Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang menolak difoto menurut psikologi dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya, pengalaman bersama orang lain, hingga rasa tidak nyaman ketika penampilan menjadi perhatian. American Psychological Association (APA) mencatat bahwa perhatian terhadap penampilan, perbandingan dengan orang lain, serta respons terhadap foto dapat berkaitan dengan cara seseorang menilai dirinya.
Menolak difoto juga tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda seseorang memiliki rasa percaya diri yang rendah. Ada orang yang memang tidak nyaman menjadi pusat perhatian, tidak menyukai hasil foto, atau merasa privasinya terganggu ketika gambar dirinya disimpan dan dibagikan. Karena itu, kebiasaan tersebut perlu dilihat dari alasan dan situasi yang menyertainya.
Psikologi dapat membantu melihat perilaku tersebut dari pola yang lebih luas. Jika seseorang hanya menolak foto pada keadaan tertentu, hal itu belum tentu menunjukkan persoalan psikologis. Sebaliknya, jika penolakan disertai kekhawatiran terhadap penampilan hingga menghindari kegiatan sosial, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (18/8).
Advertisement
1. Merasa Tidak Nyaman Saat Menjadi Pusat Perhatian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327024/original/052637800_1787047924-Pemalu_difoto.jpg)
Orang yang menolak difoto dapat merasa tidak nyaman ketika perhatian orang lain tertuju kepadanya. Kamera membuat situasi tersebut terasa lebih nyata karena seseorang mengetahui bahwa wajah dan gerak tubuhnya sedang diperhatikan serta direkam.
Dalam kondisi seperti ini, penolakan terhadap foto tidak selalu berhubungan dengan penampilan. Seseorang mungkin lebih memilih berada di belakang kamera, menikmati percakapan, atau mengikuti kegiatan tanpa harus masuk ke dalam gambar.
Ciri orang yang menolak difoto menurut psikologi pada kondisi ini lebih berkaitan dengan cara menghadapi perhatian sosial. Karena itu, seseorang tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa dirinya memiliki masalah kepercayaan diri hanya karena jarang bersedia difoto.
Advertisement
2. Tidak Suka Melihat Dirinya dalam Foto
Sebagian orang merasa berbeda ketika melihat wajah atau tubuhnya melalui foto. Kamera dapat menghasilkan gambar dari sudut, jarak, pencahayaan, dan posisi yang tidak biasa dilihat setiap hari.
Merujuk Cleveland Clinic, di sana dijelaskan bahwa seseorang dapat menjadi lebih kritis terhadap foto dirinya karena pikiran cenderung mencari bagian yang dianggap sesuai dengan keyakinan sebelumnya. Cara melihat foto juga dapat membuat seseorang merasa wajahnya tampak berbeda dari yang biasa dilihat melalui cermin.
Karena itu, orang yang menolak difoto mungkin bukan sedang menghindari orang lain. Ia bisa saja sedang menghindari pengalaman melihat gambar dirinya setelah foto tersebut diambil. Reaksi ini dapat muncul tanpa menunjukkan gangguan psikologis.
3. Pernah Mendapat Komentar tentang Penampilan
Pengalaman dari lingkungan dapat memengaruhi cara seseorang memandang foto dirinya. Komentar mengenai wajah, bentuk tubuh, pakaian, atau penampilan dapat tersimpan dalam ingatan dan muncul kembali ketika seseorang berada di depan kamera.
Pengalaman tersebut dapat membuat seseorang memperkirakan bahwa orang lain akan memberikan penilaian yang sama ketika melihat fotonya. Akibatnya, ia memilih menolak difoto agar tidak perlu menghadapi kemungkinan komentar.
Pola ini perlu dilihat dari pengalaman yang menyertainya. Menurut APA, perhatian terhadap penampilan dan perbandingan fisik dengan orang lain dapat berkaitan dengan citra tubuh serta cara seseorang menilai dirinya.
Advertisement
4. Sering Membandingkan Foto dengan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327025/original/030768700_1787047933-Orang_pemalu.jpg)
Media sosial membuat foto mudah dibandingkan. Seseorang dapat melihat foto dirinya kemudian membandingkannya dengan gambar orang lain yang sudah dipilih, diatur, atau diedit sebelum dibagikan.
Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menilai penampilannya sendiri.Perbandingan terkait penampilan melalui media sosial berkaitan dengan citra tubuh yang lebih buruk pada kelompok tertentu.
Jika penolakan terhadap foto muncul setelah kebiasaan membandingkan diri, masalahnya mungkin tidak terletak pada kamera. Perhatian seseorang bisa lebih banyak tertuju pada penilaian terhadap dirinya setelah melihat hasil foto.
5. Menghindari Foto karena Ingin Menjaga Privasi
Tidak semua penolakan terhadap foto berkaitan dengan penampilan. Ada orang yang memang tidak ingin wajahnya tersimpan, dibagikan, atau muncul di media sosial tanpa persetujuannya.
Dalam keadaan tersebut, keputusan menolak difoto merupakan bentuk batas pribadi. Seseorang dapat merasa nyaman berinteraksi dan tetap percaya diri, tetapi tidak ingin dokumentasi dirinya disebarkan kepada orang lain.
Karena itu, memahami ciri orang yang menolak difoto menurut psikologi perlu memperhatikan alasan yang disampaikan. Penolakan karena privasi tentu berbeda dengan penolakan karena ketakutan terhadap penampilan atau penilaian sosial.
Advertisement
6. Terlalu Memikirkan Bagian Tertentu dari Penampilan
Perhatian terhadap satu bagian wajah atau tubuh dapat membuat seseorang sulit menikmati kegiatan fotografi. Ia mungkin terus memeriksa rambut, bentuk wajah, posisi tubuh, atau bagian lain sebelum bersedia masuk ke dalam gambar.
NHS menjelaskan bahwa orang dengan BDD dapat menghabiskan banyak waktu memikirkan kekurangan penampilan, membandingkan diri dengan orang lain, serta menghindari cermin atau situasi tertentu.
Namun, tidak tepat menyebut setiap orang yang menolak foto mengalami body dysmorphic disorder (BDD). Perlu ada pola kekhawatiran yang menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari sebelum kondisi tersebut perlu dibicarakan dengan tenaga profesional.
7. Penolakan Foto Mulai Mengganggu Kehidupan Sosial
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang mulai menghindari kegiatan karena takut difoto. Misalnya, ia tidak mau menghadiri acara keluarga, bertemu teman, atau mengikuti kegiatan tertentu karena kemungkinan muncul dalam dokumentasi.
NHS mencatat bahwa kekhawatiran mengenai penampilan pada BDD dapat memengaruhi pekerjaan, hubungan sosial, dan kegiatan sehari-hari. Karena itu, perubahan pola kehidupan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Jika penolakan foto sudah membuat seseorang mengurangi aktivitas atau terus memikirkan penampilannya, berbicara dengan psikolog dapat menjadi pilihan. Tujuannya bukan memaksa seseorang menerima foto, melainkan memahami alasan di balik rasa tidak nyaman tersebut.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menolak Difoto Menurut Psikologi
Apakah orang yang tidak suka difoto berarti tidak percaya diri?
Tidak selalu. Penolakan foto dapat berkaitan dengan privasi, pengalaman sosial, rasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian, atau cara seseorang memandang penampilannya.
Mengapa seseorang tidak suka melihat foto dirinya?
Seseorang dapat merasa foto tidak sesuai dengan gambaran dirinya karena perbedaan sudut, pencahayaan, posisi, dan kebiasaan melihat wajah melalui cermin.
Apakah tidak suka difoto termasuk gangguan psikologis?
Tidak. Kebiasaan tersebut baru perlu mendapat perhatian jika disertai kekhawatiran mengenai penampilan yang menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa hubungan foto dengan citra tubuh?
Foto dapat menjadi pemicu seseorang menilai penampilan dan membandingkan dirinya dengan orang lain. APA menyebut perbandingan terkait penampilan di media sosial dapat berkaitan dengan citra tubuh.
Kapan perlu berkonsultasi dengan psikolog?
Konsultasi dapat dipertimbangkan ketika kekhawatiran terhadap foto atau penampilan membuat seseorang menghindari kegiatan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327023/original/098792800_1787047915-Orang_yang_tidak_mau_difoto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8122427/original/092664800_1780973523-Instagram.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243317/original/021005100_1749101371-20250605-Wukuf_di_Arafah-AFP_8.jpg)