Keluarga Almarhum Munir Meminta Hasil Otopsi

Terbetik kabar otopsi atas jenazah Munir di Belanda, telah selesai dan dokumennya sudah dikirim ke pemerintah Indonesia. Istri Munir meminta hasil otopsi tak dibuka dan dibaca, apalagi diumumkan ke publik.

Diterbitkan 12 November 2004, 09:06 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Suciwati, istri almarhum aktivis hak asasi manusia Munir, meminta hasil otopsi jenazah suaminya diserahkan langsung kepada keluarganya. Ia juga meminta pemerintah tidak menunda penyerahan dokumen hasil otopsi itu. Tuntutan ini disampaikan Suciwati yang didampingi Direktur Eksekutif Imparsial Rachlan Nashidik di Jakarta, Kamis (11/11).

Hampir 100 hari, mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu meninggal dunia. Namun, hingga kini, hasil otopsi jenazah Munir di Belanda, belum juga diterima pihak keluarga. Padahal Rachlan mendapat informasi bahwa otopsi atas jenazah Munir telah selesai dan dokumennya sudah dikirim pemerintah Belanda ke pemerintah Indonesia.

Suciwati dan Rachlan mengaku belum mengetahui dokumen itu telah diterima pemerintah atau belum. Hanya saja, pihak keluarga merasa paling berhak untuk menerima dokumen itu. Suciwati juga meminta pemerintah tidak membuka dan membaca hasil otopsi serta mengumumkan kepada publik. Menurut dia, saat awal pemeriksaan, dirinya pernah dijanjikan pihak Kepolisian Belanda untuk menjadi orang pertama yang menerima hasil otopsi suaminya [baca: Istri Munir Bertolak ke Belanda]. "Mereka berjanji setelah selesai akan menyerahkan hasil otopsi itu kepada kami," kata Suciwati.(DEN/Zulkarnain dan Eko Purwanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6