Liputan6.com, Jakarta - Ka'bah adalah jantung spiritual umat Islam, tempat di mana setiap doa yang dipanjatkan berpotensi terkabul karena keistimewaan rumah Allah tersebut. Berada di hadapan Baitullah adalah kesempatan untuk memohon segala hajat dan keinginan. Umat Islam perlu mengetahui contoh doa di depan Ka'bah agar hajat cepat dikabulkan/
Ka'bah merupakan pusat spiritualitas umat Islam. Berada di hadapannya, seorang hamba merasakan kehadiran Allah yang begitu dekat. Rasulullah SAW mengungkapkan berbagai keutamaan berdoa di hadapan Ka'bah sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Azraqi, dan mengajarkan doa-doa khusus saat melihat Baitullah.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj menyebutkan bahwa melihat Ka'bah adalah waktu yang sangat tepat untuk memanjatkan doa, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Beliau menganjurkan agar siapa saja yang melihat Ka'bah untuk memperbanyak doa dan permohonan, karena saat itu pintu langit terbuka. Tempat-tempat tertentu di sekitar Ka'bah juga diyakini memiliki keutamaan khusus untuk berdoa.
Advertisement
Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah doa-doa yang dipanjatkan di depan Ka’bah sesuai Sunnah dan hajatnya.
1. Doa Saat Pertama Kali Melihat Ka'bah
Saat pertama kali melihat Ka'bah, seorang jemaah dianjurkan membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj (halaman 109) menyebutkan doa ini sebagai amalan yang sangat dianjurkan. Momen ini sangat istimewa karena pintu-pintu langit dibuka untuk mengabulkan doa-doa orang yang memandang Baitullah.
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Latin: Allāhumma zid hādzal bayta tasyrīfan wa ta‘zhīman wa takrīman wa mahābatan, wa zid man syarrafahū wa karramahū mimman hajjahū awi‘tamarahū tasyrīfan wa takrīman wa ta‘zhīman wa birran.
Artinya: "Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Tambahkan juga kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan untuk orang-orang yang berhaji atau berumrah yang memuliakan dan menghormati Ka'bah."
Imam An-Nawawi menganjurkan agar setelah membaca doa di atas, dilanjutkan dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Latin: Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan."
2. Doa di Multazam (Antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah)
Multazam adalah bagian dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Tempat ini memiliki keistimewaan luar biasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah disebut dengan Multazam. Tidak ada orang yang berdoa di tempat itu, kecuali Allah akan mengabulkannya." (HR. Baihaqi). Para ulama juga meyakini hal yang sama, bahwa Multazam adalah tempat dikabulkannya doa.
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya Al-Hajju Fadhail wa Ahkam menuturkan pengalamannya: "Dan aku, dengan memuji Allah di Multazam, aku memohon banyak hal baik urusan duniawi maupun ukhrawi. Maka, tampaklah bagiku ijabahnya dalam urusan dunia, dan aku berharap tampak juga ijabah dalam urusan akhirat."
Adapun tata cara berdoa di Multazam adalah dengan merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangan ke dinding Ka'bah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud.
Bacaan Arab (Doa di Multazam menurut Imam Nawawi):
أَحْمَدُكَ بِجَمِيْعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى جَمِيْعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى كُلِّ حَالٍ
Latin: Aḥmaduka bijamī'i maḥāmīdika mā 'alimtu minhā wa mā lam a'lam, wa 'alā jamī'i ni'amika mā 'alimtu minhā wa mā lam a'lam, wa 'alā kulli ḥāl.
Artinya: "Aku memuji-Mu dengan segala pujian kepada-Mu, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, dan atas segala nikmat-Mu, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, dan dalam segala keadaan."
Setelah itu, jemaah dapat memanjatkan doa sesuai hajat dan keinginannya masing-masing, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
3. Doa di Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah yang termasuk bagian dari Ka'bah. Tempat ini diyakini sebagai salah satu tempat doa yang paling mustajab. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Ya Abu Hurairah, di pintu Hijr Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan sholat dua rakaat di Hijr Ismail, (lalu) dosa-dosamu telah diampuni. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru."
Bacaan Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: ﴿وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا﴾، فَآمِنِّي مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَأَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allāhumma innaka qulta wa qawlukal ḥaqq: "Wa man dakhalahu kāna āminā", fa āminnī min 'adzābin nār, wa adkhilnil jannata bi raḥmatika yā arḥamar rāḥimīn.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar: 'Barang siapa memasukinya (Baitullah), maka ia aman.' Maka amankanlah aku dari siksa neraka dan masukkanlah aku ke dalam surga dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."
4. Doa di Rukun Yamani
Rukun Yamani adalah sudut Ka'bah yang menghadap ke arah Yaman. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, terdapat tempat yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Rasulullah SAW ketika melewati Rukun Yamani, beliau mengusapnya dan memperbanyak doa.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā ḥasanatan wa fil ākhirati ḥasanatan wa qinā 'adzāban nār.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah [2]: 201)
5. Doa saat Tawaf
Tawaf adalah salah satu momen terbaik untuk memanjatkan doa. Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Haji (halaman 128) menganjurkan doa berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَدُعَاءً مَغْفُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَعَمَلًا مَقْبُولًا، وَتِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Latin: Allāhumma ij'alhu ḥajjan mabrūran, wa du'ā'an maghfūran, wa sa'yan masykūran, wa 'amalan maqbūlan, wa tijāratan lan tabūr.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur, doa yang terampuni, sa'i yang diterima, amal yang diterima, dan perdagangan yang tidak merugi."
6. Doa di Bawah Mizab (Talang Emas)
Di atas Ka'bah tepat di sisi Hijir Ismail, terdapat talang berwarna emas yang disebut Mizab. Berdoa di bawah talang ini juga diyakini sebagai tempat yang mustajab.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا نَزَلَ مِنْ هَذَا الْمِيزَابِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا نَزَلَ مِنْهُ
Latin: Allāhumma innī as'aluka min khairi mā nazala min hādzal mīzāb, wa a'ūdzu bika min syarri mā nazala minhu.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang turun dari talang ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang turun darinya."
7. Doa Umum di Hadapan Ka'bah (untuk Hajat Tertentu)
Ketika berada di hadapan Ka'bah, seorang hamba dapat memanjatkan doa sesuai hajatnya masing-masing. Imam An-Nawawi menganjurkan agar seseorang yang melihat Ka'bah berdoa untuk segala kebutuhan dunia dan akhirat. Berikut adalah doa yang dapat dipanjatkan untuk berbagai hajat:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، الْمَنَّانُ، يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، أَنْ تَقْضِيَ حَاجَتِي وَتُيَسِّرَ أَمْرِي وَتَغْفِرَ ذَنْبِي وَتَرْحَمَنِي
Bacaan Latin: Allāhumma innī as'aluka bi anna lakal ḥamda, lā ilāha illā anta, waḥdaka lā syarīka laka, al-Mannān, yā Badī'as samāwāti wal arḍ, yā Dzāl Jalāli wal Ikrām, an taqḍiya ḥājatī wa tuyassira amrī wa taghfira dzanbī wa tarḥamanī.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan segala puji bagi-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Esa tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi Nikmat, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, agar Engkau mengabulkan hajatku, memudahkan urusanku, mengampuni dosaku, dan menyayangiku."
Hikmah Bacaan Doa di Depan Ka'bah
1. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Meraih Kedekatan Spiritual
Berdoa di hadapan Ka'bah adalah bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah di tempat yang paling mulia. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa saat melihat Ka'bah, pintu langit terbuka dan doa-doa lebih mudah dikabulkan. Hikmah ini mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah tidak hanya diukur dari jarak fisik, tetapi dari kesungguhan hati dalam beribadah dan memohon kepada-Nya.
2. Memperoleh Ketenangan Hati dan Kekhusyukan Ibadah
Berdoa di tempat yang suci seperti di hadapan Ka'bah memberikan ketenangan batin yang mendalam. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang shalat di Masjidil Haram, maka satu shalat lebih baik dari seratus ribu shalat di masjid lain" (HR. Ahmad). Ketenangan ini menjadi modal utama untuk meraih kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah, sehingga haji atau umrah yang dijalani menjadi lebih bermakna.
3. Doa Lebih Mustajab dan Cepat Dikabulkan
Allah SWT menjanjikan dalam firman-Nya, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu" (QS. Gafir: 60). Di hadapan Ka'bah, janji ini semakin dekat dengan realitas karena tempat yang suci dan waktu yang mustajab. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki bahkan bersaksi bahwa doanya di Multazam dikabulkan dalam urusan dunia. Hikmah ini mengajarkan bahwa tempat dan waktu yang baik adalah sarana untuk mempercepat terkabulnya doa.
4. Mengingatkan akan Kehambaan dan Kepasrahan Total kepada Allah
Berdiri di hadapan Ka'bah mengingatkan seorang hamba akan kebesaran Allah dan kecilnya dirinya. Multazam, yang secara bahasa berarti "tempat memohon ketetapan dan keteguhan hati", menjadi simbol kepasrahan total seorang hamba kepada Tuhannya. Hikmah ini mengajarkan kerendahan hati dan kesadaran bahwa segala hajat hanya dapat dipenuhi oleh Allah semata.
5. Mendapatkan Ampunan Dosa dan Pembukaan Pintu Rahmat
Setiap doa yang dipanjatkan di hadapan Ka'bah dengan penuh ketulusan menjadi sarana untuk memohon ampunan atas segala dosa. Imam An-Nawawi menekankan bahwa yang paling utama setelah membaca doa-doa di hadapan Ka'bah adalah memperbanyak istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT. Hikmah ini mengajarkan bahwa di balik setiap permohonan hajat, terdapat kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa dan membuka pintu rahmat Allah.
Pertanyaan Seputar Berdoa di Depan Kabah
1. Di mana tempat paling mustajab untuk berdoa di sekitar Ka'bah?
Tempat-tempat yang paling mustajab untuk berdoa di sekitar Ka'bah antara lain: Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah), Hijir Ismail, Rukun Yamani, Maqam Ibrahim, dan di bawah Mizab (talang emas). Multazam memiliki keistimewaan khusus karena Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada orang yang berdoa di tempat itu kecuali doanya dikabulkan.
2. Apakah ada doa khusus yang harus dibaca saat pertama kali melihat Ka'bah?
Ya, ada doa yang dianjurkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj. Doa tersebut adalah: "Allāhumma zid hādzal bayta tasyrīfan wa ta‘zhīman wa takrīman wa mahābatan..." yang dilanjutkan dengan "Allāhumma antas salām, wa minkas salām...". Doa ini dibaca sebagai ungkapan kekaguman dan harapan kepada Allah SWT.
3. Bagaimana tata cara berdoa di Multazam yang benar?
Tata cara berdoa di Multazam adalah dengan merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangan ke dinding Ka'bah di area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Cara ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dalam Sunan Abu Daud. Setelah itu, jemaah dapat memanjatkan doa sesuai hajat dan keinginannya.
4. Apakah doa di Hijir Ismail lebih mustajab daripada di tempat lain?
Hijir Ismail diyakini sebagai salah satu tempat doa yang paling mustajab karena merupakan bagian dari Ka'bah. Namun, Syekh Jum'ah menyampaikan bahwa tidak ada dalil yang secara pasti menyatakan bahwa doa di Hijr Ismail itu mustajab; keyakinan ini lebih didasarkan pada pengalaman pribadi banyak jamaah. Meskipun demikian, berdoa di Hijir Ismail tetap sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.
5. Bolehkah berdoa di depan Ka'bah dengan bahasa selain Arab?
Ya, sangat diperbolehkan. Imam An-Nawawi menganjurkan agar seseorang yang melihat Ka'bah berdoa untuk segala kebutuhan dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar segala doa hamba-Nya dalam bahasa apa pun. Yang terpenting adalah ketulusan hati, kekhusyukan, dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Namun, doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW (doa ma'tsur) tetap lebih utama karena mengandung keberkahan dan sesuai dengan tuntunan sunnah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4793527/original/012457300_1712157458-Wamenkominfo_Nezar_Patria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263196/original/030041500_1781866622-petugas_sensus_pertanian_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295369/original/088328900_1783927837-XulVyaHV1KCq8RQb5oQWdaO33LU7trdNFhnnXNbm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4094552/original/074459700_1658293668-280258405_5084084955001096_1067079962978459863_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)