Gempa Kolombia: Perempuan Selamat setelah 36 Jam Terjebak di Bawah Reruntuhan

Kota Cali di Departemen Valle del Cauca mencatat jumlah korban tewas terbanyak akibat gempa Kolombia.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bogota - Seorang perempuan berusia 32 tahun berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah terjebak selama 36 jam di bawah reruntuhan akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia.

Daniela Largo dievakuasi dari reruntuhan sebuah bangunan di Kota Pereira setelah tim penyelamat melakukan operasi selama 10 jam.

Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjangkaunya melalui terowongan yang digali dari bawah empat lempengan beton yang menimbun Largo.

Sedikitnya 265 orang tewas akibat gempa Kolombia. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan setidaknya 496 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Demikian seperti dilaporkan BBC.

Berdasarkan data Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia (Asocapitales), 79 orang dipastikan tewas di Pereira, kota yang berada di kawasan penghasil kopi Kolombia. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi kedua setelah Cali, yang mencatat 95 korban jiwa. 

Ibu Daniela mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa seorang warga setempat sempat mendengar putrinya berteriak meminta pertolongan dari bawah reruntuhan.

Setelah tim penyelamat tiba di lokasi, posisi Daniela berhasil ditemukan dengan bantuan kamera berukuran kecil.

Namun, proses evakuasi tidak mudah karena empat lempengan beton besar menghalangi akses menuju tempat Largo terjebak.

Petugas pemadam kebakaran setempat, dibantu personel yang dikerahkan dari ibu kota Bogota dan tim penanggulangan bencana Kepolisian Nasional Kolombia, kemudian menggali dua terowongan untuk menjangkaunya.

Melalui lubang pertama yang dibuat dari atas, tim penyelamat dapat menyalurkan oksigen kepada Largo. Namun, ia baru bisa dikeluarkan setelah petugas menggali terowongan kedua dari bawah.

De La Espriella menyambut keberhasilan penyelamatan Largo melalui media sosial dan menyebutnya sebagai "kabar yang memberi kita harapan".

Ibu Largo mengatakan putranya yang berusia 12 tahun tengah menunggu kepulangannya di rumah.

Di Pereira, sedikitnya 92 bangunan runtuh. Menurut Asocapitales, sedikitnya 15 orang diketahui masih terjebak, sementara 37 lainnya dilaporkan hilang.

Sementara itu, di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia berdasarkan jumlah penduduk, lebih dari 200 orang masih terjebak hingga Selasa (11/8) pukul 16.00 waktu setempat.

Wali kota Cali memberlakukan jam malam dan mengatakan tentara akan berpatroli di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

"Kami harus memastikan proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman," katanya.

Ia menambahkan masih ada harapan untuk menemukan lebih banyak korban dalam keadaan hidup dan semua pihak akan berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan mereka yang masih terjebak.

Gempa Kolombia terjadi pada Senin (10/8) pukul 07.34 waktu setempat.

Pusat gempa berada di dekat Desa San Jose del Palmar, Provinsi Choco, tetapi guncangannya terasa hingga wilayah yang luas.

Seismometer yang berada paling dekat dengan pusat gempa mencatat guncangan berlangsung antara 90 detik hingga dua menit.

Lebih dari 100 gempa susulan tercatat sejak gempa utama mengguncang.