Sukses

Waspada Virus Corona, Singapura Larang Turis yang Pernah ke Daegu dan Cheongdo di Korsel

Liputan6.com, Singapura - Kementerian Kesehatan Singapura membatasi kedatangan pengunjung dari Korea Selatan akibat meningkatnya Virus Corona (COVID-19) di negara itu. Dua kota yang jadi sorotan adalah kota Daegu dan daerah Cheongdo.

Kebijakan ini akan efektif pada Rabu, 26 Februari 2020, pada tengah malam. Pengunjung yang mengunjungi dua lokasi itu dalam dua pekan terakhir juga tak boleh masuk Singapura, jelas laporan Channel News Asia, Selasa (25/2/2020).

Ada keringanan bagi warga Singapura, penduduk tetap, pemegang izin kerja, pelajar, dependent pass, dan pemengang izin tinggal jangka panjang. Mereka yang datang ke dua lokasi itu boleh masuk Singapura tetapi wajib tetap di rumah selama 14 hari.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura sudah mengimbau agar warga Singapura tidak mengunjungi Daegu atau Cheongdo apabila tidak berkepentingan.

Langkah antisipasi lain dari pemerintah Singapura adalah turut menangangi warganya yang sudah terlanjur mengunjungi Daegu atau Cheongdo dalam dua minggu terakhir.

Hingga Selasa petang, Korea Selatan melaporkan ada 977 kasus positif Virus Corona. Mayoritas penularan terjadi pada sebuah sekte agama di kota Daegu, sementara 100 lainnya terkait di rumah sakit di Cheongdo.

Kasus di Singapura kini berjumlah 90 orang. Belum ada pasien yang meninggal di Singapura dan 53 pasien sembuh, termasuk seorang WNI.

2 dari 4 halaman

Bertemu Dirjen WHO, Menlu Retno Serukan Kolaborasi Global Tangani Virus Corona

 Di Jenewa, Swiss, Menlu Retno dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 24 Februari bertemu membahas situasi global terkait penyebaran Virus Corona COVID-19 yang semakin memprihatinkan. 

Dalam pertemuannya dengan Dirjen Tedros Adhanom Ghebreyesus, di sela-sela High Level Segment Dewan HAM PBB Sesi ke-43, Menlu Retno mengatakan bahwa "Koordinasi dan kolaborasi global dalam menangani penyebaran COVID-19 sangat penting untuk mengendalikan dan mengatasi penyebaran virus tersebut".  

Upaya Pemerintah RI juga dibahas oleh Menlu RI dalam mengevakuasi WNI yang berada di wilayah yang terjangkit Virus Corona COVID-19 di beberapa negara.

Menlu RI juga menyampaikan dukungannya terhadap WHO terkait strategi respon darurat yang mereka lakukan dalam penanggulangan Virus Corona COVID-19, dengan menambahkan harapan agar WHO dapat berbagi keahlian (best practice) mereka sebagaimana dilakukan di negara lain.

Hasil pertemuan ASEAN-China Special Meeting on Coronavirus di Vientiane, Laos, pada 20 Februari 2020 lalu juga ikut disampaikan oleh Menlu Retno. 

Menlu Retno pun menyampaikan, "Pertukaran informasi sebagai salah satu bentuk koordinasi penanganan COVID-19 sangat esensial untuk mencegah merebaknya Virus Corona". 

Walaupun belum adanya kasus Virus Corona COVID-19 yang terdeteksi di Indonesia hingga saat ini, Dirjen WHO berpesan agar Indonesia terus siaga terhadap penyebaran. 

3 dari 4 halaman

WHO Apresiasi Peran Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Dirjen WHO mengapresiasi peran Indonesia sebagai Ketua Forum Foreign Policy for Global Health (FPGH), dengan tema "Affordable Healthcare for All (Pelayanan Kesehatan Yang terjangkau Untuk Semua Orang)". Sebagai salah satu prioritas Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2030), tema ini mendukung tercapainya Universal Health Coverage. 

Sebagai salah satu inisiatif Indonesia sebagai Ketua FPGH 2020, saat pertemuan tersebut Menlu RI juga memberikan undangan kepada Dirjen WHO untuk hadir pada FPGH Ministerial Retreat, 9-10 Juli 2020 di Bali. 

Dalam pertemuan dengan Menlu Retno, Dirjen WHO juga menyampaikan sambutan baiknya dan siap membantu keketuaan Indonesia. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading