan waktu. David Silverman memiliki pengalaman luas dalam animasi, terutama dengan "The Simpsons".
Film ini menawarkan humor yang ringan dan premis menarik tentang perjalanan waktu serta makhluk-makhluk yang menggemaskan. "Extinct" juga menyampaikan pesan penting tentang konservasi dan dampak tindakan manusia terhadap masa depan, disajikan dengan cara yang menghibur dan mudah dicerna.
Sinopsis film ini mengisahkan Op dan Ed, dua makhluk Flummel yang berbulu dan menggemaskan dari Kepulauan Galapagos. Secara tidak sengaja, mereka melakukan perjalanan waktu dari tahun 1835 ke Shanghai modern dan menemukan bahwa spesies mereka telah punah di masa depan. Dengan bantuan seekor anjing pudel yang cerdas bernama Clarance, mereka harus menemukan cara untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Flummels dari kepunahan, sambil menghadapi berbagai bahaya dan petualangan di kota besar.
Pertanyaan Seputar Rekomendasi Film Kartun di Netflix yang Cocok untuk Movie Marathon Bersama Keluarga
1. Apa saja film kartun di Netflix yang cocok ditonton bersama keluarga?
Beberapa film kartun yang cocok untuk ditonton bersama keluarga antara lain Klaus, The Sea Beast, Leo, The Mitchells vs. the Machines, Nimona, Over the Moon, Vivo, Wish Dragon, Back to the Outback, dan The Magician's Elephant. Film-film tersebut menawarkan cerita yang menghibur sekaligus sarat pesan moral.
2. Apakah film kartun di Netflix hanya diperuntukkan bagi anak-anak?
Tidak. Banyak film kartun di Netflix dirancang agar dapat dinikmati oleh semua kalangan. Selain menyajikan animasi yang menarik untuk anak-anak, film-film tersebut juga mengangkat tema persahabatan, keluarga, perjuangan, dan kehidupan yang relevan bagi penonton dewasa.
3. Bagaimana memilih film kartun yang sesuai untuk ditonton bersama keluarga?
Pilih film dengan klasifikasi usia yang sesuai, alur cerita yang ringan, serta mengandung nilai-nilai positif seperti kerja sama, kejujuran, keberanian, dan kasih sayang. Anda juga dapat mempertimbangkan durasi film agar nyaman dinikmati dalam satu sesi movie marathon.
4. Apakah semua film kartun di Netflix memiliki dubbing bahasa Indonesia?
Tidak semuanya. Namun, banyak film animasi populer di Netflix telah menyediakan pilihan dubbing maupun subtitle dalam bahasa Indonesia. Ketersediaan bahasa dapat berbeda tergantung wilayah dan lisensi tayang.
5. Film kartun Netflix apa yang memiliki pesan moral terbaik?
Beberapa film yang dikenal memiliki pesan moral kuat antara lain Klaus tentang kebaikan dan kepedulian, Leo mengenai rasa percaya diri, Nimona tentang penerimaan diri, serta The Mitchells vs. the Machines yang mengangkat pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377063/original/075676400_1760074668-MVMDigitalBanner775x515-b5447af6-e5cf-4997-99f8-e76b7a92fe50.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)