Kisah Ayah di China Gendong Anaknya yang Difabel ke Sekolah 12 Tahun, Kini Lulus dengan Nilai Tertinggi

Kisah ini segera menuai reaksi kagum dari para pengguna media sosial.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah kisah inspiratif datang dari barat daya China, tepatnya di Provinsi Yunnan.

Seorang ayah yang bekerja sebagai petani sayur telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh negeri setelah kisah pengorbanannya demi sang anak yang difabel tersebar luas.

Selama 12 tahun terakhir, pria ini—yang identitasnya tidak diungkapkan dalam laporan media—telah menggendong putranya, Chuan Zhuyu, ke sekolah setiap hari tanpa henti. Chuan menderita kelainan neuromuskular langka, congenital myasthenia, yang membuatnya tidak dapat menggunakan kakinya. Namun, kondisi itu tak menghalangi semangatnya untuk belajar maupun cinta sang ayah yang luar biasa besar.

Tahun ini, perjuangan mereka membuahkan hasil manis. Chuan meraih skor 624 dari 750 dalam ujian masuk universitas nasional Tiongkok yang sangat kompetitif, gaokao. Ia menjadi siswa dengan nilai tertinggi di bidang sains di sekolah menengahnya.

"Anak saya senang dengan hasilnya, dan saya juga puas," ujar sang ayah dengan nada sederhana namun penuh rasa syukur, seperti mengutip SCMP, Rabu (9/7/2025).

Keseharian mereka bukan hal mudah.

Menurut guru Chuan, Li Qiuyan, sang ayah bangun pagi-pagi buta untuk bekerja di pasar sebelum kembali ke rumah, lalu menggendong putranya ke sekolah sebelum pukul 8 pagi. Hal ini dilakukan empat kali sehari—mengantar pagi, menjemput untuk makan siang, mengantar kembali ke sekolah, dan kembali lagi menjemput saat pulang.

"Dia tidak pernah meminta bantuan orang lain dan selalu menggendong anaknya sendiri hingga ke dalam kelas," kata Li. "Semua guru dan murid di sekolah sangat menghormatinya."

Siap Antar Anaknya Lanjutkan Pendidikan

Chuan sendiri dikenal sebagai siswa yang disukai teman-temannya dan bercita-cita menjadi ahli komputer. Ia berencana mengambil jurusan ilmu komputer di universitas nanti, meskipun belum memutuskan di mana akan melanjutkan pendidikan.

Apa pun universitas yang akan dipilih, sang ayah sudah memastikan satu hal: "Ke mana pun dia pergi untuk belajar, saya akan ikut. Selama dia belajar, saya akan mendampinginya."

Cerita mereka telah memicu reaksi emosional dari banyak warganet di China.

"Saya salut kepada ayah hebat dan anak yang rajin ini!" tulis salah satu komentar di media sosial.