Tokyo Siap Memanjakan Wisman

Pemerintah Kota Tokyo mendirikan pusat informasi demi memanjakan para turis asing yang ingin mengetahui objek-objek wisata yang menarik. Pamflet-pamflet berbagai bahasa juga dibikin.

Diterbitkan 19 Agustus 2003, 08:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tokyo: Pesona alam dan budaya Jepang menjadikan Negeri Sakura sebagai satu di antara tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Sayangnya, para turis asing mengaku sulit memperoleh informasi di objek wisata yang mereka kunjungi lantaran kendala bahasa.

Lantaran itulah, baru-baru ini, Pemerintah Kota Tokyo membuat suatu terobosan agar para turis merasa nyaman. Mereka membuat pusat informasi yang didukung para staf yang mampu berbahasa Inggris. Termasuk membikin pamflet-pamflet dalam bahasa asing lainnya, seperti Cina, Korea, dan Spanyol. Disediakan pula sejumlah komputer yang berisi berbagai informasi seputar objek wisata yang berguna bagi para wisatawan.

Mereka juga menyediakan sejumlah penginapan tradisional yang disebut ryokan. Ini diperuntukkan bagi turis yang tak ingin tinggal di hotel atau berniat merasakan suasana dan budaya Jepang lebih dekat. Di penginapan ini, para tamu tidur di futon atau alas tidur khas Jepang di atas lantai beralaskan tikar tatami. Ryokan juga menyediakan paket upacara minum teh tradisional yang konon di masa lampau hanya dilakukan oleh keluarga bangsawan.

Nuansa Negeri Samurai masa silam juga dapat diperoleh dengan mengunjungi Asakusa. Tempat ini terkenal berkat kuil tua Sensoji yang telah berusia lebih dari 1.300 tahun. Dari Asakusa, para turis dapat naik perahu menyusuri Sungai Shumida yang indah.

Lebih afdol lagi, bila mencicipi makanan sushi. Di tepian Sungai Shumida memang banyak restoran Kaiten Sushi yang menyediakan beragam jenis hidangan sushi lengkap dengan sambal wasabi. Di akhir perjalanan, para wisatawan dapat mengunjungi pusat perbelanjaan Roppongi. Namun, bagi mereka yang hendak membeli buah tangan disarankan mengunjungi Toko Satu Harga. Dalam toko ini, setiap barang dijual dengan harga yang sama, yakni 100 yen.(ANS/Pin)