Warga Sebut Pengemudi Harley Sempat Berdiri di Atas Motor Sebelum Tabrak Bocah di Toraja Utara

Harley yang tetap melaju kencang saat pengemudinya terjatuh menabrak bocah yang tengah berdiri di tepi jalan.

OlehFauzan
Diterbitkan 02 Mei 2026, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut yang melibatkan rombongan motor gede (moge) jenis Harley-Davidson di Jalan Poros Rantepao–Palopo, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (30/4/2026) sore,menyisakan duka mendalam. Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Julfian meninggal dunia usai ditabrak moge yang hilang kendali.

Di tengah proses penyelidikan, beredar video dan keterangan warga yang menyebut salah satu pengendara moge sempat melakukan aksi berdiri di atas motor sebelum akhirnya terjatuh. Motor yang dikendarainya kemudian melaju tanpa kendali hingga menabrak korban.

"Itu yang naik motor Harley berdiri di atas motor, sebagian memvideo. Nah habis itu jatuh di situ, lalu motornya lari sendiri ke sini dan tabrak itu anak-anak," ujar seorang warga dalam video yang diterima Liputan6.com.

 

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Muhammad Nasrum Sujana, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi telah memeriksa pengendara moge berinisial RDN bersama sejumlah saksi dan rekaman video yang beredar di media sosial.

Menurut Nasrum, berdasarkan pengakuan pengendara, saat kejadian ia hanya melambaikan tangan kepada warga di pinggir jalan sebelum kehilangan konsentrasi dan terjatuh.

"Kalau pengakuannya itu dia melambaikan tangan. Bukan freestyle. Barangkali hilang konsentrasi," kata Nasrum saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).

Ia mengakui terdapat banyak versi keterangan dari masyarakat terkait insiden tersebut. Bahkan, polisi juga mendalami informasi soal dugaan adanya aktivitas merekam video atau bermain telepon genggam saat rombongan moge melintas.

"Kemarin itu kan banyak cerita, katanya memvideo. Menurut masyarakat begitu," ujarnya.

Nasrum menjelaskan rombongan moge tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 kendaraan. Mereka disebut baru melakukan perjalanan dari Palopo menuju Rantepao. Sementara pengendara yang terlibat kecelakaan berada di posisi paling belakang rombongan atau bertugas sebagai sweeper.

"Ini pengendara di belakang, sweeper ceritanya," ungkapnya.

Hingga kini, pengendara beserta kendaraannya masih diamankan di kantor polisi untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga masih mencari saksi tambahan dan rekaman CCTV demi memastikan kronologi kejadian secara utuh.

"Kalau potensinya tersangka, iya berpotensi. Tapi ini masih tahap penyelidikan. Kami masih panggil saksi-saksi dan mendalami video yang beredar," jelas Nasrum.

Ia juga mengeluhkan minimnya warga yang bersedia memberikan keterangan secara langsung kepada polisi, meski banyak video dan foto kejadian beredar di media sosial.

"Saksi juga biasa itu, di video berani memfoto. Tapi pas ditanya langsung bilang tidak tahu," keluhnya.

 

Kronologi Kecelakaan Maut

Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor gede (moge) jenis Harley Davidson terjadi di Jalan Poros Rantepao-Palopo, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita lalu. Seorang anak laki-laki bernama Julfian (10) meninggal dunia usai tertabrak motor tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi saat rombongan pengendara Harley Davidson bergerak dari arah Kota Palopo menuju Rantepao di Toraja Utara. Salah seorang pengendara yang berada paling belakang rombongan diduga tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat melintas di jalan lurus.

Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Muhammad Nasrum Sujana menjelaskan pengendara Harley Davidson itu terjatuh dari kendaraannya, sementara motor terus melaju hingga menabrak bocah yang berada di tepi jalan yang takjub melihat rombongan moge tersebut.

"Awalnya rombongan sepeda motor Harley Davidson bergerak dari arah Palopo ke Rantepao. Salah seorang pengendara yang berada paling belakang rombongan tiba-tiba hilang keseimbangan dan jatuh dari atas motornya ke arah kiri badan jalan," kata Iptu Muhammad Nasrum Sujana kepada Liputan6.com, Sabtu (2/5/2026).

Motor yang sudah tidak terkendali itu disebut tetap melaju sekitar 40 meter sebelum akhirnya menghantam korban yang sedang berada di pinggir jalan. Akibat benturan tersebut, korban terjatuh ke area persawahan di sisi kiri jalan bersama sepeda motor yang juga ikut terlempar ke sawah.

"Kendaraannya tetap berjalan ke depan sejauh kurang lebih 40 meter kemudian menabrak seorang anak laki-laki atas nama Julfian yang berada di bahu jalan sebelah kiri, sehingga korban terjatuh di persawahan," ujarnya.

Usai kejadian, warga bersama personel Polsek Tondon langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Nanggala untuk penanganan awal. Karena keterbatasan fasilitas medis, korban kemudian dirujuk ke RS Elim Rantepao.

Namun nyawa korban tidak tertolong. Julfian dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 Wita setelah mendapatkan penanganan medis.

Polisi kini telah mengamankan pengendara moge beserta barang bukti kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Toraja Utara.

"Perkara ini telah ditangani oleh Satlantas Polres Toraja Utara dengan mengamankan pengendara sepeda motor dan barang bukti untuk proses lebih lanjut. Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi," tutupnya.