Liputan6.com, Jakarta Cabe menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu tersedia di rumah, terutama bagi pecinta masakan pedas. Sayangnya, cabe segar sangat mudah layu, busuk, atau berjamur jika tidak disimpan dengan cara yang benar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan cabe biar awet di kulkas, agar stok cabe tetap segar dan siap digunakan kapan saja tanpa harus bolak-balik ke pasar.
Banyak orang hanya meletakkan cabe begitu saja di rak kulkas, padahal suhu dingin yang tidak stabil bisa membuat cabe cepat lembek dan menghitam. Dengan memahami cara menyimpan cabe biar awet di kulkas, Anda bisa memperpanjang umur simpan cabe hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Beberapa trik seperti menyimpan dalam wadah tertutup, menggunakan tisu kering sebagai penyerap kelembapan, hingga membekukan cabe utuh bisa jadi solusi praktis di dapur.
Advertisement
Tidak hanya menghemat pengeluaran, menyimpan cabe dengan cara yang benar juga membuat Anda lebih tenang saat memasak. Tak perlu khawatir lagi kehabisan bahan pelengkap karena sudah menerapkan cara menyimpan cabe biar awet di kulkas yang efektif. Dengan begitu, masakan pedas favorit keluarga tetap bisa tersaji kapan pun tanpa kendala bahan basi atau rusak.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (3/6/2025).Â
Tips Memilih Cabai Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5021523/original/079273200_1732593361-42083.jpg)
Sebelum menyimpan cabai, penting untuk memilih cabai yang berkualitas baik. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih cabai yang segar:
1. Pilih Cabai dengan Warna Cerah dan Merata
Warna menjadi indikator utama kesegaran cabai. Pilihlah cabai yang memiliki warna merah, hijau, atau oranye cerah, tergantung jenisnya, dan pastikan warnanya merata di seluruh permukaan. Warna yang pudar atau belang-belang bisa menjadi tanda bahwa cabai sudah terlalu lama dipanen atau terpapar suhu yang tidak stabil. Cabai dengan warna cerah biasanya masih segar dan memiliki kandungan air yang cukup, sehingga lebih tahan lama saat disimpan di kulkas.
2. Pastikan Permukaan Cabai Mulus tanpa Bercak atau Kerusakan
Periksa kondisi kulit cabai secara menyeluruh. Cabai berkualitas baik memiliki permukaan yang halus, mengilap, dan bebas dari bercak hitam, lubang, atau kerusakan fisik lainnya. Bercak atau noda gelap biasanya menjadi awal dari pembusukan atau jamur, yang akan menyebar dengan cepat saat disimpan. Memilih cabai dengan permukaan mulus membantu Anda menyimpan bahan yang sehat dan tidak cepat rusak.
3. Periksa Tangkai Cabai, Pilih yang Masih Hijau dan Segar
Tangkai cabai bisa menjadi petunjuk seberapa segar cabai tersebut. Cabai yang baru dipanen biasanya memiliki tangkai yang berwarna hijau segar, lentur, dan tidak layu. Sebaliknya, tangkai yang sudah kecokelatan, kering, atau lepas dari buahnya menandakan cabai sudah cukup lama disimpan dan kualitasnya mulai menurun. Dengan memilih cabai bertangkai hijau, Anda akan mendapatkan cabai yang masih segar dan tahan lebih lama saat disimpan.
4. Hindari Cabai yang Terlihat Layu atau Keriput
Cabai yang sudah layu, keriput, atau terasa lembek saat dipegang biasanya telah kehilangan kelembapannya. Ini menjadi tanda bahwa cabai tidak lagi segar dan akan cepat membusuk jika disimpan. Tekstur kulit cabai yang masih segar seharusnya padat, kencang, dan sedikit lentur. Menghindari cabai yang keriput berarti Anda menghindari risiko cabe cepat busuk saat disimpan di kulkas.
5. Cium Aroma Cabai, Pilih yang Memiliki Aroma Segar Khas Cabai
Aroma juga bisa menjadi indikator kualitas. Cabai segar memiliki bau khas yang tajam dan menyengat, terutama pada jenis cabai rawit atau cabai merah keriting. Jika saat dicium tidak ada aroma segar atau justru tercium bau apek, asam, atau bau seperti busuk, kemungkinan cabai tersebut sudah mulai rusak. Dengan memilih cabai yang beraroma segar, Anda tidak hanya mendapat rasa pedas yang maksimal, tetapi juga jaminan bahwa cabai masih dalam kondisi terbaik untuk disimpan.
Dengan memilih cabai berkualitas baik, Anda telah melakukan langkah awal yang penting dalam menjaga keawetan cabai saat disimpan.
Advertisement
Persiapan Sebelum Menyimpan Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4393537/original/080064500_1681367945-cabai_rawit.jpeg)
Sebelum menyimpan cabai di kulkas, ada beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan:
1. Sortir Cabai Terlebih Dahulu
Langkah pertama yang sangat penting adalah menyortir cabai sebelum disimpan. Pisahkan cabai yang terlihat rusak, mulai membusuk, berjamur, atau sudah terlalu lembek dari yang masih segar dan keras. Cabai yang sudah tidak layak simpan bisa menjadi sumber kontaminasi bagi cabai lainnya. Jika disimpan bersama dalam satu wadah, jamur dan pembusukan dari satu buah cabai bisa menyebar dengan cepat ke cabai yang lain. Oleh karena itu, proses sortir ini sangat krusial untuk menjaga kualitas keseluruhan selama penyimpanan di kulkas.
2. Bersihkan Permukaan Cabai dengan Tisu Kering
Setelah disortir, bersihkan permukaan cabai dari debu atau kotoran yang mungkin menempel saat dipanen atau saat disimpan di pasar. Gunakan kain kering, tisu dapur, atau tisu kering lainnya—hindari penggunaan air karena kelembapan berlebih bisa mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Pembersihan ini bertujuan agar tidak ada partikel asing yang ikut terbawa ke dalam wadah penyimpanan dan merusak kesegaran cabai. Membersihkan cabai secara kering juga membantu mencegah timbulnya bercak hitam atau lapisan berlendir saat disimpan dalam suhu dingin.
3. Potong Sebagian Tangkai Cabai
Cabai yang masih memiliki tangkai panjang sebaiknya dipotong sebagian sebelum disimpan. Tangkai cabai bisa menyimpan kelembapan atau bahkan membusuk lebih dulu dibandingkan buah cabainya. Potonglah tangkai cabai, namun sisakan sedikit bagian pangkal tangkai yang menempel agar cabai tetap terlindungi dan tidak cepat kehilangan kelembapannya. Selain menjaga kualitas, langkah ini juga memudahkan dalam proses pengemasan karena cabai menjadi lebih ringkas dan mudah ditata dalam wadah.
4. Pastikan Cabai dalam Keadaan Kering Sebelum Disimpan
Salah satu faktor utama penyebab cabai cepat busuk di dalam kulkas adalah kelembapan. Oleh karena itu, pastikan cabai benar-benar dalam kondisi kering sebelum dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan. Jika cabai masih terasa sedikit lembap, sebaiknya diamkan terlebih dahulu di suhu ruang hingga benar-benar kering atau lap kembali dengan tisu kering.
Menyimpan cabai dalam kondisi basah atau lembap akan mempercepat pertumbuhan jamur, terutama jika disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Menjaga cabai tetap kering akan sangat membantu dalam memperpanjang masa simpannya hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Persiapan yang tepat akan membantu memperpanjang masa simpan cabai dan menjaga kualitasnya.
Cara Menyimpan Cabe Biar Awet di Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2900477/original/066682300_1567498650-elle-hughes-sFU3-fwZ6nQ-unsplash.jpg)
Ada beberapa cara efektif menyimpan cabe biar awet di kulkas, yakni:
1. Pilih Cabai Segar
Sebelum menyimpan, pastikan Anda memilih cabai yang segar. Ciri-ciri cabai segar adalah mulus, tidak keriput, dan tidak ada perubahan warna yang menandakan pembusukan. Cabai yang berkualitas baik akan bertahan lebih lama di kulkas. Hindari memilih cabai yang sudah terlihat layu atau memiliki bintik-bintik.
2. Buang Tangkai Cabai
Tangkai cabai sering menjadi tempat dimulainya pembusukan. Potong tangkai cabai dengan hati-hati menggunakan pisau atau gunting bersih. Sisakan sedikit bagian pangkalnya agar cabai tidak cepat layu. Membuang tangkai dapat membantu memperlambat proses pembusukan dan menjaga kesegaran cabai lebih lama.
3. Cuci dan Keringkan Cabai
Cuci cabai hingga bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida. Setelah dicuci, keringkan cabai secara menyeluruh menggunakan tisu atau kain bersih. Pastikan tidak ada air yang tersisa karena kelembapan dapat mempercepat pembusukan. Beberapa ahli menyarankan untuk tidak mencuci cabai jika tidak akan langsung digunakan.
4. Gunakan Wadah Kedap Udara
Simpan cabai dalam wadah kedap udara atau kantong plastik yang dapat ditutup rapat. Wadah kedap udara membantu mencegah masuknya udara dan kelembapan yang dapat mempercepat pembusukan. Hindari menggunakan kantong plastik biasa karena sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan kelembapan dan pembusukan.
5. Lapisi dengan Tisu Kering
Untuk menyerap kelembapan berlebih, lapisi dasar wadah dengan tisu kering sebelum memasukkan cabai. Tisu akan membantu menjaga cabai tetap kering dan mencegah pembentukan jamur. Periksa tisu secara berkala dan ganti jika terlihat basah.
6. Simpan di Suhu yang Tepat
Simpan cabai di dalam kulkas pada suhu yang tepat, sekitar 5 derajat Celcius. Suhu yang stabil membantu mencegah penguapan dan memperlambat pembusukan. Hindari menyimpan cabai di dekat bahan makanan lain yang dapat mengeluarkan gas etilen, seperti buah-buahan tertentu, karena dapat mempercepat pematangan dan pembusukan cabai.
7. Bekukan Cabai (Opsional)
Untuk penyimpanan jangka panjang, Anda dapat membekukan cabai. Cuci, keringkan, dan potong cabai sebelum memasukkannya ke dalam wadah kedap udara. Simpan di dalam freezer. Cabai beku dapat bertahan hingga beberapa bulan dan tetap mempertahankan rasa pedasnya.
8. Periksa Secara Berkala
Periksa cabai secara berkala untuk memastikan tidak ada yang membusuk. Buang cabai yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan untuk mencegah kontaminasi pada cabai lainnya. Memeriksa secara rutin membantu menjaga kualitas seluruh cabai yang disimpan.
Â
Advertisement
Pemilihan Wadah yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5172989/original/001351300_1742804335-assortment-frozen-healthy-food_23-2148969427.jpg)
Pemilihan wadah yang tepat sangat penting dalam menjaga keawetan cabai. Berikut adalah beberapa opsi wadah yang dapat digunakan:
1. Wadah Plastik Kedap Udara
Wadah plastik kedap udara adalah salah satu pilihan paling umum untuk menyimpan cabai di kulkas. Jenis wadah ini mampu menjaga kelembaban alami cabai tanpa membuatnya terlalu lembap. Dengan penutup rapat, udara luar tidak mudah masuk, sehingga risiko kontaminasi bakteri atau jamur bisa dikurangi.
Cabai yang disimpan dalam wadah kedap udara juga terhindar dari bau menyengat bahan makanan lain di kulkas, seperti bawang atau daging. Selain itu, wadah plastik umumnya ringan dan praktis, serta mudah disusun di rak kulkas.
2. Toples Kaca
Toples kaca merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan karena bisa digunakan berulang kali tanpa mengurangi kualitasnya. Selain itu, kaca tidak menyerap bau dan tidak bereaksi terhadap asam atau kelembapan dari cabai.
Hal ini membuat cabai tetap segar tanpa terpengaruh oleh rasa atau aroma bahan lain. Kelebihan lainnya adalah toples kaca mudah dibersihkan dan bisa direbus untuk sterilisasi. Namun, Anda perlu memastikan bahwa toples memiliki penutup yang rapat agar tetap menjaga kualitas penyimpanan.
3. Kantong Zip-lock
Kantong zip-lock sangat cocok bagi Anda yang ingin menyimpan cabai dalam jumlah sedikit atau ingin memisahkan cabai berdasarkan tingkat kematangan atau jenisnya. Zip-lock sangat praktis karena fleksibel, hemat tempat, dan bisa langsung dimasukkan ke dalam freezer. \
Anda juga bisa mengeluarkan udara dari dalam kantong sebelum menutupnya agar cabai tidak terpapar oksigen berlebihan. Jika ingin menyimpan cabai dalam waktu lama, terutama di dalam freezer, kantong zip-lock adalah solusi penyimpanan yang efisien.
4. Wadah Berlubang atau Berlubang Halus (Ventilated Container)
Wadah berlubang atau yang memiliki ventilasi sangat baik digunakan untuk menyimpan cabai dalam kulkas bagian bawah (crisper). Lubang-lubang kecil memungkinkan adanya sirkulasi udara, sehingga mencegah kelembapan terperangkap terlalu lama yang dapat menyebabkan jamur.
Jenis wadah ini cocok untuk cabai yang belum benar-benar kering atau untuk penggunaan harian. Namun, karena wadah ini memungkinkan udara masuk, Anda perlu menempatkannya di bagian kulkas yang tidak terlalu lembap untuk mencegah cabai cepat layu.
Pastikan wadah yang dipilih bersih dan kering sebelum digunakan untuk menyimpan cabai. Hindari menggunakan wadah yang terlalu besar agar udara di dalamnya tidak terlalu banyak.
Pengaturan Suhu Ideal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240618/original/079683900_1748926985-Gemini_Generated_Image_aygq0vaygq0vaygq.jpg)
Suhu penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesegaran cabai. Berikut adalah panduan suhu untuk berbagai jenis penyimpanan:
1. Penyimpanan di Laci Sayuran (7–10°C)
Laci sayuran merupakan tempat paling ideal untuk menyimpan cabai segar dalam kulkas. Suhu di laci ini biasanya berkisar antara 7 hingga 10 derajat Celsius, cukup sejuk namun tidak terlalu dingin sehingga tekstur cabai tetap renyah dan warnanya tidak cepat pudar.
Suhu ini juga membantu mempertahankan kelembapan alami cabai tanpa menyebabkan kondensasi berlebihan yang bisa memicu pembusukan. Laci sayuran juga dirancang untuk menjaga sirkulasi udara tetap stabil dan tidak terlalu kering, sehingga cabai bisa bertahan lebih lama, biasanya hingga 1–2 minggu jika disimpan dengan benar.
2. Penyimpanan di Rak Utama Kulkas (3–5°C)
Jika tidak ada ruang di laci sayuran, cabai bisa disimpan di rak utama kulkas dengan suhu sekitar 3 hingga 5 derajat Celsius. Suhu ini lebih dingin dari laci sayuran dan lebih cocok untuk cabai yang ingin segera digunakan dalam beberapa hari.
Namun, penyimpanan di suhu ini harus disertai dengan wadah tertutup atau plastik berlubang untuk mencegah cabai menjadi terlalu kering atau terkena embun yang bisa menyebabkan busuk. Rak utama juga rentan terhadap perubahan suhu karena sering dibuka, jadi pastikan cabai ditempatkan di bagian belakang rak agar suhunya lebih stabil.
3. Penyimpanan di Freezer (-18°C atau Lebih Rendah)
Untuk penyimpanan jangka panjang, cabai bisa dibekukan di dalam freezer dengan suhu minimal -18 derajat Celsius. Pada suhu ini, cabai bisa bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengalami pembusukan. Namun, tekstur cabai biasanya akan berubah setelah dibekukan, menjadi lebih lembek saat dicairkan.
Oleh karena itu, cabai beku sebaiknya digunakan untuk masakan berkuah atau yang tidak memerlukan tekstur segar, seperti sambal, tumisan, atau kari. Pastikan cabai dibersihkan dan dikeringkan sebelum dimasukkan ke dalam kantong zip-lock atau wadah kedap udara untuk menghindari terbentuknya kristal es.
Perhatikan bahwa suhu yang terlalu rendah dapat merusak tekstur cabai segar, sementara suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat pembusukan. Atur suhu kulkas Anda sesuai dengan rekomendasi di atas untuk hasil terbaik.
Advertisement
Durasi Penyimpanan Cabai
Lama penyimpanan cabai tergantung pada metode dan kondisi penyimpanan. Berikut adalah perkiraan durasi penyimpanan cabai:
1. Di Suhu Ruang (2–3 Hari)
Jika Anda menyimpan cabai di suhu ruang, misalnya di dapur atau meja makan tanpa pendingin, cabai umumnya hanya bertahan antara 2 hingga 3 hari. Setelah itu, cabai mulai layu, kulitnya mengeriput, dan rasa segarnya berkurang.
Suhu ruang cenderung membuat cabai lebih cepat mengalami dehidrasi, apalagi jika udara sekitar cukup panas atau lembap. Untuk cabai segar yang akan segera digunakan, penyimpanan di suhu ruang masih bisa ditoleransi, tetapi sebaiknya segera diolah agar tidak terbuang.
2. Di Laci Sayuran Kulkas (1–2 Minggu)
Menyimpan cabai di laci sayuran kulkas bisa memperpanjang umur simpannya hingga 1 sampai 2 minggu. Suhu di dalam laci sayuran (sekitar 7–10°C) cukup ideal karena menjaga kelembapan dan mencegah cabai cepat layu.
Dengan syarat cabai dalam kondisi kering dan disimpan dalam wadah tertutup atau plastik berlubang, cabai akan tetap segar dan renyah. Ini cocok untuk penggunaan cabai secara bertahap dalam masakan harian.
3. Di Rak Utama Kulkas (2–3 Minggu)
Jika Anda meletakkan cabai di rak utama kulkas yang suhunya lebih dingin (sekitar 3–5°C), masa simpan cabai bisa mencapai 2 hingga 3 minggu. Namun, Anda perlu lebih berhati-hati karena suhu rendah ini bisa menyebabkan permukaan cabai mudah lembap jika tidak disimpan dalam wadah yang sesuai.
Untuk mencegah busuk, gunakan wadah tertutup yang dilapisi tisu kering agar kelembapan tetap terkontrol. Metode ini cocok jika Anda membeli cabai dalam jumlah banyak namun belum sempat digunakan dalam waktu dekat.
4. Di Freezer (6–8 Bulan)
Untuk penyimpanan jangka panjang, cabai bisa dibekukan di dalam freezer dengan suhu minimal -18°C. Dalam kondisi beku, cabai bisa bertahan antara 6 hingga 8 bulan. Meskipun warna dan rasa tetap terjaga, tekstur cabai akan berubah menjadi lebih lembek setelah dicairkan.
Oleh karena itu, cabai beku lebih cocok digunakan untuk masakan seperti sambal, sup, atau tumisan. Pastikan cabai dalam keadaan kering sebelum dibekukan dan simpan dalam kantong zip-lock atau wadah kedap udara untuk menghindari terbentuknya kristal es.
Ingatlah bahwa durasi ini hanya perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kualitas awal cabai dan kondisi penyimpanan. Selalu periksa cabai secara berkala dan gunakan segera jika mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Alternatif Penyimpanan Tanpa Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5172993/original/062122100_1742804585-green-chilies-hanged-from-thread_114579-15291.jpg)
Jika Anda tidak memiliki akses ke kulkas atau ingin mencoba metode tradisional, berikut adalah beberapa alternatif penyimpanan cabai:
1. Pengeringan
Jemur cabai di bawah sinar matahari atau gunakan pengering makanan untuk membuat cabai kering yang tahan lama.
2. Pengasinan
Rendam cabai dalam larutan garam untuk memperpanjang masa simpannya.
3. Pengawetan dalam Minyak
Simpan cabai dalam botol berisi minyak zaitun untuk menciptakan minyak cabai yang awet.
4. Fermentasi
Buat sambal fermentasi yang tidak hanya awet tetapi juga memiliki cita rasa unik.
Cara alternatif dalam menyimpan cabe tanpa kulkas ini dapat menjadi pilihan menarik untuk menyimpan cabai dalam jangka panjang tanpa menggunakan kulkas. Metode ini juga bisa dilakukan bagi anda yang tidak mempunyai kulkas di rumah.Â
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Penyimpanan Cabai
Q: Apakah cabai yang sudah dipotong bisa disimpan?
A: Ya, cabai yang sudah dipotong dapat disimpan di kulkas dalam wadah tertutup selama 2-3 hari atau di freezer hingga 3 bulan.
Q: Bagaimana cara mengetahui jika cabai sudah tidak layak konsumsi?
A: Cabai yang tidak layak konsumsi biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti perubahan warna, tekstur lembek, atau munculnya jamur.
Q: Apakah menyimpan cabai bersama buah-buahan dapat mempengaruhi kesegarannya?
A: Sebaiknya hindari menyimpan cabai bersama buah-buahan yang menghasilkan etilen, seperti apel atau pisang, karena dapat mempercepat proses pematangan dan pembusukan cabai.
Q: Berapa lama cabai kering dapat disimpan?
A: Cabai kering dapat disimpan hingga 1 tahun jika disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering.
Q: Apakah cabai yang disimpan di freezer perlu dicairkan sebelum digunakan?
A: Tidak perlu mencairkan cabai beku sebelum digunakan. Anda dapat langsung memotong atau mengirisnya dalam keadaan beku untuk dimasak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240617/original/094553200_1748926984-Gemini_Generated_Image_nq9dqcnq9dqcnq9d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)