Dua Jet Tempur AS Bertabrakan di Idaho, Empat Awak Selamat

Kedua pesawat jenis EA-18G Growler itu berasal dari Skuadron Serangan Elektronik 129.

Diterbitkan 18 Mei 2026, 09:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Dua jet tempur milik United States Navy bertabrakan saat melakukan demonstrasi udara di Mountain Home Air Force Base pada Minggu. Seluruh awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat sebelum kedua jet jatuh dan meledak.

Kedua pesawat jenis EA-18G Growler itu berasal dari Skuadron Serangan Elektronik 129 yang berbasis di Pulau Whidbey, Washington. Insiden terjadi saat pertunjukan udara Gunfighter Skies berlangsung di pangkalan militer sekitar 80 kilometer selatan Boise, Idaho.

Juru bicara Armada Pasifik Angkatan Laut AS, Komandan Amelia Umayam, mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihak pangkalan menyebut keempat awak berada dalam kondisi stabil dan tidak ada korban lain yang dilaporkan.

“Semua orang selamat dan itu yang paling penting,” kata Direktur Pemasaran Silver Wings of Idaho, Kim Sykes, yang turut membantu penyelenggaraan acara, dikutip dari AP News, Senin (18/5/2026).

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kedua jet tampak bersentuhan di udara sebelum berputar dan jatuh bersama. Empat parasut terlihat mengembang saat awak pesawat melontarkan diri beberapa detik sebelum pesawat menghantam tanah dan memicu ledakan besar. 

Saksi mata Shane Ogden mengatakan dirinya sedang merekam aksi kedua pesawat ketika tabrakan terjadi.

“Saya pikir mereka akan saling menjauh, tetapi kemudian tabrakan terjadi dan saya terus merekam sisanya,” ujarnya.

EA-18G Growler merupakan varian pesawat tempur F/A-18 Super Hornet yang dilengkapi sistem peperangan elektronik canggih.

Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home langsung ditutup setelah insiden terjadi dan seluruh sisa rangkaian pertunjukan udara dibatalkan.

Badan Cuaca Nasional AS melaporkan kondisi cuaca saat kejadian cukup baik dengan jarak pandang jelas dan hembusan angin mencapai 47 kilometer per jam.

 

Respons Pakar Keselamatan

Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti menilai keberhasilan seluruh awak melontarkan diri merupakan hal yang luar biasa dalam kecelakaan tabrakan udara.

“Biasanya awak tidak memiliki kesempatan untuk keluar dalam tabrakan di udara,” katanya. Ia menduga insiden tersebut lebih disebabkan kesalahan pilot ketimbang gangguan mekanis.

Ahli penerbangan sekaligus CEO Safety Operating Systems, John Cox, mengatakan penerbangan pertunjukan udara memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi dengan margin kesalahan yang sangat kecil.

Acara Gunfighter Skies tahun ini menjadi pertunjukan udara pertama di pangkalan tersebut sejak 2018, setelah sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan dalam acara serupa.

Menurut Dewan Internasional Pertunjukan Udara, industri pertunjukan udara di Amerika Serikat terus berupaya meningkatkan standar keselamatan. Sejak 2017, rata-rata angka kematian dalam pertunjukan udara menurun menjadi sekitar 1,1 korban per tahun. 

Presiden dan CEO Dewan Internasional Pertunjukan Udara, John Cudahy, mengatakan belum ada penonton yang tewas dalam pertunjukan udara di AS sejak 1952.

Penyelidikan atas insiden ini akan dipimpin Angkatan Laut AS. Karena melibatkan pesawat militer, informasi hasil investigasi diperkirakan tidak akan dipublikasikan secara rinci seperti kecelakaan penerbangan sipil.