Filipina Tuduh Penjaga Pantai China Pukul Pelautnya

Ketegangan maritim kembali menguji hubungan Filipina dan China.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 20:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Militer Filipina pada Senin (20/7/2026) menuduh personel Penjaga Pantai China memukul kepala seorang pelaut Filipina dengan tongkat ketika pihak Filipina mendekati BRP Sierra Madre. Kapal yang sengaja dikandaskan itu selama ini digunakan sebagai pos militer Manila di kawasan sengketa Laut China Selatan.

Kabar mengenai insiden tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan bahwa menteri luar negeri kedua negara akan bertemu dalam pertemuan puncak regional di Manila pekan ini.

Filipina mengatakan sebuah perahu karet berlambung kaku milik China yang membawa delapan orang mengitari kapal tersebut sambil mengambil foto dan video. BRP Sierra Madre berada di Second Thomas Shoal, salah satu wilayah yang kerap menjadi titik ketegangan di Kepulauan Spratly.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, meski putusan internasional menyatakan klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum. Kapal-kapal China juga kerap terlibat bentrokan dengan kapal Filipina di kawasan itu.

Insiden terbaru terjadi setelah Filipina mengerahkan dua perahu karet untuk menghalau perahu China tersebut.

"Personel Penjaga Pantai China bertindak dengan kekerasan dan agresif dengan memukul kepala seorang personel Angkatan Laut Filipina menggunakan tongkat kayu. Akibatnya, personel tersebut terluka dan perahu karet Angkatan Laut mengalami kerusakan," demikian pernyataan Filipina seperti dilaporkan CNA.

Kementerian Pertahanan Filipina dalam pernyataan terpisah mengatakan insiden itu kembali menunjukkan "pola tindakan provokatif dan bermusuhan" Penjaga Pantai China.

Kedutaan Besar China di Manila belum menanggapi permintaan komentar.

Pada Juni 2024, personel penegak hukum China yang membawa pisau, tongkat, dan kapak menyerang pasukan Filipina yang sedang berusaha mengirim pasokan ke garnisun di lokasi yang sama.

Sebulan kemudian, kedua negara mengumumkan telah mencapai kesepakatan sementara mengenai misi pengiriman pasokan ke BRP Sierra Madre.

Insiden pada Senin berlangsung di tengah saling kecam antara China dan Filipina mengenai klaim masing-masing di Laut China Selatan.

Pada Jumat (17/7), Manila mengajukan protes diplomatik atas video bernada "rasis" yang diunggah media pemerintah China. Dalam video itu, Filipina digambarkan sebagai sosok monyet dalam bentuk kartun.