Cara Mengamalkan Doa Kalamun Qodim setelah Sholat, Bacaan Lengkap dan Kandungan Maknanya

Kalamun Qodim merupakan syair pujian yang sangat lekat dengan tradisi pesantren di Nusantara.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kalamun Qodim merupakan syair pujian yang sangat lekat dengan tradisi pesantren di Nusantara. Syair ini menjadi doa pembuka yang dibaca sebelum memulai interaksi dengan Al-Qur'an atau aktivitas belajar kegamaan lainnya.

Syair Kalamun Qodim sendiri merupakan karya dari Sayyid Nuruddin Ali bin Muhammad bin Ali bin Abdirrohman bin Iroq al-Kinani, yang lebih dikenal dengan panggilan Ibn Iroq al-Dimasyqi. Syair ini kemudian menyebar luas ke berbagai penjuru dunia Islam, termasuk Indonesia, dan menjadi bagian dari kurikulum tidak resmi di banyak pondok pesantren.

Di sisi lain, nadzam ini juga kerap dibaca di kesempatan lainnya. Di antaranya setelah sholat, sebuah waktu yang diyakini keumustajabannya. Cara mengamalkan doa Kalamun Qodim setelah sholat merupakan salah satu bentuk amalan yang menggabungkan ibadah mahdhah (sholat) dengan ibadah ghairu mahdhah (membaca Al-Qur'an).

Praktik ini lazim ditemui di berbagai pesantren dan majelis taklim, terutama dalam rangkaian kegiatan setelah sholat maghrib dan sholat subuh, di mana para santri berkumpul untuk memulai sesi mengaji atau menghafal Al-Qur'an.

Dalam jurnal Implikasi Metode Yanbu'a Terhadap Kualitas Maharah Qira'ah Jahriyyah Santri Madrasah Tahfidz Putri Anak Yogyakarta karya Azka Luthfiyatul Kamilah dkk., dijelaskan bahwa kegiatan fashohah di Madrasah Tahfidz Putri Anak dilaksanakan setelah salat subuh serta setelah salat isya, dengan runtutan membaca doa Kalamun Qodim, dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah, lalu diteruskan membaca Al-Qur'an satu halaman dengan tartil sesuai kaidah tajwid.

Cara Mengamalkan Doa Kalamun Qodim Setelah Sholat

Berikut tata cara mengamalkan doa Kalamun Qodim setelah sholat yang dapat dilakukan secara berurutan:

1. Melaksanakan Sholat Fardhu dengan Sempurna

Langkah pertama adalah menunaikan sholat fardhu dengan khusyuk dan menyempurnakan seluruh rukun serta bacaannya. Setelah salam, dianjurkan terlebih dahulu berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Setelah itu, pembacaan Kalamun Qodim dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan batin sebelum berinteraksi dengan Al-Qur'an.

2. Membaca Tawassul dan Surah Al-Fatihah

Sebelum melantunkan Kalamun Qodim, pengamalan dapat diawali dengan tawassul dan pembacaan Surah Al-Fatihah. Dalam tradisi pesantren, tawassul sering digunakan sebagai pembuka sebelum kegiatan membaca, menghafal, atau mengkaji Al-Qur'an. Setelah tawassul, Surah Al-Fatihah dibaca bersama dengan niat memohon keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.

3. Melantunkan Syair Kalamun Qodim

Kalamun Qodim kemudian dilantunkan dengan irama atau lagu yang baik. Syair ini umumnya dibaca dengan nada tertentu sehingga suasana menjadi lebih khusyuk.

Dalam praktik di lingkungan pesantren, pembacaan dapat dilakukan secara bersama-sama dan dipandu oleh ustadz atau seorang pemandu.

4. Menghayati Makna Setiap Bait

Pembacaan Kalamun Qodim sebaiknya tidak berhenti pada pelafalan semata. Setiap bait perlu dihayati sebagai ungkapan doa dan permohonan kepada Allah SWT.

Dengan memahami maknanya, pembaca diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, tetapi juga petunjuk yang perlu dipahami dan diamalkan.

5. Dilanjutkan dengan Membaca Al-Qur'an

Setelah Kalamun Qodim selesai dibaca, kegiatan dapat dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an. Dalam praktik pembelajaran tahfidz, misalnya, pembacaan dapat diteruskan dengan Surah Al-Fatihah kemudian membaca Al-Qur'an secara tartil sesuai kaidah tajwid.

Dengan demikian, Kalamun Qodim menjadi pembuka sebelum kegiatan tilawah atau murojaah.

6. Menghadirkan Niat untuk Memahami dan Menghafal Al-Qur'an

Inti pengamalan Kalamun Qodim adalah menghadirkan hati sebelum membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Imam An-Nawawi dalam At-Tibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur'ān menekankan pentingnya adab, niat yang baik, dan menghadirkan hati ketika berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Karena itu, pembacaan Kalamun Qodim dapat ditempatkan sebagai sarana untuk menyiapkan hati dan memohon kemudahan dalam mempelajari firman Allah.

7. Memohon Kemudahan Mendapatkan Ilmu dari Al-Qur'an

Permohonan tersebut tercermin dalam salah satu bait Kalamun Qodim, yaitu fayā rabbī matti‘nī bisirri ḥurūfihi, yang bermakna, “Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku rahasia dalam huruf-hurufnya.”

Bait tersebut menggambarkan permohonan agar Allah SWT memberikan pemahaman, keberkahan, serta kemampuan untuk mengambil ilmu dan petunjuk dari Al-Qur'an.

Kalamun Qodim setelah sholat dapat diamalkan sebagai pembuka sebelum membaca atau menghafal Al-Qur'an, terutama dalam tradisi pembelajaran di lingkungan pesantren.

Hal yang paling penting bukan hanya keteraturan bacaannya, tetapi juga ketulusan niat, kekhusyukan, dan kesungguhan untuk memahami serta mengamalkan kandungan Al-Qur'an.

Teks Lengkap Bacaan Kalamun Qodim Arab, Latin dan artinya

Berikut adalah teks lengkap doa Kalamun Qodim dalam bahasa Arab, transliterasi Latin, beserta artinya mengutip dari buku Pembelajaran Al-Qur'an Tingkat Dasar, Menengah, dan Mahir yang Terintegrasi oleh Teknologi Berbasis karya Andreas dkk.:

كَــلأَمٌ قَدِيمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُهُ ۞ تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ ونِيَّةٍ

Latin: Kalâmun qodîmun lâ yumallu samâ'uhu ۞ Tanazzaha 'an qoulin wa fi'lin wa niyyati

Artinya: Al-Qur'an adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan. Yang disucikan dari ucapan, perbuatan, dan kehendak.

بِهِ أَشْتَفِى مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ ۞ دَلِيْلٌ لِقَلْبِي عِنْدَ جَهْلٍ وَحَيْرَةٍ

Latin: Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu ۞ Dalîlun liqolbî 'inda jahlî wa hairotî

Artinya: Dengan Al-Qur'an itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit, dan cahaya Al-Qur'an itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan.

فَيَـا رَبِّ مَتِّعْنِي بِسِرِّ حُرُوْفِهِ ۞ وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِي وَسَمْعِى وَمُقْلَتِيْ

Latin: Fayâ robbi matti'nî bisirri hurûfihi ۞ Wa nawwir bihi qolbî wa sam'î wa muqlatî

Artinya: Wahai Tuhanku, anugerahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al-Qur'an, dan berilah cahaya di hatiku, pendengaran, dan mataku berkat Al-Qur'an.

وَيَارَبِّ يَا فَتَّاحُ إِِفْتَحْ قُلُوبَنَا ۞ وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِى عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ

Latin: Wa yâ robbi yâ fattâhu iftah qulûbanâ ۞ Wa fahhim bihi qolbî 'ulûmasy-syarî'ati

Artinya: Tuhanku yang Maha Pembuka, bukakanlah hati kami, dan dengannya (Al-Qur'an), fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat.

وَصَلِّ وَسَلِّمْ يَا إِلٰهِى لِمُنْذِرِ ۞ عَدَدَ حُرُوْفٍ بِالْقُرْاٰنِ وَالسُّوْرَةِ

Latin: Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri ۞ 'Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti

Artinya: Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad SAW), sebanyak huruf-huruf dan surah-surah Al-Qur'an.

وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ ۞ بِجَاهِ النَّبِيِّ وَ الْآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ

Latin: Wa sah-hil 'alayya hifzhahu tsumma darsahu ۞ Bijâhin-nabiyyi wal âli tsummash-shohâbah

Artinya: Dan mudahkanlah bagiku menghafal Al-Qur'an lalu mempelajarinya, sebab kedudukan mulia Nabi, keluarga, dan para sahabatnya.

قُرْاَنُنَا مِنْ مُعْجِزَاتِ الْمُصْطَفَی مُحَمَّدًا ۞ أَجَلُّهَا نَفْعًا عَلَی أُمَّتِهِ مُسَرْمَدًا

Latin: Qur'ânunâ min mu'jizâtil Mushthofâ Muhammadan ۞ Ajalluhâ naf'an 'alâ ummatihi musarmadâ

Artinya: Al-Qur'an kita termasuk mukjizat orang pilihan yaitu Nabi Muhammad. Manfaat terbesarnya untuk umat beliau selamanya.

طُوْبَى لِمَنْ يَحْفَظُهُ دُنْيَا وَ اُخْرَی اَبَدًا ۞ وَ كَيْفَ لَا إِذَا يَمُوْتُ جِسْمُهُ لَنْ يَفْسُدَا

Latin: Thûbâ liman yahfazhuhu dunyâ wa ukhrâ abadâ ۞ Wa kaifa lâ idzâ yamûtu jismuhu lan yafsudâ

Artinya: Sungguh beruntung orang yang menghafal Al-Qur'an selamanya baik di dunia maupun akhirat. Bagaimana tidak, sebab ketika telah meninggal jasadnya tidak akan hancur.

Makna Mendalam Bacaan Kalamun Qodim

Syair Kalamun Qodim mengandung pesan-pesan yang sangat dalam tentang keistimewaan Al-Qur'an. Setiap baitnya menyimpan makna teologis dan spiritual yang perlu direnungkan. Berikut adalah penjelasan mendalam dari beberapa aspek utama:

Pertama, Al-Qur'an sebagai Kalam Qadim. Frasa kalâmun qodîmun menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah yang bersifat qadim, yaitu terdahulu dan tidak memiliki permulaan. Dalam ilmu kalam, sifat qadim bagi kalam Allah menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukanlah makhluk, melainkan sifat Allah yang azali. Konsekuensinya, tidak ada kebosanan bagi siapa pun yang mendengarkannya, karena ia adalah sumber hikmah yang tidak pernah kering.

Kedua, Kesucian Al-Qur'an. Bait tanazzaha 'an qoulin wa fi'lin wa niyyati menjelaskan bahwa Al-Qur'an terbebas dari unsur-unsur manusiawi seperti ucapan, perbuatan, dan kehendak. Ini menegaskan bahwa Al-Qur'an murni berasal dari Allah, bukan hasil pemikiran atau rekayasa manusia. Pesan ini mengajarkan kepada pembaca untuk mendekati Al-Qur'an dengan penuh rasa hormat dan kesucian hati.

Ketiga, Al-Qur'an sebagai Obat dan Cahaya. Syair ini menyebutkan bahwa dengan Al-Qur'an, seseorang memohon kesembuhan dari segala penyakit (bihi asytafî min kulli dâ-in). Penyakit yang dimaksud tidak terbatas pada penyakit fisik, tetapi juga penyakit hati seperti kebodohan, kebingungan, dan kegelisahan. Al-Qur'an menjadi dalîl (petunjuk) bagi hati yang tersesat, menerangi jalan hidup seseorang.

Keempat, Permohonan kepada Allah. Bagian fayâ robbi matti'nî bisirri hurûfihi adalah doa yang sangat indah. Seorang pembaca memohon agar Allah memberikan kenikmatan berupa rahasia-rahasia yang terkandung dalam setiap huruf Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya aktivitas lahiriah, tetapi juga perjalanan spiritual untuk menyelami makna terdalam dari firman Allah.

Hikmah Mengamalkan Doa Kalamun Qodim Setelah Sholat

Membaca dan mengamalkan syair Kalamun Qodim setelah sholat membawa banyak hikmah dan keutamaan bagi para pengamalnya. Berikut adalah poin-poin hikmah utama:

1. Membuka Hati dan Memperoleh Kemudahan dalam Belajar Al-Qur'an

Hikmah utama dari pembacaan syair ini setelah sholat adalah terbukanya hati untuk menerima cahaya Al-Qur'an. Nadzam ini berisi doa iftah qulubana (bukakanlah hati kami) dan fahhim bihi qolbi 'ulûmasy-syarî'ati (fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat).

Dengan membaca syair ini setelah sholat, seorang santri memohon kepada Allah agar hatinya dibukakan dan dipahamkan terhadap ilmu yang sedang dipelajari. Sebagian ulama memberikan faedah bahwa mengulang-ulang bait Kalamun Qodim dapat membantu menghafal Al-Qur'an.

2. Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur'an

Pembacaan syair ini secara rutin setelah sholat dipercaya dapat menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Qur'an. Syair ini mengajak pembacanya untuk merenungkan keindahan dan keagungan Al-Qur'an, sehingga tumbuh kesadaran bahwa Al-Qur'an adalah sumber kebahagiaan dan petunjuk hidup.

Pembacaan Nazam Kalamun Qadim berpengaruh terhadap semangat santri dalam belajar dan rasa cinta terhadap Al-Qur'an meningkat.

3. Memperkuat Keimanan dan Kekhusyukan

Syair ini dipercaya membawa keberkahan, memperkuat keimanan, dan membangkitkan kekhusyukan dalam setiap bacaan firman Allah. Qasidah ini menjadi perantara doa dan peneguh hati, serta dipercaya mengundang keberkahan majelis dan membentengi hati dari godaan duniawi.

Dengan membaca syair ini setelah sholat, seseorang mempersiapkan diri secara spiritual untuk menerima pesan-pesan ilahi.

4. Menjadi Wasilah Kesembuhan dan Petunjuk

Dalam syair ini terkandung doa bihi asytafî min kulli dâ-in (dengan Al-Qur'an aku meminta kesembuhan dari segala penyakit) dan dalîlun liqolbî 'inda jahlî wa hairotî (menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan).

Hikmahnya, syair ini menjadi wasilah untuk memohon kesembuhan, baik fisik maupun spiritual, serta petunjuk dalam menghadapi kebingungan hidup. Isinya tentang Al-Qur'an itu wahyu Allah yang tidak bosan didengarkan dan bisa menjadi obat penyakit.

5. Menjadi Tarbiyatul Qolbi (Pendidikan Hati)

Penelitian di Madrasah Diniyah Salafiyah Bumirejo menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Nazam Kalamun Qadim berfungsi sebagai tarbiyatul qolbi, yaitu pendidikan hati yang membukakan, menjernihkan, dan mendorong nilai-nilai spiritual santri.

Syair ini bukan hanya bacaan pembuka, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan spiritualitas.

6. Menyambung Ibadah Sholat dengan Ibadah Tilawah

Hikmah lainnya adalah tersambungnya ibadah sholat dengan ibadah membaca Al-Qur'an. Setelah menunaikan sholat sebagai kewajiban, seorang hamba melanjutkan dengan aktivitas mulia berinteraksi dengan kalamullah.

Hal ini menciptakan kesinambungan spiritual yang menjadikan seluruh waktu setelah sholat penuh dengan keberkahan dan kedekatan dengan Allah.