El Salvador Beli Bitcoin dan Emas saat Harga Turun

El Salvador membeli bitcoin (BTC) dan emas saat harga melemah menunjukkan strategi yang unik.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 10:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - El Salvador membeli bitcoin (BTC) dan emas saat harga turun pada Kamis, 29 Januari 2026. Dengan aksi beli emas dan bitcoin memperkuat strategi unik untuk membangun cadangan di kedua aset itu secara bersamaan.

Mengutip Yahoo Finance, Minggu (1/2/2026), Bank Sentral El Salvador mengatakan telah membeli 9.298 ounce emas senilai USD 50 juta atau Rp 838,70 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.770), meningkatkan total cadangan menjadi 67.403 ounce senilai USD 360 juta atau Rp 6,03 triliun.

Banco Central de Reserve mengatakan, akuisisi itu mengkonsolidasikan ekuitas jangka panjang dan membantu menjaga keseimbangan yang bijaksana dalam kompoii cadangan devisa.

Presiden El Salvador menyambut baik pembelian itu. “Kita baru saja membeli saat harga turun lagi,” tulis dia.

Pembelian Bitcoin Berlanjut Tanpa Henti

Pembelian emas itu bertepatan dengan akumulasi bitcoin yang sedang berlangsung di negara itu. Data dari Kantor Bitcoin Nasional El Salvador menunjukkan satu BTC ditambahkan ke cadangan pada Kamis, dan total tujuh BTC selama sepekan terakhir,s esuai dengan kebijakan satu bitcoin per hari.

Cadangan Bitcoin nasional negara tersebut telah tumbuh menjadi 7.547,37 BTC, senilai USD 624,24 juta atau Rp 10,47 triliun dengan harga saat ini. Hingga saat penulisan ini, negara tersebut merupakan pemegang Bitcoin pemerintah terbesar kelima, menurut bitcointreasuries.net, setelah Amerika Serikat (AS), China, dan Inggris.  

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

El Salvador Adopsi Aset Digital

El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi aset digital terkemuka sebagai alat pembayaran resminya pada 2021 dan terus menambah jumlahnya terlepas dari fluktuasi harga atau volatilitas pasar global.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah meminta El Salvador untuk menghentikan pembelian Bitcoin oleh sektor publik sebagai bagian dari kesepakatan pendanaan senilai USD 1,4 miliar awal tahun ini. Meskipun negara tersebut mengubah undang-undang Bitcoin-nya dan menjadikan penerimaan Bitcoin bersifat sukarela daripada wajib, negara tersebut belum menghentikan pembeliannya, sebagai mata uang utama negara tersebut.

Emas dan Bitcoin Turun

Pembelian tersebut terjadi setelah Bitcoin dan emas mencatat penurunan. Reli emas spot yang memecahkan rekor berbalik arah, menyeretnya turun 3,97% menjadi USD 5.158,54 per ons.

Mata uang kripto utama tersebut jatuh di bawah USD 82.000, mencapai level yang terakhir terlihat pada April.

 

 

Metaplanet Jual Saham demi Beli Bitcoin

Sebelumnya, Metaplanet, perusahaan pengelola bitcoin di Jepang menyelesaikan penjualan saham dan waran satu tahun senilai USD 137 juta atau Rp 2,29 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.790). Langkah ini dilakukan Metaplanet untuk membeli lebih banyak bitcoin (BTC).

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (30/1/2026), penggalangan dana itu mencakup 24.529.000 saham biasa yang baru diterbitkan dan dijual melalui alokasi pihak ketiga kepada pembeli luar negeri. Demikian disampaikan Metaplanet dalam unggahan di platform X dahulu bernama Twitter.

Perusahaan itu menjelaskan memilih struktur ini untuk penggalangan dana untuk mendistribusikan dilusi dan menetapkan harga pelaksanaan waran di atas level perdagangan saat ini.

"Meskipun penggalangan dana ini akan mengakibatkan penjualan saham biasa perusahaan, dan mengalokasikan dana untuk akuisisi bitcoin diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan bitcoin per saham,” kata Metaplanet dalam pengajuannya.

Metaplanet akan memiliki waktu satu tahun mulai 16 Februari 2026 untuk memakai dana itu. Metaplanet saat ini memegang bitcoin senilai hampir USD 3 miliar atau Rp 50,36 triliun dengan 35.102 BTC.

Namun, perjalanan perusahaan Jepang ini tidak selalu mulus. Pada 2025, harga saham perusahaan mencapai puncaknya USD 15,35 pada Mei dan kemudian merosot hingga USD 2,50 sepanjang sisa tahun tersebut.

Saham tersebut, yang diperdagangkan dengan kode MTPLF di OTC Markets OTCQX, telah naik 7% sejak awal tahun dan diperdagangkan seharga USD 2,77 pada saat penulisan.