Guru di China Tuai Pujian Usai Ubah Siswa Pemalu Jadi Lebih Berani dan Mudah Bergaul

Seorang guru sekolah dasar Luoyang, China, punya cara tersendiri agar muridnya yang pemalu jadi lebih berani dalam bersosialisasi.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah momen sederhana di sebuah kelas sekolah dasar di China berhasil menyentuh hati jutaan orang. Aksi seorang guru yang dengan sengaja "mencurangi" undian kelas demi membantu seorang siswa pemalu mendapatkan kepercayaan diri, menjadi viral dan menuai banyak pujian di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di sebuah sekolah dasar di Luoyang, Provinsi Henan, pada pertengahan Mei lalu, dikutip dari laman Oddity Central, Selasa (2/6/2025).

Dalam sebuah video yang telah ditonton lebih dari 6,3 juta kali dan dibagikan sejuta kali di satu platform video pendek, tampak seorang guru yang tak disebutkan namanya menggunakan pendekatan kreatif untuk membangun kepercayaan diri muridnya.

Kala itu, sang guru meminta dua murid mewakili kelas untuk mengikuti undian guna menentukan apakah mereka boleh bermain di luar atau harus melanjutkan pelajaran. Aturannya sederhana: jika undian yang diambil kosong, maka kelas boleh bermain di luar ruangan.

Namun, yang menarik bukanlah aturannya, melainkan siapa yang diminta ikut serta. Guru tersebut sengaja memanggil seorang anak laki-laki pendiam yang duduk di sudut kelas — siswa yang dikenal sebagai anak paling pemalu di kelasnya.

Awalnya, anak itu tampak canggung dan bingung. Ia sempat terdiam, sebelum perlahan berdiri dan berjalan menuju podium, didorong semangat teman-temannya. Wajahnya menunjukkan rasa gugup, tapi dorongan positif dari teman-teman sekelas perlahan membuatnya lebih percaya diri.

Saat ia mengambil kertas undian — yang sudah dipastikan kosong oleh sang guru — kelas pun bersorak riang. Mereka tahu, itu berarti mereka bisa bermain di luar. Tapi lebih dari itu, mereka menyadari siapa yang telah membawa kabar gembira itu. Beberapa siswa langsung berlari memeluk si anak pemalu, yang akhirnya membuka mulutnya dan tersenyum lebar — sebuah momen langka yang menunjukkan betapa berharganya rasa diterima.

 

Biar Anak Lebih Terlibat Satu Sama Lain

Sang guru, yang dikenal di media sosial dengan nama samaran wojiaojiaolaila, menjelaskan bahwa ia memang sengaja menciptakan momen tersebut untuk membantu anak itu merasa lebih terlibat dan dihargai di lingkungan kelas.

“Dia anak paling tertutup di kelas saya. Saya ingin memberinya kesempatan untuk merasa penting,” tulis sang guru di media sosial. “Mereka masih anak-anak. Tidak apa-apa jika sesekali tidak belajar. Hidup ini punya banyak keindahan yang layak dinikmati, seperti bunga di musim semi atau bulan di malam hari.”

Video ini juga diunggah oleh media pemerintah People’s Daily, dan langsung mendapat reaksi positif dari warganet.

“Terima kasih, Guru. Inilah makna sebenarnya dari pendidikan,” tulis salah satu komentar yang paling banyak disukai.

Aksi kecil namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal pelajaran di buku, tapi juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membuat anak merasa bahwa mereka berarti.