Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji merupakan salah satu perjalanan spiritual paling penting bagi umat Islam. Tidak sedikit jamaah yang ingin mengabadikan momen selama berada di Tanah Suci sebagai kenang-kenangan untuk diri sendiri maupun keluarga. Karena itu, pembahasan mengenai hukum berfoto saat haji sering menjadi pertanyaan di kalangan jamaah.
Pada dasarnya, hukum berfoto saat haji termasuk perkara yang diperbolehkan selama dilakukan dengan tujuan baik dan tidak mengganggu ibadah. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang dapat membuat aktivitas tersebut menjadi kurang dianjurkan bahkan bisa dilarang apabila menimbulkan mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Selain soal hukum, memahami adab dan etika juga sangat penting dalam pembahasan hukum berfoto saat haji. Lebih jelasnya, berikut ini telah Liputan6 rangkum informasi lengkapnya, pada Kamis (14/5).
Advertisement
Hukum Asal Berfoto Saat Haji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824082/original/028308100_1715054102-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
Berfoto saat haji umumnya dilakukan untuk menyimpan kenangan selama berada di Makkah dan Madinah. Banyak jamaah mengabadikan momen ketika berada di sekitar Ka'bah, Masjidil Haram, atau saat berkumpul bersama rombongan.
Dalam pandangan ulama kontemporer, foto dianggap sebagai hasil tangkapan cahaya dan berbeda dengan membuat patung atau gambar bernyawa secara manual seperti yang dibahas dalam larangan klasik pada masa lampau.
Karena itu, hukum asal berfoto saat haji dinilai mubah atau boleh selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ibadah dan adab di Tanah Suci.
Mayoritas ulama modern memperbolehkan jamaah mengambil foto selama tujuannya sekadar dokumentasi pribadi atau memberikan kabar kepada keluarga di rumah.
Foto juga sering dijadikan kenangan berharga karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk kembali berhaji. Selama aktivitas tersebut dilakukan sewajarnya dan tidak mengganggu jamaah lain, maka hukumnya tetap diperbolehkan.
Meski demikian, para ulama tetap mengingatkan agar jamaah tidak terlalu sibuk dengan kamera atau media sosial hingga melupakan tujuan utama ibadah haji.
Advertisement
Kondisi yang Membuat Berfoto Saat Haji Menjadi Tidak Dianjurkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
Walaupun hukum asalnya boleh, ada beberapa keadaan yang dapat membuat aktivitas berfoto menjadi makruh bahkan haram.
1. Berfoto karena Riya atau Pamer
Jika seseorang berfoto dengan tujuan mencari pujian atau ingin dianggap lebih saleh, maka hal tersebut termasuk perilaku riya. Dalam Islam, riya dapat merusak nilai keikhlasan ibadah.
Karena itu, jamaah dianjurkan menjaga niat agar dokumentasi dilakukan sekadar sebagai kenangan, bukan untuk menunjukkan ibadah kepada orang lain.
2. Mengganggu Kekhusyukan Ibadah
Terlalu fokus mengambil foto saat tawaf, sa'i, atau berdoa dapat mengurangi konsentrasi dalam beribadah. Bahkan, sebagian jamaah justru lebih sibuk membuat konten dibanding memperbanyak doa dan dzikir.
Padahal, momen di Tanah Suci seharusnya dimanfaatkan untuk memperdalam ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Menghambat Jamaah Lain
Berfoto di tengah keramaian sering menyebabkan jalur tawaf atau area ibadah menjadi tersendat. Hal ini bisa membahayakan jamaah lain, terutama lansia dan orang yang sedang berdesakan.
Jika sampai menyusahkan orang lain, aktivitas tersebut dapat menjadi perbuatan yang dilarang dalam Islam.
4. Melanggar Peraturan Setempat
Pemerintah Arab Saudi memiliki aturan tertentu mengenai pengambilan foto dan video di area suci, terutama jika menggunakan alat profesional seperti tripod atau lampu tambahan.
Sebagai tamu di Tanah Suci, jamaah wajib menghormati aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban bersama.
Pandangan Ulama Tentang Berfoto Saat Haji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
Sebagian besar ulama masa kini membolehkan foto sebagai sarana dokumentasi. Namun, beberapa ulama besar tetap memberikan nasihat agar jamaah tidak berlebihan dalam melakukannya.
Abdul Aziz bin Baz dan Shalih al-Fauzan misalnya, pernah mengingatkan bahwa terlalu banyak berfoto di tempat suci bisa mengurangi rasa hormat terhadap syiar Allah dan mengganggu kesempurnaan ibadah.
Pandangan tersebut menjadi pengingat agar jamaah tetap menempatkan ibadah sebagai prioritas utama selama berada di Tanah Suci.
Adab Bijak Saat Ingin Berfoto di Tanah Suci
Agar tetap sesuai adab, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan jamaah ketika ingin mengambil foto selama haji.
- Selesaikan Ibadah Lebih Dulu: Sebaiknya ambil foto setelah rangkaian ibadah selesai agar fokus ibadah tetap terjaga.
- Periksa Niat dalam Hati: Pastikan tujuan berfoto bukan untuk pamer atau mencari pengakuan di media sosial.
- Hormati Jamaah Lain: Hindari mengambil gambar orang lain tanpa izin, terutama dalam kondisi yang tidak nyaman.
- Pilih Tempat yang Tidak Ramai: Cari area yang tidak menghalangi lalu lintas jamaah agar tidak mengganggu aktivitas ibadah orang lain.
Hikmah Menjaga Kesederhanaan Saat Haji
Haji mengajarkan umat Islam untuk hidup sederhana, ikhlas, dan fokus pada ibadah. Karena itu, jamaah dianjurkan tidak terlalu berlebihan dalam mendokumentasikan setiap momen.
Mengurangi aktivitas yang tidak penting selama haji juga membantu hati menjadi lebih tenang dan khusyuk. Dengan begitu, perjalanan spiritual di Tanah Suci dapat dijalani dengan lebih bermakna.
Â
Pertanyaan Seputar Hukum Berfoto Saat Haji
1. Apakah hukum berfoto saat haji diperbolehkan?
Ya, hukum asalnya diperbolehkan selama tujuannya untuk dokumentasi pribadi dan tidak mengganggu ibadah.
2. Kapan berfoto saat haji bisa menjadi tidak boleh?
Jika dilakukan untuk pamer, mengganggu jamaah lain, atau menghambat ibadah, maka hukumnya bisa menjadi makruh bahkan haram.
3. Apakah boleh mengunggah foto haji ke media sosial?
Boleh saja, tetapi jamaah dianjurkan menjaga niat agar tidak terjerumus pada riya atau mencari pujian.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243317/original/021005100_1749101371-20250605-Wukuf_di_Arafah-AFP_8.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519470/original/036664900_1782446330-photo_2026-06-23_14-33-35__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519468/original/030142200_1782446310-photo_2026-06-23_14-33-34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524317/original/080960700_1782453855-Lowongan_BPKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275221/original/010217800_1782128767-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.04.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8272432/original/081955200_1782124261-Mbah_Marsiyah__jemaah_Indonesia_tertua__bergeser_ke_Madinah__21_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpg)