Rumah Munir Masih Disesaki Pelayat

Kesedihan tampak nyata di wajah Suciwati. Sesekali air mata mengalir di pipinya saat menerima ucapan belasungkawa dari kerabat dan teman-teman Munir. Suciwati akan ke Belanda untuk menjemput jasad suaminya.

Diterbitkan 08 September 2004, 14:58 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bekasi: Kediaman almarhum Munir di Jalan Cendana XII Nomor 12, Jakasampurna Permai, Bekasi Barat, Jawa Barat, masih disesaki pelayat, Rabu (8/9) siang. Sementara, petang nanti, Suciwati dijadwalkan terbang ke Belanda untuk menjemput jasad suaminya yang kini masih terbaring di mortoarium Bandar Udara Schiphol, Amsterdam. Dia akan ditemani Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Usman Hamid dan Pungki Idarti dari Imparsial.

Kesedihan tampak nyata di wajah Suciwati. Sesekali air mata mengalir di pipinya saat menerima ucapan belasungkawa dari kerabat dan teman-teman Munir--satu di antaranya ibunda Yani Afri (korban penculikan pada 1997). Namun demikian, dia berusaha tetap tegar. Karangan bunga bertuliskan "Turut Berbela Sungkawa" juga terus mengalir ke rumah duka.

Kepada SCTV, Suciwati mengatakan, rencananya jenazah Munir tiba di Jakarta, Sabtu depan. Jenazah kemudian langsung diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur, untuk disemayamkan di rumah orang tuanya di Jalan Diponegoro Nomor 169, Kota Batu, Malang, Jatim, sebelum akhirnya dikuburkan.

Sejauh ini, penyebab pasti kematian Munir belum diketahui. Mufid, kakak kandung almarhum, mengatakan selama ini adiknya tak pernah mengeluh sakit. Tapi, menurut dia, satu tahun silam penerima penghargaan Yap Thiam Hien Award ini terdeteksi mengidap radang hati, namun tak jadi dioperasi.

Aktivis hak asasi manusia itu meninggal dalam pesawat ketika hendak ke Belanda. Sedianya, bapak dua anak ini--Sultan Alifa Alenda dan Diva--akan melanjutkan studi program master (S2) di Universitas Utrecht. Dugaan yang berkembang, bekas Direktur Eksekutif Imparsial ini mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung [baca: Munir Meninggal].(ICH/Ariyo Ardi dan Erwin Arief)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6