Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Diproduksi Massal Tahun 2028

Pemerintah tengah membangun ekosistem kendaraan listrik nasional untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah bangga luncurkan Molinas, bangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
  • Target produksi massal mobil listrik nasional 2028, didukung kompleks besar.
  • Disiapkan skema tukar tambah motor listrik untuk tingkatkan penggunaan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangganya atas peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistemnya. Menurut dia, pemerintah tengah membangun ekosistem kendaraan listrik nasional untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang sedang dibangun untuk mobil listrik kita, kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta ya, Subang, di kilometer 84 ya," kata Prabowo saat meresmikan Motor Listrik Nasional beserta ekosistemnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sebuah kompleks besar untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional. Dia menargetkan mobil listrik nasional buatan dalam negeri sudah dapat diproduksi secara massal pada 2028.

"Mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian energi. Menurut dia, pembangunan kekuatan ekonomi nasional harus dilakukan secara bersama-sama tanpa membedakan skala usaha.

"Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu," tutur Prabowo.

 

Kunci Ketahanan RI

Dia menilai persatuan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai gejolak global, terutama di sektor energi. Ketergantungan terhadap energi dari luar negeri, kata Prabowo, dapat membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi konflik maupun perang dagang di negara lain.

"Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar," ucap dia.

Prabowo mengatakan pemerintah terus mempercepat penggunaan energi listrik di berbagai sektor. Dia meyakini elektrifikasi transportasi dan peralatan industri menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” pungkas Prabowo.

Siapkan Skema Tukar Tambah

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah untuk meningkatkan penggunaan motor listrik di Indonesia. Nantinya, masyarakat dapat membeli motor listrik dengan menukar motor bensin lama dan menambah sejumlah biaya.

"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan," kata Prabowo saat meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistemnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan sejumlah negara telah menerapkan carbon tax atau pajak karbon untuk menurunkan tingkat polusi udara. Prabowo mencontohkan Beijing, China, yang tidak mengizinkan motor bensin masuk ke wilayahnya.

"Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya, tapi tenang aja," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6