Lebih Pede, Singapura Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

Ini merupakan kenaikan proyeksi pertumbuhan yang kedua kalinya yang dilakukan Singapura pada tahun ini.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 10:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Singapura menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2026, didorong kinerja ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada paruh pertama tahun ini. Penopang lain pertumbuhan sektor-sektor terkait kecerdasan buatan (AI) dan ekspor.

Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura memperkirakan produk domestik bruto (PDB) 2026 tumbuh 4,5% hingga 5,5%. Proyeksi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan batas bawah perkiraan sebelumnya, yakni 2%–4%.

Melansir laman CNBC, Selasa (11/8/2026), MTI mengatakan dampak ekonomi dari konflik AS-Iran juga lebih kecil dari yang semula dikhawatirkan. Penurunan persediaan minyak serta peralihan ke sumber energi alternatif membantu membatasi kenaikan harga energi global.

Ini merupakan kenaikan proyeksi pertumbuhan yang kedua kalinya bagi Singapura pada tahun ini. Pada awal tahun, MTI memperkirakan ekonomi hanya akan tumbuh 1%–3%.

Kenaikan proyeksi tersebut diumumkan bersamaan dengan revisi data pertumbuhan ekonomi kuartal II. Ekonomi Singapura tumbuh 5,9% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan estimasi awal sebesar 5,7%.

Menurut MTI, pertumbuhan kuartal II terutama ditopang oleh sektor manufaktur, perdagangan grosir, serta keuangan dan asuransi.

Kendalikan Inflasi

Kinerja ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan ini berpotensi memberikan ruang bagi Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengendalikan inflasi. Pada akhir Juli, bank sentral Singapura secara tak terduga memperketat kebijakan moneternya.

Saat itu, MAS memperingatkan bahwa biaya impor Singapura berpotensi meningkat dalam beberapa kuartal mendatang akibat kenaikan harga bahan bakar dan biaya input elektronik. Bank sentral juga memperhitungkan dampak kondisi cuaca buruk di negara-negara yang menjadi sumber impor Singapura.

Sementara itu, inflasi inti Singapura, yang tidak memperhitungkan biaya akomodasi dan transportasi, naik menjadi 1,6% pada Juni dari 1,4% pada Mei. Angka tersebut berada di dekat batas bawah kisaran proyeksi MAS sebesar 1,5%–2,5% untuk tahun ini. Adapun inflasi umum (headline inflation) tercatat sebesar 1,9%.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6