Kepala Polisi Gaza Tewas Akibat Serangan Drone Israel

Kolonel Jamal Abu Kamil, kepala kepolisian Gaza City, tewas dalam serangan drone Israel.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Kepala kepolisian sipil di Gaza City, Kolonel Jamal Abu Kamil, tewas dalam serangan drone Israel pada Kamis. Serangan tersebut terjadi sehari setelah Israel kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza setelah jeda selama lebih dari sepekan.

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2026), Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan Abu Kamil, 43 tahun, tewas ketika sebuah drone Israel menembakkan tiga rudal ke kendaraan yang ditumpanginya di Jalan al-Rashid, barat daya Gaza City. Dua orang lainnya turut terluka dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengatakan Abu Kamil menjadi sasaran karena dianggap sebagai "ancaman". Israel juga mengklaim Abu Kamil merupakan komandan Hamas, tetapi tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Kepolisian Gaza membantah tuduhan itu. Dalam pernyataannya, kepolisian mengatakan Abu Kamil menjalankan tugasnya sebagai polisi dan "tidak memiliki hubungan dengan aktivitas lain".

Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut Abu Kamil "dibunuh" dalam serangan Israel tersebut.

Hamas turut mengecam pembunuhan itu. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan tersebut sebagai kelanjutan dari "kejahatan brutal" Israel terhadap rakyat Palestina serta upaya untuk menyebarkan kekacauan dan ketidakamanan di Jalur Gaza.

Serangan Israel Kembali Berlanjut

Pada Kamis, serangan Israel juga menyasar sebuah sepeda motor yang membawa dua orang di Khan Younis, Gaza selatan. Satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis.

Rumah Sakit Nasser di Gaza mengidentifikasi korban tewas sebagai Huthaifa Kawari. Israel kembali mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang komandan Hamas, tetapi tidak memberikan bukti.

Sehari sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara pertamanya di Gaza sejak 3 Agustus. Serangan yang menyasar sebuah kendaraan di Beit Lahiya itu menewaskan seorang pekerja pemerintah kota dan melukai lima orang lainnya.

Israel sebelumnya menghentikan serangan udara selama lebih dari sepekan setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Penghentian itu berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "tonggak penting" dalam rencana mengakhiri perang.

 

 

15 Poin Rencana Perdamaian

Bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati rencana 15 poin yang akan dilaksanakan oleh Gaza Board of Peace. Dalam rencana tersebut, pasukan Israel akan ditarik dari Gaza dan Hamas akan melucuti senjata.

Hamas menyatakan menerima kesepakatan tersebut untuk menghindari kembalinya perang berskala penuh. Namun, Hamas menegaskan implementasi kesepakatan bergantung pada penarikan pasukan Israel terlebih dahulu dan penghentian serangan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menolak kesepakatan tersebut pada Minggu. Ia mengatakan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Tiga hari setelah pernyataan tersebut, serangan udara Israel kembali dilancarkan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut serangan Israel yang berlangsung hampir setiap hari sejak kesepakatan "gencatan senjata" mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 telah menewaskan lebih dari 1.250 warga Palestina.

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyerukan agar Rencana Perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat segera dilaksanakan. Kementerian tersebut juga mengecam serangan pasukan Israel terhadap warga Palestina yang kembali ke Gaza serta berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Â