6 Kepribadian yang Rentan Menunda Pekerjaan, Bisa Menghambat Produktivitas

Kepribadian yang rentan menunda pekerjaan dapat dipengaruhi oleh perfeksionisme, kecemasan, impulsivitas, hingga kesulitan mengatur diri.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepribadian yang rentan menunda pekerjaan dapat terlihat dari kebiasaan saat menghadapi tugas yang sulit, membosankan, atau membutuhkan konsentrasi tinggi. Hal ini tidak selalu berarti malas, tetapi bisa berkaitan dengan cara seseorang mengelola tekanan dan waktu.

Pada sebagian orang, kepribadian yang rentan menunda pekerjaan muncul karena terlalu memikirkan hasil sebelum mulai bertindak. Rasa cemas, takut salah, atau keinginan untuk sempurna dapat membuat tugas terus ditangguhkan.

Memahami kepribadian yang rentan menunda pekerjaan membantu seseorang mengenali pola tersebut sejak awal. Dengan begitu, pekerjaan dapat diatasi melalui langkah sederhana, seperti membuat prioritas dan membagi tugas menjadi bagian kecil.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang kepribadian yang rentan menunda pekerjaan, Selasa (18/8/2026).

1. Perfeksionis

Orang dengan kecenderungan perfeksionis sering menetapkan standar yang sangat tinggi terhadap dirinya sendiri.

Keinginan menghasilkan sesuatu yang sempurna dapat membuat mereka terlalu banyak berpikir sebelum memulai pekerjaan. Akibatnya, tugas justru tertunda karena merasa belum cukup siap, takut melakukan kesalahan, atau khawatir hasilnya tidak sesuai harapan.

Dalam beberapa penelitian, perfectionistic concerns memang ditemukan berkaitan dengan kecenderungan procrastination.

2. Kurang Teratur

Orang yang kurang teratur dalam mengelola waktu dan prioritas dapat lebih mudah menunda pekerjaan. Mereka mungkin mengetahui tugas mana yang penting, tetapi kesulitan menentukan langkah pertama atau membagi pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil.

Ketika tidak memiliki jadwal yang jelas, pekerjaan akhirnya menumpuk dan baru dikerjakan ketika tenggat waktu semakin dekat. Trait conscientiousness yang berkaitan dengan kedisiplinan dan keteraturan diketahui memiliki hubungan dengan kecenderungan procrastination.

3. Mudah Cemas

Seseorang yang mudah merasa cemas dapat menunda pekerjaan ketika tugas tersebut dianggap terlalu sulit atau berisiko menghasilkan kegagalan.

Perasaan khawatir membuat perhatian lebih banyak tertuju pada kemungkinan buruk daripada langkah yang harus dilakukan.

Menunda pekerjaan kemudian menjadi cara sementara untuk menghindari rasa tidak nyaman, meskipun pada akhirnya justru dapat menambah tekanan ketika tenggat waktu semakin dekat.

4. Cenderung Impulsif

Orang yang cenderung impulsif biasanya lebih mudah mengikuti keinginan atau kesenangan yang muncul saat itu.

Ketika harus memilih antara menyelesaikan pekerjaan atau melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan, mereka dapat tergoda untuk memilih yang memberikan kepuasan secara cepat.

Kebiasaan seperti bermain media sosial, menonton hiburan, atau melakukan kegiatan lain terlebih dahulu akhirnya membuat pekerjaan semakin tertunda.

5. Suka Menghindari Tugas yang Tidak Menyenangkan

Ada orang yang cenderung menghindari pekerjaan ketika tugas tersebut terasa membosankan, rumit, atau menimbulkan tekanan.

Mereka mungkin berkata akan mengerjakannya nanti setelah suasana hati membaik atau ketika merasa lebih siap. Padahal, penundaan tersebut hanya memberikan rasa lega untuk sementara.

Semakin lama pekerjaan dihindari, semakin besar kemungkinan tugas menumpuk dan menimbulkan stres.

6. Sering Meragukan Kemampuan Diri

Keraguan terhadap kemampuan sendiri juga dapat membuat seseorang enggan segera memulai pekerjaan.

Mereka mungkin terus berpikir apakah dirinya mampu menyelesaikan tugas dengan baik, takut hasilnya mengecewakan, atau khawatir melakukan kesalahan.

Pikiran tersebut dapat membuat proses memulai terasa lebih berat. Karena itu, pekerjaan akhirnya ditunda meskipun sebenarnya mereka memiliki kemampuan untuk mengerjakannya.

Cara Menyikapi atau Mengurangi Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Melansir YourTango, mengubah cara pandang terhadap kebiasaan menunda dapat membantu seseorang mengurangi rasa bersalah sekaligus lebih terdorong untuk mengambil tindakan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyikapi dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan:

1. Kurangi Rasa Bersalah saat Menunda

Ketika menyadari sedang menunda pekerjaan, hindari langsung menyalahkan diri sendiri atau menganggap diri sebagai orang malas. Rasa bersalah yang berlebihan justru dapat membuat pikiran semakin terbebani. Cobalah melihat penundaan sebagai kebiasaan yang perlu diperbaiki, bukan sebagai bukti bahwa diri Anda gagal menyelesaikan sesuatu.

2. Perhatikan Pikiran yang Muncul

Cobalah mengamati apa yang ada di dalam pikiran ketika mulai menunda pekerjaan. Bisa jadi muncul kekhawatiran, keraguan, atau pikiran bahwa tugas tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan. Dengan mengenali pola tersebut, Anda dapat mulai mengganti pikiran yang menghambat dengan pemikiran yang lebih realistis dan mendorong untuk mengambil tindakan.

3. Ubah Cara Pandang terhadap Pekerjaan

Alih-alih terus memikirkan pekerjaan sebagai sesuatu yang berat, cobalah melihatnya sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan secara bertahap. Fokus pada kemungkinan solusi daripada terus memikirkan hambatan. Perubahan sudut pandang ini dapat membuat pekerjaan terasa lebih ringan sehingga keinginan untuk segera memulai menjadi lebih besar.

4. Beri Diri Waktu untuk Beristirahat

Beristirahat tidak selalu berarti sedang malas atau membuang waktu. Jika tubuh dan pikiran membutuhkan jeda, berikan waktu secukupnya sebelum kembali mengerjakan tugas. Setelah merasa lebih rileks, Anda dapat kembali fokus dan mencari cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan.

5. Fokus pada Kemungkinan untuk Menyelesaikannya

Ketika menghadapi pekerjaan yang terasa sulit, jangan hanya memikirkan apakah tugas tersebut bisa diselesaikan. Cobalah mencari berbagai cara yang mungkin dilakukan, termasuk mencari informasi, meminta bantuan, atau membagi pekerjaan menjadi beberapa tahap. Pola pikir yang terbuka terhadap berbagai kemungkinan dapat membantu mengurangi rasa buntu.

6. Mulai Mengambil Tindakan

Pada akhirnya, perubahan pola pikir perlu diikuti dengan tindakan nyata. Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap atau memiliki motivasi yang sempurna untuk mulai bekerja. Ambil langkah kecil terlebih dahulu, lalu lanjutkan secara bertahap. Ketika mulai bergerak, pekerjaan biasanya terasa lebih mudah dibandingkan saat hanya dipikirkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kepribadian yang Rentan Menunda Pekerjaan

Apakah orang yang suka menunda pekerjaan berarti malas?

Tidak selalu. Kebiasaan menunda dapat berkaitan dengan perfeksionisme, kecemasan, kesulitan mengatur diri, atau kecenderungan menghindari tugas yang terasa tidak menyenangkan.

Kepribadian apa yang paling rentan menunda pekerjaan?

Orang yang kurang teratur, perfeksionis, mudah cemas, impulsif, atau cenderung menghindari tugas sulit dapat lebih rentan mengalami procrastination. Namun, karakter tersebut bukan berarti seseorang pasti suka menunda.

Mengapa perfeksionis bisa suka menunda pekerjaan?

Standar yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang takut melakukan kesalahan atau merasa belum cukup siap. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya segera dimulai justru terus ditangguhkan.

Apakah kebiasaan menunda pekerjaan bisa diubah?

Bisa. Salah satu caranya adalah memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, menentukan tenggat pribadi, mengurangi distraksi, dan langsung mengerjakan bagian paling sederhana terlebih dahulu.

Bagaimana mengetahui apakah diri sendiri termasuk orang yang rentan menunda pekerjaan?

Perhatikan apakah kamu sering menangguhkan tugas meski mengetahui tenggatnya, mencari aktivitas lain ketika harus bekerja, atau baru mulai ketika waktu hampir habis. Jika pola tersebut berulang, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan procrastination.    

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6