Jakarta Salip Washington DC dan Abu Dhabi sebagai Kota Global

Jakarta berhasil meningkatkan peringkat sebagai kota global melampaui Washington DC dan Abu Dhabi.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jakarta naik peringkat ke-53 kota global, lampaui Washington DC dan Abu Dhabi.
  • Capaian ini bukti langkah Pemprov DKI perkuat daya saing global Jakarta.
  • Kenaikan berkat upaya Pemprov bangun Jakarta kota global sesuai UU No. 2/2024.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta naik peringkat sebagai kota global, menempati posisi ke-53 dari 100 kota dunia, melampaui Washington DC dan Abu Dhabi.

Pramono menyatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat daya saing global mulai menunjukkan hasil.

“Dua atau tiga minggu yang lalu, dilakukan survei oleh lembaga internasional yang berpusat di Brussels, kota-kota ibu kota dunia dari 100 kota dunia, Jakarta ranking 53,” kata Pramono dalam acara Jakarta Creative Festival di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Ia bercerita bahwa saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Februari 2025, indeks Jakarta sebagai kota global berada diangka nomor 74. Posisi Jakarta sempat naik ke peringkat 71 dalam 10 bulan pemerintahannya.

Menurut Pramono, capaian itu menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar dunia. Jakarta disebut juga mengungguli Washington D.C dan Abu Dhabi.

“Jakarta lebih bagus dari Washington D.C. Yang penting itulah. Lebih bagus juga dari Abu Dhabi dan sebagainya,” ucapnya.

 

Penyebab Kenaikan Peringkat

Pramono mengatakan kenaikan peringkat Jakarta itu tidak terlepas dari upaya Pemprov DKI membangun Jakarta sebagai kota global, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Ia menegaskan, Jakarta memiliki posisi yang berbeda dibandingkan kota lain di Indonesia, karena menyandang status sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian nasional.

“Jakarta adalah etalase. Dan inilah yang harus dijaga bersama-sama sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional,” kata Pramono.

Oleh karena itu, saat ini Pemprov DKI Jakarta terus menyiapkan berbagai terobosan agar ibu kota mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia. Ia menambahkan, berbagai kebijakan yang dijalankan Pemprov DKI saat ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat internasional.

“Maka untuk itu, langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mempunyai daya saing global dengan kota-kota dunia, itulah yang kami lakukan sekarang ini,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6