Ketahuan dari Citra Satelit, Israel Gali Terowongan Dekat Masjid Al-Aqsa

Sejumlah pihak menilai langkah itu melanggar hukum internasional serta perjanjian “status quo” yang berlaku.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 14:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yerusalem - Otoritas Israel melakukan penggalian terowongan di sekitar Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Hal ini memicu kekhawatiran terkait keamanan situs suci sekaligus dugaan adanya agenda politik di balik proyek tersebut.

Hal ini terungkap dari citra satelit terbaru serta analisis para ahli, seperti dilaporkan Anadolu, dikutip dari laman Middleeastmonitor, Rabu (1/10/2025).

Terowongan kontroversial itu terekam pada Senin, 29 September, dan diklaim sebagai bagian dari proyek arkeologi. Namun, banyak pihak menilai aktivitas tersebut bertujuan memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem.

Para pengkritik juga menilai langkah itu melanggar hukum internasional serta perjanjian “status quo” yang berlaku.

Salah satu proyek terbaru adalah peresmian terowongan "Jalan Ziarah" oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Proyek serupa kian gencar dilakukan, bersamaan dengan meningkatnya kunjungan pejabat Israel ke kompleks masjid, di tengah eskalasi konflik di Gaza.

Tindakan provokatif dari sejumlah tokoh politik Israel juga menambah ketegangan. Seorang anggota parlemen sayap kanan sempat mengibarkan bendera Israel di dalam Al-Aqsa, sementara seorang menteri menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut.

Langkah-langkah itu menimbulkan kecurigaan bahwa penggalian bisa merusak masjid, baik secara langsung maupun melalui dampak struktural.

Sebelumnya, Pemerintah Palestina melalui Kegubernuran Yerusalem menuding Israel sengaja menghancurkan peninggalan Islam dalam penggalian tersebut.

Pernyataan resmi yang dirilis Agustus lalu menyebut video bocor memperlihatkan penggalian ilegal oleh pasukan Israel di bawah kompleks Al-Aqsa. Artefak dari periode Umayyah diduga menjadi korban penghancuran, yang dianggap sebagai bukti penting kepemilikan sah umat Islam atas situs suci itu.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Di sisi lain, umat Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, yang diyakini pernah menjadi lokasi dua kuil Yahudi pada masa lampau.

Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berdiri, diduduki Israel sejak Perang Arab–Israel 1967. Pada 1980, Israel mencaplok seluruh kota Yerusalem, meski langkah itu tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.