Sukses

Top 3: Filipina Tertinggal Se-Asia Tenggara Soal Vaksin COVID-19 Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Filipina dinilai cukup tertinggal dalam proses vaksinasi COVID-19. Hal ini pun kemudian menjadi sorotan dan perhatian yang memprihatinkan lantaran negara Asia Tenggara lainnya sudah cukup maju, bahkan Myanmar yang tengah mengalami kudeta militer. Berita ini pun menjadi yang terpopuler di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (28/2/2021).

Berita paling populer selanjutnya adalah soal 300 siswi di Nigeria yang diculik kelompok bersenjata. Kali ini, kelompok terorisme Boko Haram diduga menjadi dalang dibaliknya. 

Beralih terkait kudeta militer yang terjadi di Myanmar, Duta Besar Myanmar untuk PBB pun mendesak organisasi tersebut untuk segera menghentikan kudeta militer.

Simak ketiga berita paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu (28/2/2021).

2 dari 5 halaman

1. Filipina, Negara Asia Tenggara Paling Tertinggal dalam Program Vaksin COVID-19

Filipina menjadi negara Asia Tenggara yang paling tertinggal dalam hal menerima vaksin dan melaksanakan program vaksinasi COVID-19, sebuah laporan menunjukkan.

Kondisi itu dinilai memprihatinkan, ketika seluruh negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Myanmar yang dilanda krisis politik, sudah menerima vaksin COVID-19.

Simak informasi lengkapnya di sini...

3 dari 5 halaman

2. 300 Siswi di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata, Boko Haram Beraksi Lagi?

Lebih dari 300 siswi telah diculik oleh pria bersenjata tak dikenal dari sebuah sekolah di Nigeria barat laut.

Polisi mengatakan mereka percaya gadis-gadis itu dibawa ke hutan setelah diculik dari sekolah asrama mereka di Jangebe, negara bagian Zamfara, pada Jumat 26 Februari 2021 waktu setempat, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (27/2/2021).

Baca berita selengkapnya di sini...

4 dari 5 halaman

3. Dubes Myanmar Minta PBB Setop Kudeta Militer di Negaranya dengan Segala Cara

Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun mendesak organisasi itu untuk menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk mengambil tindakan terhadap militer dan "untuk memberikan keselamatan dan keamanan bagi rakyat".

Pernyataan yang disampaikan Kyaw Moe Tun di hadapan Majelis Umum PBB di New York pada Jumat (26/2) itu merupakan seruan yang mengejutkan atas nama pemerintah Myanmar yang digulingkan, saat polisi menindak pengunjuk rasa anti junta.

Simak berita lengkapnya...

5 dari 5 halaman

Simak video pilihan berikut: