Sukses

China Janji Akan Jadikan Vaksin COVID-19 Buatannya Sebagai Barang Publik

Liputan6.com, Beijing - China masih melakukan penelitian dan uji klinis vaksin Virus Corona COVID-19. Bila vaksin buatannya berhasil, China akan menjadikannya sebagai barang publik global.

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China Wang Zhigang mengatakan, kerja sama internasional dalam pengembangan vaksin, uji klinis, dan penggunaannya perlu diperkuat. Pengembangan vaksin harus berfokus pada memastikan keamanan, efektivitas, dan aksesibilitas.

Saat ini China sedang mengembangkan vaksin COVID-19 dalam lima kategori, yaitu vaksin nonaktif, vaksin protein rekombinan, Live Attenuated Vaccine (LAV) influenza, vaksin adenovirus, dan vaksin berbasis asam nukleat, ungkap Wang.

Hingga saat ini, empat vaksin nonaktif dan satu vaksin adenovirus telah disetujui untuk pelaksanaan uji klinis, menurut buku putih bertajuk "Melawan COVID-19: Tindakan China" yang dirilis Kantor Informasi Dewan Negara China.

2 dari 3 halaman

Memakan Waktu Lama

Sementara para ilmuwan di China dan luar negeri saling mengikuti perkembangan bersama, China memimpin dunia dalam pengembangan beberapa jenis vaksin tertentu, menurut buku putih itu.

"Sejauh ini banyak kerja sama internasional telah dilakukan dalam pengembangan vaksin," kata Wang, seperti dilansir Xinhua, Senin (8/6/2020).

Menyoroti peran signifikan vaksin dalam sejarah manusia, Wang mengatakan, para ilmuwan China maupun negara lain berupaya memberikan kontribusi demi membangun komunitas kesehatan global bagi semua.

Kendati demikian, dia mencatat pengembangan vaksin adalah prosedur yang cermat dan rumit, yang menghadapi banyak ketidakpastian dan mungkin memakan waktu lama.

Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu menambahkan, China berpartisipasi dalam inisiatif kolaborasi internasional yang diluncurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempercepat pengembangan vaksin dan obat-obatan COVID-19.

"China akan memenuhi janjinya untuk menyediakan kepada dunia vaksin yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi saat tersedia, dan membantu agar vaksin dapat diakses dan terjangkau bagi negara-negara berkembang," tegas Ma.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: