Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri dan Executive Chairman Strategy, Michael Saylor mengunggah grafik pelacak bitcoin perusahaan ke platform X, dahulu bernama Twitters pada Minggu pagi, 28 Juni 2026.
Ia memberikan keterangan dalam unggahan grafik tersebut. “Kita akan membutuhkan lebih banyak grafik,” tulis dia.
Mengutip the block, Senin, (29/6/2026), ini adalah sinyal yang biasa ia berikan. Pemegang bitcoin korporat terbesar mungkin akan mengungkapkan pembelian baru pada pekan depan.
Advertisement
Secara historis, unggahan Saylor dengan grafik titik orange mendahului pengajuan 8-K yang mengkonfirmasi Strategy membeli bitcoin pekan sebelumnya. Ia menggunakan petunjuk serupa pada 7 Juni dan 21 Juni, keduanya diikuti oleh pengungkapan pembelian.
Grafik kali ini menampilkan kepemilikan Strategy dengan nilai pasar sekitar US$ 50,8 miliar atau Rp 906,11 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.840). Ini lebih rendah dibandingkan harga pokok mendekati US$ 64,1 miliar atau Rp 1.143 triliun.
Adapun Strategy memegang 847.363 bitcoin dengan rata-rata biaya US$ 75.646 atau Rp 1,34 miliar. Hal itu diungkapkan perseroan pada 22 Juni 2026. Dengan demikian, posisi itu mengalami kerugian sekitar US$ 13 miliar atau Rp 231,88 triliun, dengan harga bitcoin mendekati US$ 60.000 atau Rp 1,07 miliar.
The block mencapai US$ 14 miliar atau Rp 249,71 triliun seiring aksi jual yang semakin dalam.
Sinyal ini menyusul akuisisi terkecil perusahaan baru-baru ini. Pada 22 Juni, Strategy mengungkapkan pembelian 520 bitcoin sekitar US$ 35 juta atau Rp 624,29 juta. Aksi pembelian ini menambahkan US$ 300 juta atau Rp 5,35 triliun ke cadangan dolar-nya sehingga menjadi US$ 1,4 miliar atau Rp 24,97 triliun.
Laju yang lebih lambat ini terjadi seiring dengan meningkatnya tekanan pada model pendanaan. Saham biasa Strategy, MSTR, jatuh ke sekitar US$ 82 pada Jumat pekan lalu. Ini level terendah sejak Februari 2024, menurut The Block.
Saham preferen STRC dengan suku bunga variabel perusahaan, yang dirancang untuk diperdagangkan mendekati nilai nominal US$ 100, jatuh ke level terendah sepanjang masa sekitar US$ 71 minggu lalu. Saham ini memberikan dividen tahunan sebesar 11,5%.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Grayscale Sebut Bitcoin Butuh Pembeli Selain Strategy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
Sebelumnya, Head of Research Grayscale, Zach Pandl menuturkan, kemampuan Strategy untuk akumulasi bitcoin (BTC) terbatas pada harga saham STRC dan MSTR. Ia menunjukkan, pembeli lain perlu turun tangan supaya harga bitcoin dapat mencapai titik terendah yang berkelanjutan.
Mengutip the blockc, ditulis Sabtu, (6/6/2026), komentar Pandl muncul setelah Strategy mengungkapkan awal pekan ini menjual 32 bitcoin (BTC) senilai US$ 2,5 juta atau Rp 45,22 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090). Strategy mengurangi bitcoin dengan rata-rata harga US$ 77.135 atau Rp 1,39 miliar. Dengan aksi jual itu, total kepemilikan bitcoin menjadi 843.706 BTC. Transaksi itu menandai pertama kali Strategy menjual bitcoin sejak Desember 2022.
Dalam catatan yang diterbitkan Kamis, Pandl mengatakan, penjualan tersebut kecil dibandingkan dengan total kepemilikan BTC Strategy. Namun, ia berpendapat perubahan dalam manajemen keuangan perusahaan membebani sentimen pasar yang sudah terguncang oleh ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.
Menurut catatan tersebut, volatilitas juga memengaruhi saham preferen dengan suku bunga variabel milik Strategy, Stretch (STRC), yang dirancang untuk diperdagangkan mendekati US$ 100 atau Rp 1,8 juta dan saat ini membayar dividen sebesar 11,5%. Harga saham di bawah level tersebut meningkatkan pengembalian yang dibutuhkan investor dan dapat meningkatkan kewajiban dividen, yang dapat dipenuhi Strategy dengan menyesuaikan pembayaran, tetapi dengan biaya tekanan arus kas yang lebih tinggi yang terkait dengan neraca yang didukung bitcoin.
"Singkatnya, model bisnis Strategy yang menggunakan leverage berada di bawah tekanan, dan ini telah meningkatkan volatilitas untuk pasar BTC secara keseluruhan," kata catatan tersebut.
"Lebih lanjut, kami berpikir bahwa Strategy, yang secara historis merupakan pembeli bersih BTC, akan memiliki kemampuan terbatas untuk mengakumulasi lebih banyak token pada harga saham saat ini untuk STRC dan MSTR."
Advertisement
Harga Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674212/original/048639800_1701747087-thought-catalog-I0TDRP0fj6Y-unsplash.jpg)
STRC naik tipis 0,8% dan ditutup pada US$ 95,42 pada Kamis, tetapi tetap di bawah level US$ 100 sejak pertengahan Mei. Jumlah nominal total STRC mencapai hampir US$ 10,5 miliar. MSTR naik 2,2% dan ditutup pada US$ 129,37, meskipun saham tersebut masih turun sekitar 30% selama sebulan terakhir.
Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 62.300 atau Rp 1,12 miliar pada Jumat, turun 2% selama 24 jam terakhir dan sekitar 50% di bawah harga tertinggi sepanjang masa sekitar US$ 126.000 atau Rp 2,27 miliar yang dicapai pada Oktober 2025, menurut halaman harga BTC The Block.
Sementara itu, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 3,05 juta atau Rp 55,17 miliar pada Kamis, mengakhiri tren arus negatif selama 13 hari, menurut data SoSoValue. IBIT BlackRock dan MSBT Morgan Stanley adalah satu-satunya ETF Bitcoin yang mencatat arus masuk bersih, masing-masing menarik US$ 47,7 juta atau Rp 862,86 miliar dan US$ 9,9 juta atau Rp 179,08 miliar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)