Liputan6.com, Moskow - Rusia bersikukuh tidak memiliki rencana untuk menyerang Ukraina dan kepala intelijen asing Sergei Naryshkin telah mengutuk penyebar "kebohongan berbahaya" itu. Ia mengatakan info palsu ini disebarkan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.
Namun ancaman tersebut ditanggapi serius karena Rusia pernah menginvasi Ukraina pada 2014 dan merebut wilayahnya, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa (15/2/2022).
Advertisement
Sekjen NATO memperingatkan risiko konflik sangat nyata. AS mengatakan bahwa invasi Rusia bisa terjadi kapan saja, tetapi tidak tahu apakah Presiden Vladimir Putin telah memutuskannya. Banyak pemerintah Barat telah meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina dan beberapa negara telah mulai menarik pengamat dari organisasi keamanan Eropa OSCE.
Perwira tinggi militer di pemerintahan Presiden Biden, Jenderal Mark Milley, telah memperingatkan skala pasukan Rusia akan menyebabkan sejumlah besar korban dan pertempuran di daerah perkotaan dan ini bisa mengerikan. Presiden Ukraina telah mengimbau Barat untuk tidak menyebarkan "kepanikan".
Prancis yakin tujuan utama Putin adalah mendapatkan kesepakatan keamanan yang lebih baik dan kanselir Jerman sedang menuju ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin. Putin telah mengancam "langkah-langkah teknis militer", ia sebut itu adalah pendekatan agresif Barat yang terus berlanjut.
Diperkirakan 100.000 tentara Rusia telah dikerahkan di dekat perbatasan Ukraina dan 30.000 lainnya dilaporkan terlibat dalam latihan di Belarus, dekat dengan perbatasan 1.084km (674 mil) dengan Ukraina.
Wakil menteri luar negeri Rusia baru-baru ini membandingkan situasi saat ini dengan krisis rudal Kuba tahun 1962, ketika AS dan Uni Soviet mendekati konflik nuklir.
Â
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Mengapa Rusia Mengancam Ukraina?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3911969/original/023635000_1642915093-20220123-Tentara-Cadangan-Ukraina-3.jpg)
Rusia telah lama menolak langkah Ukraina menuju institusi Eropa, baik NATO maupun Uni Eropa. Tuntutan intinya sekarang adalah agar Barat menjamin Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, aliansi pertahanan dari 30 negara.
Ukraina berbatasan dengan Uni Eropa dan Rusia, tetapi sebagai bekas republik Soviet, Ukraina memiliki ikatan sosial dan budaya yang mendalam dengan Rusia, dan bahasa Rusia digunakan secara luas di sana.
Ketika Ukraina menggulingkan presiden pro-Rusia mereka pada awal 2014, Rusia mencaplok semenanjung Krimea selatan Ukraina dan mendukung separatis yang merebut sebagian besar wilayah timur Ukraina.
Pemberontak telah memerangi militer Ukraina, dalam konflik yang telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.
Advertisement
Sejarah Konflik Ukraina Vs Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932538/original/097775600_1644740586-20220213-Tentara-AS-Polandia-4.jpg)
Lokasi Ukraina memang berbatasan langsung dengan Rusia. Jika ditarik hingga ratusan tahun lalu, Ukraina memang pernah dikuasai Kekaisaran Rusia.
Ukraina juga berada di kekuasaan Rusia di masa keemasan Catherine yang Agung, kemudian Ukraina menjadi bagian dari Uni Soviet, hingga Soviet runtuh.
Rusia tampaknya masih belum rela melepas Ukraina. Itu tercermin dari intervensi secara politik yang dilakukan Rusia. Dan kini akhirnya muncul ancaman invasi.Â
Berikut rangkuman sejarah konflik Ukraina-Rusia, seperti dijelaskan NPR yang dikutip Selasa (15/2/2022):
1989: Menuju Akhir Soviet
Keruntuhan Uni Soviet memicu gelombang negara-negara yang ingin berdaulat, termasuk rakyat di Ukraina. Pada Januari 1990, lebih dari 400 ribu orang bergandengan tangan untuk membuat rantai manusia dari kota Ivano-Frankivsk menuju Kyiv.
Mereka mengibarkan bendera biru dan kuning yang dilarang pemerintahan Soviet.
1991: Kemerdekaan
Pada 24 Agustus 1991, parlemen Ukraina berdeklarasi merdeka dari Uni Soviet. Tanggal itu merupakan hari kemerdekaan Ukraina.
Di akhir 1991, Uni Soviet Bubar. Beberapa tahun setelahnya, Ukrina memperkuat aliansinya dengan NATO.
Presiden Leonid Kuchma terpilih menjadi presiden pada 1994, dan ia membangun Ukraina sebagai negara kapitalis, berbeda dari Soviet dengan aliran ekonomi sosialis.
Racun dan Revolusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429800/original/097439900_1618483399-20210415-Prajurit-Ukraina-3.jpg)
2004: Presiden Yuschenko
Kuchmat mengakhiri masa jabatan selama 10 tahun, dan ia mendukung Viktor Yanukovych sebagai suksesor. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mendukung Yakunovych.
Pihak oposisi adalah Viktor Yuschenko yang pro-demokrasi. Di akhir masa kampanye, Yuschenko mendadak jatuh sakit. Tak hanya itu, wajahnya pun mengalami perubahan bentuk, padahal dulunya mulus.
Dokter menyatakan bahwa politisi itu diracuni. Yanukovych juga menang pemilu, namun masyarakat enduga ada kecurangan, dan munculnya demo besar yang dikenang sebagai Revolusi Oranye.
Setelah adanya pemilihan ketiga, Yuschenko dinyatakan sebagai pemenang pemilu.
2008: NATO
Presiden Yuschenko dan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko berusaha agar Ukraina masuk ke dalam NATO. Langkah ini didukung Presiden George W. Bush, tetapi ditolak Rusia.
NATO masih belum mengizinkan Ukraina menjadi anggota. Akan tetapi, hingga kini Presiden Putin masih menolak keras keanggotaan Ukraina karena dinilai bisa berbahaya bagi Rusia.
Advertisement
Kemenangan Pro-Putin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932571/original/024392500_1644745066-20220213-Latihan-Militer-Rusia-Belarusia-3.jpg)
2010: Kemenangan Pro-Putin
Presiden Yanukovych yang pro-Putin berhasil terpilih sebagai presiden. Ia pun berdeklarasi bahwa Ukraina harus netral.
Ia ingin Ukraina bekerja sama dengan Rusia dan NATO.
2013-2014: Maidan Square
Presiden Yanukovych juga ditekan oleh Rusia agar tidak mau melakukan perjanjian dagang bebas dengan Uni Eropa. Keputusan itu ternyata tidak populer dan memicu protes besar.
Para pendemi berkumpul di Maidan Square dan menduduki gedung pemerintah, termasuk balai kota Kyiv dan kementerian kehakiman.
Pada Februari 2014, terjadi bentrokan yang menyebabkan kematian lebih dari 100 orang. Presien Yanukovych melarikan diri ke Rusia dan parlemen mencopot jabatannya.
Maret 2014: Referendum Krimea
Presiden Putin menolak keras pelengseran Yanukovych dan menyebutnya kudeta. Pada waktu yang bersamaan dengan hal tersebut, prajurit Rusia terus berdatangan ke Krimea.
Terjadi pula referendum Krimea yang menyebut 70 persen warga ingin bergabung ke Rusia saja. Semenanjung Krimea merupakan wilayah yang memiliki sejarah penting bagi Rusia-Ukraina.
Akhirnya, Putin merestui aneksasi wilayah Krimea pada 18 Maret. Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa membalas dengan memberikan sanksi ke Rusia.
Serangan Cyber
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932535/original/024745000_1644740583-20220213-Tentara-AS-Polandia-1.jpg)
Mei 2014:Â Serangan Cyber
Politikus Petro Poroshenko yang pro-Barat terpilih menjadi presiden Ukraina. Ia berjanji agar negaranya lebih mandiri dari pengaruh Rusia dalam bidang energi dan keuangan.
Hubungan kedua negara pun terus memburuk. Rusia juga dituduh berkali-kali melakukan serangan cyber ke Rusia, termasuk pada 2016 ketika menyebabkan mati lampu besar-besaran.
Pada 2017, Rusia kembali melakukan hal tersebut. NPR menyebut serangan cyber Rusia ke Ukraina masih berlanjut hingga kini.
April 2021: 100 Ribu Pasukan
Pada April 2021, Rusia mengirim sekitar 100 ribu pasukan ke perbatasan Ukraina. Mereka mengaku ingin melakukan latihan militer.
Langkah Rusia itu memicu reaksi keras dari Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden Ukraina, Ukraina Volodymyr Zelensky, meminta NATO untuk turun tangan, dan akhirnya Rusia memulangkan pasukannya.
Tetapi, masih ada puluhan ribu pasukan yang tetap di perbatasan.
Akhirnya, Rusia kembali menambah pasukan di pertabsan Ukraina di November 2021. Inilah yang memicu kecaman dan kekhawatiran dari Gedung Putih bahwa Rusia akan menginvansi Ukraina.
Advertisement
Infografis Syarat WNI dan WNA dari Luar Negeri Karantina 3 Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3935063/original/021374600_1644926123-Infografis_IG_Syarat_WNI_dan_WNA_dari_Luar_Negeri_Karantina_3_Hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932289/original/008057900_1644714599-ezgif.com-gif-maker__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369212/original/079116600_1791511954-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292544/original/017588400_1783605639-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292544/original/017588400_1783605639-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353209/original/098358500_1789926761-Untitled.jpg)