Sukses

Tabrakan Kereta Penumpang dan Kargo di Kroasia Tewaskan 3 Orang, Korban Dikhawatirkan Bertambah

Liputan6.com, Zagreb - Tabrakan kereta terjadi di Kroasia dan menewaskan sejumlah orang.

"Sebuah kereta penumpang dan sebuah kereta kargo bertabrakan pada Jumat 9 September malam di Kroasia tengah, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sedikitnya 11 orang lainnya," kata pihak berwenang seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (11/9/2022). 

Polisi dalam pernyataannya mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 21.30 dekat Kota Novska, dekat perbatasan Bosnia.

"Dampaknya besar," kata Perdana Menteri Andrej Plenkovic, yang bergegas ke tempat kejadian dengan para pejabat pemerintah lainnya.

Plenkovic mengonfirmasi bahwa sejauh ini tiga jenazah ditemukan di tempat kejadian, tapi ia mengatakan mungkin akan ada lebih banyak korban.

Dia menambahkan para korban cedera telah dirawat di rumah sakit. Sebagian dari mereka mengalami cedera serius, tapi tidak ada yang mengalami kondisi yang membahayakan nyawa mereka.

Penyebab tabrakan itu belum segera diketahui.

Kecelakaan Kereta Api Terjadi di Jerman, 5 Orang Tewas

Sementara itu, belum lama ini pekerja darurat menemukan jasad lain di bawah puing-puing kereta api yang tergelincir di Jerman selatan pada Jumat (3 Juni), sehingga jumlah total kematian menjadi lima, kata polisi pada Sabtu.

44 orang lainnya terluka dalam insiden kecelakaan kereta itu, tweet polisi setempat, dengan beberapa menderita luka serius.

Setelah beberapa kali gagal, derek pada hari Sabtu berhasil mengangkat setidaknya satu gerbong kereta yang terguling keluar rel. Politisi regional dan nasional mengunjungi situs tersebut dan mengungkapkan keterkejutannya. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (5/6/2022). 

Petugas masih menyelidiki penyebab ambruknya rel tersebut. Kereta baru saja meninggalkan resor pegunungan populer Garmisch-Partenkirchen menuju ibu kota negara bagian Bavaria, Munich, ketika kecelakaan itu terjadi di distrik Burgrain.

Kecelakaan itu terjadi tepat setelah tengah hari pada hari Jumat saat liburan sekolah dimulai di dua wilayah selatan Jerman Baden-Wuerttemberg dan Bavaria.

Polisi mengatakan kereta regional itu "sangat ramai" dengan sekitar 140 orang di dalamnya karena tiket transportasi umum bulanan baru senilai sembilan euro (US$10) yang berlaku di seluruh Jerman juga meningkatkan permintaan.

Menteri Transportasi Federal Volker Wissing mengunjungi lokasi kecelakaan pada hari Sabtu, mengatakan dia "sangat tersentuh" ​​untuk melihat tingkat kerusakan yang "dramatis".

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Tragedi Gaisal, 2 Kereta India di Satu Jalur Tabrakan Tewaskan 287 Orang

Salah satu kecelakaan kereta paling mematikan tercatat 2 Agustus 1999. Kemudian dikenal sebagai tragedi Gaisal.  

Saat itu, mengutip pratidintime, dua kereta yang membawa 2.500 orang bertabrakan di stasiun terpencil Gaisal, 310 mil dari Kota Guwahati di Assam. Kecelakaan itu terjadi pada kecepatan tinggi sehingga kereta benar-benar terpental saat tabrakan dan menewaskan sedikitnya 290 orang.

Kecelakaan kereta api India itu terjadi sekitar pukul 1.30 pagi pada 2 Agustus, ketika Avadh Assam Express dari New Delhi berhenti di stasiun.

Brahmaputra Mail dari Dibrugarh, yang dipadati tentara dan polisi keamanan menuju wilayah perbatasan dengan kecepatan sangat tinggi, melalui kesalahan sinyal, dipindahkan ke jalur yang sama dengan kereta ekspres Avadh Assam Express.

Tidak ada yang memperhatikan kesalahan di kedua kereta api itu, baik di kantor sinyal dan stasiun, sampai kereta Brahmaputra Mail menabrak bagian depan Avadh Assam Express.

India Today mengatakan lebih dari 300 orang tewas dan 600 lebih lainnya terluka. Namun pihak berwenang akhirnya mengonfirmasi jumlah korban tewas 287 orang.

Sisanya, para penumpang hanya tercengang melihat tragedi tersebut.

Dengan mata berkaca-kaca, Om Prakash Bhagat, salah satu penumpang, mencari istri dan anaknya. "Mereka pasti ada di sini, kenapa aku bisa selamat?" tanyanya terputus-putus sambil mengintip ke dalam bogie kereta.

Jasad-jasad korban kecelakaan kereta api yang telah ditemukan diletakkan berbaris di sisi rel. Beberapa tanpa anggota badan, yang lain terpotong menjadi dua. Semuanya diangkut menuju kamar mayat di North Bengal Medical College dekat Siliguri untuk diberi nomor, dan menunggu untuk diklaim.

Tetapi banyak orang mati harus berbaring di bawah terik matahari siang untuk sementara waktu. Menyelamatkan yang terluka adalah yang utama.

Selengkapnya di sini...

3 dari 4 halaman

Kecelakaan Kereta Api di Guizhou China Tewaskan Pengemudi, 8 Penumpang Terluka

Seorang pengemudi kereta api berkecepatan tinggi tewas dan beberapa penumpang terluka setelah sebuah kereta tergelincir di provinsi Guizhou, China barat daya pada Sabtu (4 Juni), media pemerintah melaporkan.

Kereta, yang sedang dalam perjalanan ke provinsi Guangdong, tergelincir setelah menabrak puing-puing yang jatuh ke rel di dekat terowongan, lapor penyiar resmi CCTV.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu (5/6/2022), rekaman video yang diterbitkan oleh beberapa outlet China menunjukkan kerusakan parah pada mobil pengemudi, yang hancur akibat benturan sementara sisa kereta sebagian besar tetap utuh.

Seorang kondektur kereta api dan tujuh penumpang terluka dan dikirim ke rumah sakit, kata CCTV, menambahkan bahwa "nyawa mereka tidak dalam bahaya".

"Sopir kereta sayangnya meninggal," kata CCTV.

Rekaman di media China menunjukkan penumpang dan anak-anak yang kebingungan berteriak di salah satu gerbong kereta setelah kecelakaan itu, dengan makanan dan barang-barang berserakan di lantai gerbong yang dinyatakan tidak rusak.

"Ya ampun, apa yang terjadi?" seorang pria terdengar berkata dalam bahasa Inggris dalam rekaman itu.

CCTV mengatakan semua penumpang telah dievakuasi dari kereta, dan bahwa "penyelidikan sedang berlangsung mengenai penyebab kecelakaan".

4 dari 4 halaman

2 Kereta Penumpang di Tunisia Tabrakan, 95 Orang Terluka

Kecelakaan kereta juga pernah terjadi di Tunisia. Tabrakan antara dua kereta penumpang melukai 95 orang pada Senin 20 Maret 2022 pagi di selatan ibu kota Tunisia, kata layanan darurat.

"Yang terluka dibawa ke rumah sakit dan tidak ada korban jiwa," kata juru bicara pertahanan sipil Moez Triaa kepada AFP yang dikutip Selasa (22/3/2022).

Moez Triaa menambahkan bahwa hanya satu kereta yang membawa penumpang.

"Sebagian besar yang terluka menderita patah tulang dan memar, tidak ada yang mengancam jiwa," imbuh Moez Triaa.

Banyak yang mengelami syok, tambahnya, dengan mengatakan sekitar 15 ambulans telah dikirim untuk merawat korban terluka atau membawa mereka ke rumah sakit.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.