Resep Kue Papais Pisang yang Dibungkus Daun Pisang, Tekstur Lembut dan Kenyal

Resep kue papais pisang yang dibungkus daun pisang khas Sunda, menghasilkan kue kukus yang lembut, harum, gurih, dan mudah dibuat di rumah.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep kue papais pisang yang dibungkus daun pisang menghadirkan camilan tradisional khas Sunda dengan tekstur lembut serta perpaduan rasa manis dan gurih. Kue kukus ini kerap dinikmati sebagai teman minum teh dan tetap digemari hingga kini.

Papais Pisang mudah dikenali dari bungkus daun pisangnya yang menghasilkan aroma khas setelah dikukus. Meski sekilas mirip nagasari, kue ini memiliki cita rasa yang lebih gurih dengan isian pisang yang lembut dan manis alami.

Artikel Liputan6.com, Rabu (1/7/2026), ini akan membahas resep kue papais pisang yang dibungkus daun pisang. Papais Pisang dikenal sebagai jajanan tradisional yang praktis dibuat menggunakan bahan sederhana. Hasil akhirnya tetap empuk, harum, dan lezat, sehingga cocok disajikan sebagai camilan keluarga maupun hidangan saat acara tertentu.

Mengenal Lebih Jauh Ciri Khas Papais Pisang

Meski sama-sama dibungkus daun pisang, Papais Pisang memiliki karakteristik yang membedakannya dari nagasari. Nagasari umumnya berasal dari Jawa, sedangkan papais adalah khas Sunda. Perbedaan ini tidak hanya pada asal daerah, melainkan juga pada aroma, tekstur, dan terutama rasa.

Kue papais cenderung memiliki rasa gurih asin yang khas, kontras dengan nagasari yang umumnya manis. Ini menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari camilan dengan kompleksitas rasa yang lebih kaya. Fleksibilitas isian ini memungkinkan variasi, namun pisang tetap menjadi pilihan utama yang paling disukai.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

Kue Papais Pisang (atau sering dikenal juga sebagai Nagasari di beberapa daerah) adalah jajanan tradisional khas Sunda yang punya tekstur lembut, kenyal, dan rasa manis-gurih yang pas. Dibungkus daun pisang, aromanya menjadi sangat khas dan menggugah selera. Berikut adalah resep praktis dan anti gagal untuk membuat Papais Pisang yang lembut tahan lama.

Bahan Utama:

  • 200 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka/sagu (supaya teksturnya kenyal lembut, tidak keras)
  • 800 ml santan (dari 1 butir kelapa, atau 2 bungkus santan instan @64ml + air)
  • 150 gram gula pasir (sesuaikan kemanisan sesuai selera)
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 2 lembar daun pandan (simpulkan)

Bahan Isian & Pembungkus:

  • 1 sisir pisang raja atau pisang tanduk (potong-potong serong atau sesuai selera)
  • Daun pisang secukupnya (jemur sebentar atau lewatkan di atas api biar layu dan tidak mudah robek)

Cara Membuat Papais Pisang

  1. Memasak Adonan Tepung:
    • Campur tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, garam, dan vanili bubuk ke dalam panci.
    • Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan whisk agar tidak ada tepung yang menggumpal. Masukkan daun pandan.
    • Masak di atas api sedang sambil terus diaduk. Ingat, harus diaduk terus agar bagian bawahnya tidak gosong.
    • Masak hingga adonan mengental, kalis, dan teksturnya berubah menjadi bubur yang halus. Matikan api.
  2. Proses Membungkus:
    • Ambil selembar daun pisang yang sudah bersih dan layu.
    • Ambil sekitar 1–2 sendok makan adonan bubur tepung tadi, letakkan di atas daun.
    • Beri 1 potongan pisang di bagian tengahnya, lalu tutup lagi dengan sedikit adonan tepung hingga pisang tersembunyi.
    • Lipat daun pisang membungkus adonan (lipat sisi kanan-kiri ke tengah, lalu lipat kedua ujungnya ke bawah).
  3. Mengukus Kue:
    • Panaskan kukusan hingga airnya mendidih dan mengeluarkan banyak uap.
    • Tata papais pisang di dalam kukusan secara rapi.
    • Kukus selama 25–30 menit di atas api sedang hingga matang merata dan daun pisang berubah warna menjadi hijau tua kecokelatan.
    • Angkat dan biarkan dingin terlebih dahulu.

Tips Kue Papais Pisang yang Dibungkus Daun Pisang

Beberapa tips yang dijamin bikin Papais Pisang buatanmu punya tekstur super lembut, aroma lebih wangi, dan tampilannya cantik rapi mirip buatan pasar tradisional legendaris:

1. Trik Daun Pisang Anti Robek & Mengkilap

  • Gunakan Daun Pisang Batu atau Kepok: Dua jenis daun ini adalah yang terbaik untuk membungkus kue karena tidak mudah robek dan memberikan warna hijau yang cantik setelah dikukus.
  • Lenturkan Daun: Selain dijemur atau dipanaskan di atas kompor, kamu bisa merendam daun pisang di air mendidih selama 1 menit lalu langsung dilap kering. Daun akan jadi sangat lemas dan mudah dilipat.
  • Olesan Minyak Tipis: Olesi bagian dalam daun pisang dengan sedikit minyak kelapa atau minyak sayur sebelum diberi adonan. Ini trik rahasia agar adonan tidak lengket sama sekali di daun saat kue dikupas setelah matang.

2. Rahasia Rasa Gurih yang "Rich" (Kaya)

  • Santan Peras Asli vs Instan: Jika menggunakan santan instan, tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa ke dalam adonan saat dimasak. Ini akan meniru kelembutan dan minyak alami dari santan peras asli yang bikin kue terasa lebih gurih dan creamy.
  • Jangan Pelit Garam: Kue tradisional manis selalu butuh penyeimbang gurih. Pastikan garam terasa sedikit gurih di adonan mentah, karena rasanya akan sedikit berkurang/tersamarkan setelah kue matang dikukus.

3. Teknik Memasak Adonan Tepung (Sumsum)

  • Matikan Api Tepat Waktu: Saat memasak adonan tepung di panci, matikan api tepat ketika adonan sudah mulai mengental dan memadat (set), tidak perlu menunggu sampai meletup-letup keras. Jika terlalu lama dimasak di panci, adonan akan kehilangan kadar air, menjadi terlalu kaku, dan susah dibentuk saat dibungkus.
  • Bungkus Selagi Hangat: Segera bungkus adonan begitu selesai dimasak. Jika dibiarkan dingin di dalam panci, adonan akan mengeras dan permukaannya menjadi tidak mulus saat dibungkus.

4. Mengatasi Pisang yang Sepat atau Kurang Manis

  • Trik Kukus Pisang Dulu: Jika kamu ragu dengan tingkat kematangan pisang (takut kesat atau asam), kukus atau rebus pisang utuh (bersama kulitnya) selama 5-10 menit sebelum dikupas dan dipotong. Proses ini akan memicu keluarnya gula alami pisang, membuatnya lebih manis, empuk, dan bebas rasa sepat.

5. Daya Tahan & Cara Penyimpanan

  • Keringkan Sisa Uap Air: Setelah kue matang diangkat dari kukusan, segera lap sisa air yang menggenang di atas bungkusan daun, lalu angin-anginkan dengan cara didirikan atau dijajar (jangan ditumpuk saat panas). Uap air yang terperangkap di dalam daun bisa membuat kue cepat basi/berlendir dalam waktu kurang dari 24 jam.
  • Penyimpanan: Di suhu ruang, papais bisa bertahan 1-2 hari. Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke wadah tertutup dan simpan di kulkas (bisa tahan 4-5 hari). Cukup kukus kembali selama 10 menit sebelum disajikan agar teksturnya kembali lembut dan lentur.

Pertanyaan Seputar Kue Papais Pisang yang Dibungkus Daun Pisang

Apa itu Kue Papais Pisang?

Kue Papais Pisang adalah kue kukus tradisional khas Sunda yang dibungkus daun pisang, dikenal dengan perpaduan rasa gurih dan manisnya.

Apa bedanya Papais Pisang dengan Nagasari?

Papais Pisang dan nagasari memiliki perbedaan pada aroma, tekstur, dan rasa. Papais Pisang cenderung memiliki rasa gurih asin, sedangkan nagasari umumnya manis. Nagasari berasal dari Jawa, sementara papais dari Sunda.

Pisang jenis apa yang cocok untuk Papais Pisang?

Beberapa jenis pisang yang cocok antara lain pisang uli, kepok, tanduk, nangka, ambon, raja, emas, atau lumut. Disarankan menggunakan pisang yang sudah sangat matang untuk rasa manis optimal.

Berapa lama waktu pengukusan Papais Pisang?

Waktu pengukusan Papais Pisang berkisar antara 20 hingga 30 menit, tergantung pada ukuran kue.