8 Kebiasaan Orang Tidak Dapat Dipercaya, Waspadai Tanda-Tandanya Sejak Awal

Kenali 8 kebiasaan orang tidak dapat dipercaya agar lebih bijak membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan orang tidak dapat dipercaya sering kali terlihat dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak selalu mudah dikenali sejak awal, pola perilaku tertentu dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang kurang konsisten dalam menjaga kejujuran, komitmen, maupun kepercayaan yang telah diberikan orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kepercayaan. Ada sebagian orang yang tanpa disadari menunjukkan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membuat orang lain sulit merasa yakin terhadap ucapan maupun tindakannya. Kebiasaan tersebut sering kali terlihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenali tanda-tanda ini bukan berarti menghakimi seseorang hanya dari satu perilaku. Namun, jika beberapa kebiasaan muncul secara berulang dan konsisten, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan. Berikut delapan kebiasaan yang sering dimiliki orang yang sulit dipercaya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (30/7/2026).

1. Terlalu Mudah Mengumbar Rahasia Orang Lain

Orang yang gemar menceritakan rahasia atau masalah pribadi orang lain sering kali sulit menjaga kepercayaan. Awalnya mungkin terdengar seperti obrolan santai, tetapi kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa batas privasi bukanlah hal yang mereka hormati.

Jika seseorang dengan mudah membocorkan cerita orang lain kepadamu, bukan tidak mungkin suatu saat cerita tentang dirimu juga akan menjadi bahan pembicaraan di tempat lain. Hal ini membuat hubungan menjadi kurang aman untuk saling terbuka.

Menjaga kerahasiaan merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap kepercayaan yang diberikan orang lain. Karena itu, kebiasaan mengumbar cerita pribadi patut menjadi perhatian.

2. Sering Mengingkari Komitmen Kecil

Kepercayaan tidak hanya dibangun melalui janji besar, tetapi juga dari komitmen sederhana sehari-hari. Misalnya, datang tepat waktu, mengembalikan barang pinjaman, atau menepati kesepakatan yang telah dibuat.

Orang yang berkali-kali mengabaikan komitmen kecil biasanya membuat orang lain ragu untuk mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar. Kebiasaan tersebut menunjukkan kurangnya konsistensi dalam bertindak.

Sesekali lupa tentu bisa dimaklumi. Namun jika terus berulang tanpa ada usaha memperbaiki diri, kepercayaan orang lain perlahan akan berkurang.

3. Ucapannya Sering Berbeda dengan Tindakannya

Beberapa orang pandai mengucapkan hal-hal yang terdengar meyakinkan, tetapi perilaku sehari-harinya justru bertolak belakang. Mereka bisa berjanji akan membantu, tetapi menghilang ketika benar-benar dibutuhkan.

Perbedaan antara perkataan dan tindakan menjadi salah satu alasan mengapa seseorang dianggap kurang dapat dipercaya. Orang lain akan lebih menilai konsistensi daripada sekadar kata-kata.

Seiring waktu, kebiasaan ini membuat reputasi mereka menurun karena orang mulai sulit mempercayai apa yang diucapkan.

4. Gemar Memutarbalikkan Fakta

Orang yang sulit dipercaya sering kali mengubah cerita sesuai situasi yang menguntungkan dirinya. Fakta dapat ditambah, dikurangi, bahkan diubah agar terlihat lebih baik di mata orang lain.

Perilaku seperti ini membuat informasi yang mereka sampaikan menjadi diragukan. Orang di sekitarnya pun akan lebih berhati-hati sebelum menerima setiap cerita yang disampaikan.

Kejujuran merupakan dasar dari kepercayaan. Ketika fakta mulai dimanipulasi, hubungan yang sehat pun menjadi sulit dipertahankan.

5. Sulit Mengakui Kesalahan

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan. Namun, orang yang dapat dipercaya biasanya berani mengakuinya dan berusaha memperbaiki keadaan.

Sebaliknya, orang yang terus-menerus mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan cenderung menghindari tanggung jawab. Mereka lebih fokus menjaga citra daripada menyelesaikan masalah.

Kebiasaan tersebut membuat orang lain ragu karena mereka tidak tahu apakah seseorang benar-benar jujur ketika menghadapi situasi sulit.

6. Bersikap Berbeda di Depan Orang yang Berbeda

Mereka bisa bersikap sangat ramah di hadapan seseorang, tetapi berubah drastis ketika berbicara dengan orang lain. Bahkan, pendapat yang disampaikan pun sering berubah mengikuti siapa lawan bicaranya.

Sikap yang tidak konsisten seperti ini membuat orang lain bingung terhadap prinsip yang sebenarnya mereka pegang. Akibatnya, kepercayaan menjadi sulit tumbuh.

Orang yang memiliki integritas umumnya tetap menghormati orang lain tanpa harus mengubah sikap secara berlebihan demi mendapatkan keuntungan tertentu.

7. Kurang Menghargai Orang di Sekitarnya

Cara seseorang memperlakukan orang lain sering kali mencerminkan karakternya. Misalnya, bersikap kasar kepada pelayan, petugas kebersihan, atau orang yang dianggap tidak memiliki pengaruh.

Perilaku tersebut menunjukkan kurangnya empati dan rasa hormat. Padahal, orang yang menghargai orang lain biasanya juga lebih mampu menjaga hubungan yang sehat dan penuh kepercayaan.

Jika seseorang hanya bersikap baik kepada orang yang dianggap menguntungkan, hal itu dapat menjadi tanda bahwa ketulusannya patut dipertanyakan.

8. Terlalu Sering Memberikan Alasan untuk Membela Diri

Alih-alih menjelaskan keadaan secara jujur, mereka cenderung selalu memiliki alasan setiap kali melakukan kesalahan. Penjelasan yang diberikan sering kali berubah-ubah sehingga sulit dipastikan kebenarannya.

Kebiasaan mencari pembenaran terus-menerus membuat orang lain merasa sulit mengetahui fakta sebenarnya. Akibatnya, rasa percaya pun perlahan memudar.

Sikap bertanggung jawab biasanya terlihat dari keberanian mengakui kekeliruan tanpa harus menyusun berbagai alasan untuk menghindari konsekuensi.

Pertanyaan Umum Seputar Kebiasaan Orang yang Tidak Dapat Dipercaya

1. Apa yang dimaksud dengan orang yang tidak dapat dipercaya?

Orang yang tidak dapat dipercaya adalah individu yang sering menunjukkan perilaku tidak konsisten, sulit menepati komitmen, atau kurang menjaga kejujuran sehingga membuat orang lain ragu untuk mengandalkannya.

2. Apakah satu kebiasaan saja cukup untuk menilai seseorang tidak dapat dipercaya?

Tidak. Penilaian sebaiknya dilakukan dengan melihat pola perilaku yang muncul secara berulang dalam berbagai situasi, bukan hanya berdasarkan satu kejadian.

3. Mengapa menjaga komitmen penting dalam membangun kepercayaan?

Menepati komitmen menunjukkan bahwa seseorang bertanggung jawab atas ucapan dan tindakannya, sehingga orang lain merasa lebih aman untuk mempercayainya.

4. Bisakah orang yang sulit dipercaya berubah?

Bisa. Dengan kesadaran diri, kemauan memperbaiki perilaku, serta konsistensi dalam bertindak, seseorang dapat membangun kembali kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya.

5. Bagaimana cara menyikapi orang yang sulit dipercaya?

Tetapkan batasan yang sehat, jangan mudah memberikan informasi pribadi, dan bangun kepercayaan secara bertahap berdasarkan tindakan nyata, bukan hanya ucapan.