Sukses

Gamers Garis Keras, Terus Bermain di Warnet Meskipun Kebanjiran

Liputan6.com, Filipina - Sekelompok gamer di Filipina baru-baru ini menjadi sorotan utama internasional karena mereka terus bermain video game favorit mereka, meskipun kebanjiran setinggi pinggang akibat topan, demikian dilansir dari laman Oddity Central, Selasa (3/8/2021).

Sebuah rekaman nyata di warnet Kota Cainta, Rizal pada hari Kamis menunjukkan para penggila muda video game mengabaikan naiknya permukaan air akibat dihantam oleh Topan Ying-fa.

Meskipun setengah tenggelam dalam air berlumpur dan beresiko tinggi tersetrum, anak-anak tersebut terlihat terpaku pada monitor di depan mereka, siap untuk ikut serta pertandingan multipemain.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Untungnya, Tidak Berujung Tragedi

Hanya ketika pemilik warnet menyadari bahaya yang mereka hadapi, komputer dimatikan dan para gamers akhirnya pergi.

“Kami tidak tahu hari itu air banjir akan naik. Jadi, ketika saya melihat mereka, saya langsung mengambil tindakan dan memberi tahu mereka bahwa saya harus memindahkan peralatan ke tempat yang lebih tinggi. Setelah video itu, mereka juga langsung berhenti dan pergi, tidak ada yang terluka diantara kami,” ujar pemilik warnet Sio Samson itu.

Untungnya semua kabel listrik warnet berada di atas permukaan air dan soket listrik terletak di tempat yang tinggi, seperti yang biasa dilakukan di daerah rawan banjir. Jika tidak, hasrat ekstrem bermain video game dapat berakhir dengan tragedi.

Meskipun banyak orang yang memuji sikap anak-anak tersebut dengan “gamer sejati tidak pernah berhenti”, beberapa memnyoroti bahwa video game tidak sepadan dengan nyawa dan bahaya tersengat listrik sangat mungkin terjadi di situasi tersebut.

"Anda dapat mendengar di video, anak-anak tidak ingin pergi, bukan? Tapi saya benar-benar mematikan komputer untuk menghindari tragedi," tambah pemilik warnet.

"Sebagai seorang teknisi komputer, saya tahu bahaya yang ditimbulkan air di dekat sumber listrik. Jadi setelah saya mengambil video, saya langsung melepas semua peralatan berlistrik."

 

Reporter: Ielyfia Prasetio