Liputan6.com, Jakarta - Ketan menjadi salah satu bahan pangan yang telah lama digunakan dalam berbagai hidangan Nusantara. Salah satu olahan yang masih mudah ditemukan di sejumlah daerah adalah ketan pencok. Banyak orang kini mencari cara membuat ketan pencok khas pedesaan karena ingin menghadirkan kembali hidangan yang dulu sering disajikan di rumah maupun acara kampung.
Di berbagai daerah, ketan pencok dikenal sebagai makanan yang dibuat dari ketan kukus yang dipadukan dengan kelapa parut berbumbu. Prosesnya tidak rumit sehingga siapa pun dapat mencobanya di rumah. Karena itu, cara membuat ketan pencok khas pedesaan masih sering dicari oleh masyarakat yang ingin menikmati makanan tradisional tanpa harus membeli di pasar.
Melalui panduan berikut, Anda akan menemukan daftar bahan, langkah pembuatan secara berurutan, serta beberapa tips yang dapat membantu menghasilkan ketan pencok dengan tekstur yang pas yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026). Dengan memahami cara membuat ketan pencok khas pedesaan, proses memasak menjadi lebih mudah sekaligus membantu menjaga keberadaan kuliner tradisional Indonesia.
Advertisement
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan ketan
- 500 gram beras ketan putih
- Air secukupnya untuk merendam
- 1 sendok teh garam
- 2 lembar daun pandan
- Air untuk mengukus
Bahan pencok kelapa
- 250 gram kelapa parut setengah tua
- 3 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 5 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit merah (sesuaikan selera)
- 1 ruas kencur
- 1 sendok teh terasi bakar
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh gula merah sisir
- 2 lembar daun jeruk, iris tipis
- 1 sendok makan air asam jawa
- Minyak secukupnya untuk menumis
Advertisement
Cara Membuat Ketan Pencok Khas Pedesaan
1. Rendam beras ketan
Cuci beras ketan hingga air bilasan tampak bersih. Rendam selama 3 hingga 4 jam. Setelah itu, tiriskan hingga air tidak lagi menetes.
2. Kukus ketan tahap pertama
Panaskan kukusan hingga air mendidih. Masukkan daun pandan ke dalam kukusan, lalu kukus ketan selama sekitar 30 menit.
3. Siram ketan dengan air garam
Campurkan garam dengan sekitar 200 ml air panas. Angkat ketan dari kukusan, lalu siram sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga air meresap.
4. Kukus kembali hingga matang
Masukkan kembali ketan ke dalam kukusan. Kukus sekitar 30 menit sampai ketan matang dan setiap butirnya mengembang.
5. Haluskan bumbu pencok
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kencur, terasi bakar, garam, dan gula merah menggunakan cobek atau ulekan.
6. Tumis bumbu
Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu halus hingga matang. Tambahkan daun jeruk dan air asam jawa. Aduk sampai bumbu tercampur.
7. Masukkan kelapa parut
Tambahkan kelapa parut ke dalam tumisan bumbu. Aduk perlahan hingga seluruh bagian kelapa terkena bumbu. Masak beberapa menit sambil terus diaduk agar tidak gosong.
8. Campurkan dengan ketan
Masukkan ketan yang telah matang ke dalam wadah besar. Tambahkan kelapa berbumbu sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok kayu hingga seluruh permukaan ketan terbalut rata.
9. Sajikan
Ketan pencok dapat langsung disajikan saat masih hangat. Hidangan ini juga dapat disimpan beberapa jam dalam wadah tertutup sebelum dinikmati bersama keluarga.
Tips untuk Membuat Ketan Pencok
Selain mengikuti langkah pembuatan, ada beberapa hal yang dapat membantu agar ketan pencok memiliki tekstur yang pas dan bumbu tercampur merata. Berikut beberapa tips yang dapat langsung diterapkan saat memasak.
- Gunakan kelapa setengah tua: Kelapa setengah tua memiliki kadar air yang pas sehingga mudah tercampur dengan bumbu. Hasil akhirnya tidak membuat ketan terlalu basah maupun terlalu kering.
- Siram air garam secara bertahap: Tuangkan air garam sedikit demi sedikit sambil mengaduk ketan. Cara ini membantu seluruh bagian ketan menyerap air secara merata tanpa meninggalkan bagian yang masih keras.
- Haluskan bumbu dengan ulekan: Mengulek bumbu menghasilkan tekstur yang tidak terlalu halus sehingga bumbu lebih mudah menempel pada kelapa parut dan menyebar saat dicampurkan ke dalam ketan.
- Masak kelapa dengan api kecil: Gunakan api kecil saat mengaduk kelapa bersama bumbu. Cara ini membantu kelapa matang merata tanpa cepat mengering atau berubah rasa.
- Campurkan bumbu saat ketan masih hangat: Ketan yang masih hangat lebih mudah menyerap bumbu kelapa. Proses pencampuran juga menjadi lebih ringan sehingga bumbu dapat melapisi seluruh permukaan ketan.
- Iris daun jeruk setipis mungkin: Irisan daun jeruk yang tipis lebih mudah tercampur ke dalam kelapa dan tidak mengganggu saat dimakan, sementara aromanya tetap menyebar ke seluruh hidangan.
- Gunakan kukusan dengan uap stabil: Pastikan air dalam kukusan cukup selama proses memasak. Uap yang stabil membantu ketan matang merata sehingga teksturnya tidak berbeda pada setiap bagian.
- Aduk ketan menggunakan sendok kayu: Sendok kayu membantu mengaduk ketan tanpa merusak bentuk butirannya. Hasilnya, ketan tetap utuh meski dicampur bersama kelapa berbumbu.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Ketan PencokÂ
1. Apa itu ketan pencok?
Ketan pencok adalah makanan tradisional yang dibuat dari ketan kukus dan kelapa parut berbumbu. Hidangan ini dikenal di beberapa daerah sebagai sajian rumahan maupun hidangan pada acara keluarga dan kegiatan masyarakat.
2. Berapa lama beras ketan harus direndam?
Beras ketan umumnya direndam selama 3 hingga 4 jam. Waktu tersebut membantu butiran ketan menyerap air sehingga proses pengukusan menjadi lebih merata dan hasil akhirnya tidak keras.
3. Apakah ketan pencok harus menggunakan kelapa setengah tua?
Ya. Kelapa setengah tua lebih sering digunakan karena teksturnya tidak terlalu basah. Kelapa jenis ini juga lebih mudah menyerap bumbu dan tetap menyatu dengan ketan setelah diaduk.
4. Bisakah ketan pencok dibuat tanpa terasi?
Bisa. Terasi dapat dihilangkan jika tidak sesuai selera. Rasa bumbu tetap dapat diperoleh dari bawang, cabai, kencur, daun jeruk, dan air asam jawa yang dicampurkan ke dalam kelapa parut.
5. Bagaimana cara menyimpan ketan pencok agar tidak cepat berubah?
Simpan ketan pencok dalam wadah yang tertutup setelah suhu makanan turun. Jika tidak langsung dikonsumsi, simpan di lemari pendingin dan panaskan kembali dengan cara dikukus agar teksturnya kembali mendekati saat baru dimasak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782320/original/057013400_1782882995-Ketan_Pecok_di_Piring_Rotan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5149701/original/024425400_1741004122-Daun_Kenikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782525/original/046051600_1782889983-Gemini_Generated_Image_usvsieusvsieusvs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782304/original/030007700_1782882520-b2255c46-71c8-45b8-b151-1bdb4ab0730f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782428/original/046492500_1782885885-8659352987712501280.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782472/original/039891300_1782888400-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712361/original/068075700_1782793852-4viTjET1ecwx9iZIOMRWQorhDncjTOrcooa9HusQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776903/original/028354500_1782875609-cropped-1344eae4-b61a-488a-b220-0548592c0afb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497945/original/047199000_1770694895-SnapInsta.to_631503240_18331250002268751_2206264404711371510_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776329/original/072475900_1782874925-cropped-c9e489fa-aa5e-42cb-acdf-f8c03013db63.jpg)