Liputan6.com, Jakarta Pernah tiba-tiba mendapat notifikasi like pada foto yang diunggah bertahun-tahun lalu? Momen tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang menelusuri profil media sosialmu hingga ke unggahan lama. Kebiasaan ini kerap memunculkan rasa penasaran, terutama jika orang yang memberikan like jarang berinteraksi sebelumnya.
Orang yang melakukan hal tersebut mungkin sedang mencari tahu lebih banyak tentang kehidupanmu, merasa tertarik, bernostalgia, atau sekadar ingin melihat aktivitasmu di masa lalu. Ciri orang yang suka like postingan lama saat menelusuri profil pun bisa terlihat dari pola interaksinya, mulai dari memberikan like pada beberapa foto sekaligus hingga hanya menyukai unggahan tertentu.
Sebagaimana dilaporkan NBC News, aktivitas menyukai foto di Instagram akan menampilkan nama pengguna dalam daftar like sekaligus mengirimkan notifikasi kepada pemilik unggahan. Artinya, satu ketukan pada foto lama saja sudah cukup untuk memberi tahu seseorang bahwa profilmu sedang ditelusuri. Fenomena ini menarik untuk dibahas karena pola interaksi sederhana tersebut terkadang menyimpan beragam maksud. Liputan6.com
Advertisement
Pengertian Like Postingan Lama saat Menelusuri Profil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1575037/original/009565100_1492943376-instagramlike.jpg)
Untuk memahami fenomena ini, penting mengenal istilah dasarnya terlebih dahulu. Like merupakan tombol suka, biasanya berbentuk ikon hati, yang digunakan untuk menunjukkan ketertarikan terhadap sebuah unggahan. Sementara itu, menelusuri profil berarti membuka akun seseorang dan menggulir feed untuk melihat berbagai postingan yang pernah dibagikan.
Like pada postingan lama terjadi ketika seseorang menemukan unggahan yang sudah berusia berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, kemudian menekan tombol suka. Aktivitas ini bisa dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam istilah populer, kebiasaan tersebut dikenal sebagai deep liking.
Deep liking merujuk pada tindakan menelusuri unggahan lama seseorang di media sosial, kemudian memberikan like pada satu atau beberapa postingan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa seseorang telah menjelajahi profil lebih jauh daripada sekadar melihat unggahan terbaru.
Perilaku tersebut menarik perhatian karena postingan lama umumnya tidak lagi muncul secara rutin di beranda. Artinya, seseorang perlu membuka profil secara langsung dan menggulir ke bawah untuk menemukannya. Karena itu, ciri orang yang suka like postingan lama saat menelusuri profil sering dikaitkan dengan rasa penasaran atau ketertarikan terhadap pemilik akun.
Dalam percakapan sehari-hari, aktivitas ini kerap disebut stalking atau kepo. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan kebiasaan mencari tahu aktivitas dan kehidupan seseorang melalui media sosial. Kamu juga bisa mengenali lebih jauh tanda seseorang sering stalking akun media sosialmu.
Dalam kajian akademik, perilaku memantau aktivitas orang lain melalui internet memiliki istilah yang lebih formal, yaitu interpersonal electronic surveillance atau pengawasan elektronik interpersonal. Kajian berjudul An Evidence Synthesis of Covert Online Strategies Regarding Intimate Partner Violence yang dimuat di NCBI menjelaskan bahwa perilaku ini mencakup penggunaan teknologi komunikasi secara diam-diam untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas orang lain, baik di dunia nyata maupun online.
Pemantauan tersebut tidak selalu terjadi dalam konteks hubungan yang bermasalah. Kajian yang sama juga mencatat bahwa seseorang bisa memantau aktivitas pasangan ketika merasa memiliki saingan atau ketika hubungan masih berada pada tahap awal. Tujuannya adalah memperoleh informasi lebih banyak tentang orang yang sedang diperhatikan.
Penelitian dalam negeri turut membahas perilaku serupa melalui jurnal Perilaku Informasi Stalker di Instagram yang diterbitkan di laman e-journal Universitas Diponegoro. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki alasan berbeda saat melakukan stalking, meskipun salah satu tujuannya adalah mendapatkan perhatian dari orang yang menjadi target.
Contohnya, seseorang yang diam-diam mengagumi temannya mungkin sengaja menyukai foto lama agar keberadaannya disadari. Dalam situasi seperti ini, like pada unggahan lawas bisa menjadi bentuk perhatian atau kode ketertarikan yang disampaikan secara tidak langsung. Meski begitu, satu atau beberapa like saja belum cukup untuk memastikan maksud seseorang.
Advertisement
Ciri Orang yang Suka Like Postingan Lama saat Menelusuri Profil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2761105/original/080772600_1553574537-instagram-3814079_1280.jpg)
Satu like pada foto lama belum tentu menunjukkan ketertarikan tertentu. Namun, pola interaksi yang berulang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang kebiasaan seseorang saat menelusuri profil. Ada beberapa ciri yang dapat diamati, mulai dari frekuensi memberikan like hingga perilakunya ketika berinteraksi di media sosial.
Mengacu pada Grafdom, like yang diberikan secara konsisten, terutama pada unggahan lama, bisa menjadi cara seseorang menunjukkan kekaguman tanpa harus mengungkapkannya secara langsung. Interaksi sederhana ini terasa lebih aman bagi orang yang belum cukup berani menyampaikan ketertarikannya melalui kata-kata.
Grafdom juga menekankan pentingnya memperhatikan pola interaksi, seperti frekuensi, waktu, dan jenis unggahan yang disukai. Berikut beberapa ciri orang yang suka like postingan lama saat menelusuri profil.
-
Like Muncul di Unggahan yang Sudah Bertahun-tahun
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah munculnya notifikasi like pada foto yang diunggah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lalu. Karena unggahan tersebut sudah tidak muncul di beranda secara rutin, orang yang menyukainya kemungkinan membuka profilmu dan menggulir cukup jauh ke bawah.
-
Like Datang Beruntun di Banyak Unggahan Lama
Jika beberapa notifikasi like muncul berturut-turut dalam waktu singkat, kemungkinan orang tersebut sedang menjelajahi sejumlah postingan di profilmu. Pola ini bisa menunjukkan rasa penasaran atau ketertarikan terhadap aktivitas yang pernah kamu bagikan.
Serbuan like dari seseorang yang sebelumnya jarang berinteraksi juga bisa menjadi cara untuk membuka kembali komunikasi. Namun, hal tersebut belum tentu berarti ia ingin menjalin hubungan lebih dekat karena bisa saja sekadar bernostalgia.
-
Hanya Memberikan Like tanpa Komentar atau Pesan
Orang yang tertarik menelusuri profilmu belum tentu berani memulai percakapan. Sebagian memilih memberikan like karena dianggap sebagai bentuk interaksi yang sederhana dan tidak mengharuskan adanya balasan.
Misalnya, teman sekolah lama, bekas tetangga, atau kerabat jauh mungkin menggunakan like sebagai sapaan halus. Dengan cara ini, mereka bisa menunjukkan bahwa masih mengingatmu atau tertarik mengetahui kabarmu tanpa perlu mengirim pesan secara langsung.
-
Like Berasal dari Akun yang Tidak Kamu Kenal
Notifikasi like dari akun yang tidak dikenal juga bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang menelusuri profilmu. Hal ini semakin menarik perhatian jika akun tersebut tidak memiliki teman bersama atau hanya menampilkan sedikit unggahan dan informasi.
Meski demikian, jangan langsung menyimpulkan bahwa pemilik akun memiliki maksud tertentu. Perhatikan juga aktivitas lainnya sebelum menilai apakah interaksi tersebut sekadar kebetulan atau bagian dari kebiasaan memantau profil.
-
Mengetahui Detail yang Tidak Pernah Kamu Ceritakan Langsung
Orang yang sering menelusuri profil terkadang mengetahui berbagai detail dari unggahan lama, seperti tempat yang pernah kamu kunjungi, kegiatan yang diikuti, atau momen tertentu yang pernah dibagikan. Hal ini bisa terasa mengejutkan, terutama jika kalian jarang berkomunikasi secara langsung.
Pengetahuan tersebut mungkin berasal dari informasi yang tersedia di media sosial. Karena itu, kebiasaan seseorang mengingat detail unggahan lama dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa ia cukup sering memperhatikan aktivitas akunmu.
-
Aktif di Media Sosial, tetapi Menghindari Interaksi Langsung
Ciri lainnya terlihat ketika seseorang rajin menyukai unggahanmu, tetapi cenderung menghindar saat bertemu atau mendapat kesempatan untuk berbicara secara langsung. Perbedaan perilaku ini bisa menunjukkan bahwa ia lebih nyaman memperhatikanmu dari kejauhan.
Dr. Brown dalam ulasan di Elite Daily menyoroti situasi ketika mantan pasangan terus menyukai unggahan di media sosial, tetapi menolak berinteraksi langsung meskipun ada kesempatan. Pola tersebut bisa berkaitan dengan perasaan yang belum sepenuhnya selesai. Meski begitu, perilaku ini tetap perlu dilihat berdasarkan konteks hubungan masing-masing.
-
Memberikan Like lalu Cepat Membatalkannya
Pernah melihat notifikasi like, tetapi saat membuka unggahan ternyata tanda sukanya sudah hilang? Hal ini bisa terjadi ketika seseorang tidak sengaja menekan tombol like saat menggulir profil, kemudian segera membatalkannya setelah menyadari tindakannya.
Reaksi tersebut terkadang muncul karena malu atau khawatir pemilik akun mengetahui bahwa profilnya sedang ditelusuri. Namun, kemungkinan kesalahan teknis atau ketidaksengajaan juga tetap perlu dipertimbangkan.
-
Sering Menonton Story tanpa Pernah Menyapa
Selain menyukai unggahan lama, seseorang mungkin rutin muncul dalam daftar penonton story tanpa pernah memberikan komentar atau mengirim pesan. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa ia mengikuti pembaruan aktivitasmu, meskipun tidak banyak terlibat dalam percakapan.
Jika pola tersebut terjadi bersamaan dengan like pada foto-foto lama, ada kemungkinan orang itu memang cukup sering memperhatikan profilmu. Akan tetapi, melihat story saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang sedang melakukan stalking.
-
Menggunakan Akun Kedua untuk Melihat Profilmu
Sebagian orang memilih menggunakan akun kedua ketika ingin melihat aktivitas pengguna lain tanpa mudah dikenali. Akun tersebut terkadang memiliki informasi profil dan unggahan yang lebih terbatas dibandingkan akun utama.
Penelitian dari Universitas Pattimura menemukan bahwa salah satu alasan mahasiswa menggunakan akun kedua Instagram adalah untuk melakukan stalking terhadap akun orang lain agar aktivitas tersebut tidak diketahui oleh pemilik akun yang dipantau.
Kebiasaan ini memperlihatkan bahwa sebagian pengguna sengaja memisahkan aktivitas media sosialnya untuk menjaga privasi atau menyembunyikan interaksi tertentu.
Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Like Postingan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3150748/original/091516300_1591935053-person-holding-midnight-black-samsung-galaxy-s8-turn-on-near-1092671.jpg)
Setelah mengenali ciri-cirinya, penting juga memahami alasan seseorang menelusuri profil dan menyukai unggahan lama. Motif di balik perilaku ini bisa berbeda-beda, mulai dari sekadar ingin tahu hingga masih menyimpan perasaan tertentu. Memahaminya dapat membantu kamu menghindari kesimpulan yang terburu-buru, baik terlalu percaya diri menganggapnya sebagai tanda ketertarikan maupun langsung mencurigai niat buruk.
Kebiasaan memantau profil orang lain ternyata cukup umum terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun Latin Times, hampir sembilan dari 10 orang mengaku pernah memeriksa profil Facebook mantan pasangan setelah putus.
Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa media sosial memudahkan seseorang mengikuti kabar terbaru, mengetahui hubungan baru, hingga melihat aktivitas harian mantan tanpa harus berkomunikasi secara langsung. Kemudahan akses inilah yang membuat kebiasaan memantau profil sulit dihindari oleh sebagian orang.
Berikut beberapa alasan psikologis yang mungkin melatarbelakangi kebiasaan menyukai postingan lama saat menelusuri profil seseorang.
-
Rasa Kangen dan Ingin Tahu Kabar
Nostalgia menjadi salah satu alasan seseorang kembali membuka profil orang yang pernah dekat dengannya. Foto dan unggahan lama bisa membangkitkan kenangan sekaligus memunculkan keinginan untuk mengetahui kabar terbaru orang tersebut.
Ebony Butler, psikolog sekaligus kreator My Therapy Cards, dikutip dari Yahoo menjelaskan, "Orang melakukan stalking untuk mengecek kabar orang-orang yang mungkin tidak mereka cek di kehidupan nyata."
Dalam situasi ini, like pada foto lama bisa menjadi bentuk interaksi sederhana untuk menunjukkan bahwa seseorang masih mengingat pemilik akun.
-
Membandingkan Kehidupan Sendiri dengan Orang Lain
Selain karena nostalgia, seseorang mungkin menelusuri profil orang lain untuk membandingkan kehidupannya sendiri. Media sosial menyediakan banyak informasi mengenai pencapaian, pekerjaan, hubungan, hingga aktivitas sehari-hari yang bisa dijadikan bahan perbandingan.
Unggahan lama bahkan memungkinkan seseorang melihat perubahan kehidupan orang lain dari waktu ke waktu. Misalnya, ia ingin mengetahui perkembangan karier, perubahan penampilan, atau perjalanan hubungan seseorang sejak beberapa tahun sebelumnya.
-
Belum Bisa Melupakan Hubungan Sebelumnya
Like pada foto lama dari mantan pasangan terkadang berkaitan dengan perasaan yang belum sepenuhnya selesai. Seseorang mungkin masih merindukan hubungan tersebut atau berusaha mempertahankan koneksi meskipun sudah tidak lagi bersama.
Dalam ulasan di Elite Daily, Barrett menjelaskan bahwa keinginan untuk mempertahankan hubungan romantis merupakan bagian dari kebutuhan manusia akan koneksi emosional. Ia menyatakan, "Kita semua terprogram untuk membutuhkan koneksi romantis, dan kebutuhan itu tetap ada bahkan setelah sebuah hubungan berakhir."
Karena itu, memberikan like pada unggahan lama bisa menjadi salah satu cara mantan pasangan menunjukkan bahwa dirinya masih memperhatikanmu. Namun, perilaku tersebut tidak otomatis berarti ia ingin kembali menjalin hubungan.
-
Mengalami Distres setelah Putus Cinta
Berakhirnya hubungan dapat memunculkan tekanan emosional yang membuat seseorang sulit berhenti memikirkan mantan pasangan. Dalam kondisi tersebut, menelusuri profil media sosial mungkin menjadi cara untuk mencari tahu bagaimana kehidupan mantan setelah perpisahan.
Seperti diberitakan Deccan Chronicle, peneliti Jesse Fox dan Robert S. Tokunaga melaporkan bahwa orang yang mengalami tekanan emosional lebih besar setelah putus cinta cenderung lebih sering memantau mantannya secara online. Kebiasaan tersebut justru berpotensi membuat proses pemulihan emosional menjadi lebih sulit.
Brenda K. Wiederhold, pemimpin redaksi jurnal yang dikutip oleh Medical Daily, menyampaikan, "Karena stres dapat memicu penggunaan internet yang bermasalah, psikolog mungkin perlu memeriksa peningkatan penggunaan pada pasien mereka selama periode stres, seperti berakhirnya sebuah hubungan."
-
Memiliki Tingkat Kecemasan yang Tinggi
Tidak semua orang yang sering menelusuri profil memiliki maksud romantis atau ingin mengganggu kehidupan orang lain. Pada sebagian orang, perilaku tersebut justru muncul karena dorongan kecemasan dan kebutuhan untuk mengetahui banyak hal tentang seseorang.
Butler menggambarkan bahwa kecemasan dapat membuat seseorang terdorong mencari informasi secara berlebihan. Ketika perasaan tersebut meningkat, ia mungkin terus membuka halaman media sosial orang lain, bahkan menggulir unggahan hingga bertahun-tahun ke belakang.
Dalam kondisi ini, like pada postingan lama bisa terjadi selama proses mencari informasi, bukan semata-mata sebagai bentuk perhatian.
-
Sedang Naksir dan Ingin Memberikan Kode
Bagi seseorang yang sedang tertarik secara romantis, menyukai unggahan lama bisa menjadi cara untuk menarik perhatian tanpa harus memulai percakapan secara langsung. Perilaku yang dikenal sebagai deep liking ini terkadang dipilih karena terasa lebih santai dibandingkan mengirim pesan pembuka seperti "Hai" atau "Lagi apa?".
Like pada foto lama juga bisa menjadi cara untuk memberi sinyal bahwa seseorang tertarik mengenal lebih jauh pemilik akun. Meski demikian, respons tersebut tetap bergantung pada bagaimana orang yang menerima interaksi memaknainya.
-
Memiliki Gaya Keterikatan (Attachment Style) yang Cemas
Gaya keterikatan atau attachment style juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan dan merespons ketidakpastian. Sebagaimana dibahas dalam ulasan Bustle, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gaya keterikatan cemas cenderung merasa kurang aman dalam hubungan romantis dan lebih sering mempertanyakan niat pasangannya.
Perasaan tidak aman tersebut dapat mendorong seseorang mencari kepastian melalui media sosial. Ia mungkin berulang kali memeriksa profil, memperhatikan aktivitas, atau menelusuri unggahan lama untuk mendapatkan informasi yang dianggap bisa menjawab keraguannya.
Advertisement
Cara Kerja Notifikasi saat Like Postingan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382521/original/082654100_1792998681-collabstr-k8plFiceP0I-unsplash.jpg)
Banyak orang mengira like pada unggahan lama tidak akan diketahui pemilik akun jika segera dibatalkan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Kepala Instagram, Adam Mosseri, pernah membahas persoalan ini melalui sebuah video karena cukup banyak pengguna yang penasaran apakah like yang langsung dibatalkan tetap meninggalkan jejak notifikasi.
Adam Mosseri, dikutip dari SheFinds, menggambarkan situasi ketika seseorang menggulir unggahan lama di profil orang lain, tanpa sengaja menyukai foto atau Reels, kemudian buru-buru membatalkannya karena sebenarnya tidak bermaksud memberikan like.
Menurut penjelasannya, anggapan bahwa like yang cepat dibatalkan pasti tidak akan diketahui pemilik akun hanya benar sebagian. Kemungkinan notifikasi tetap terlihat bergantung pada jenis notifikasi dan seberapa cepat pengguna membatalkan like tersebut.
Dilansir dari The Post, terdapat dua jenis notifikasi yang perlu dipahami, yaitu notifikasi aktivitas di dalam aplikasi dan notifikasi push yang muncul pada layar ponsel.
Notifikasi di dalam aplikasi berpeluang menghilang ketika like segera dibatalkan. Namun, notifikasi push mungkin sudah lebih dahulu muncul di layar kunci atau panel pemberitahuan ponsel. Jika pemilik akun sempat melihatnya, ia tetap bisa mengetahui siapa yang memberikan like meskipun interaksi tersebut kemudian dibatalkan.
Situasi ini bisa membuat penerima notifikasi penasaran ketika pemberitahuan menghilang saat dibuka. Dengan kata lain, membatalkan like dengan cepat tidak menjamin aktivitas tersebut sepenuhnya tidak diketahui. Ada kemungkinan nama pengguna sudah sempat terlihat oleh pemilik unggahan.
Hal lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa Instagram mengirimkan notifikasi khusus untuk like pada postingan lama. Faktanya, Instagram tidak membedakan format notifikasi berdasarkan usia unggahan. Notifikasi like pada foto yang diunggah beberapa tahun lalu akan terlihat sama seperti notifikasi pada foto terbaru.
Perbedaannya justru terletak pada konteks interaksi. Ketika seseorang menyukai foto lama, notifikasi tersebut bisa muncul tanpa didahului interaksi lain. Pemilik akun kemudian dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut sedang menelusuri profilnya hingga menemukan unggahan lawas. Jadi, bukan bentuk notifikasinya yang berbeda, melainkan kesan yang muncul dari waktu unggahan tersebut.
Di sisi lain, Instagram menyediakan fitur untuk memeriksa riwayat like pada akun sendiri. Fitur ini berguna jika kamu ingin memastikan apakah pernah tanpa sengaja menyukai unggahan lama seseorang. Caranya, buka aplikasi Instagram, ketuk foto profil di pojok kanan bawah, lalu pilih menu garis tiga di pojok kanan atas. Setelah itu, masuk ke bagian Your Activity untuk melihat daftar foto dan Reels yang pernah kamu sukai.
Secara bawaan, halaman tersebut menampilkan hingga 300 unggahan terakhir yang disukai. Kamu juga bisa menggunakan filter berdasarkan akun atau tanggal untuk menemukan interaksi tertentu. Fitur ini tersedia bagi pengguna iOS maupun Android.
Tips Menyikapi Orang yang Suka Like Postingan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3348724/original/044958800_1610591792-neonbrand-nZJBt4gQlKI-unsplash.jpg)
Baik sebagai pemilik akun maupun orang yang tidak sengaja menyukai unggahan lama, kamu bisa menyikapi situasi ini dengan tenang. Hal terpenting adalah memahami konteks interaksi dan membedakan rasa penasaran yang wajar dari perilaku yang mulai mengganggu kenyamanan atau privasi orang lain.
Bagi kamu yang sering menelusuri profil seseorang, ada baiknya memahami alasan di balik kebiasaan tersebut sebelum terus melakukannya. Paula Durlofsky, psikolog sekaligus penulis buku Logged In and Stressed Out, dikutip dari HuffPost, menyarankan seseorang untuk merefleksikan alasan di balik kebiasaannya memeriksa profil orang lain.
"Mengapa saya melihat profil seseorang yang sudah lama tidak saya lihat, atau dari hubungan yang berakhir buruk? Mengapa sekarang?"
Pertanyaan tersebut bisa membantu seseorang memahami apakah aktivitasnya sekadar didorong rasa penasaran, nostalgia, atau justru menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyikapi interaksi semacam ini.
-
Jangan Langsung Ge-er atau Panik
Mendapatkan like pada swafoto lama mungkin terasa menyenangkan, terutama jika berasal dari seseorang yang menarik perhatianmu. Namun, satu interaksi saja belum cukup untuk memastikan bahwa orang tersebut memiliki perasaan khusus.
Like di Instagram atau Facebook pada dasarnya merupakan bentuk apresiasi terhadap sebuah unggahan. Karena itu, hindari langsung mengartikan setiap like sebagai tanda ketertarikan romantis atau keinginan untuk menjalin komunikasi.
-
Perhatikan Pola Interaksinya, Bukan Satu Kejadian
Jika ingin memahami maksud seseorang, perhatikan bagaimana pola interaksinya dari waktu ke waktu. Apakah ia hanya menyukai satu foto atau memberikan like pada banyak unggahan lama? Apakah interaksi tersebut berasal dari teman yang dikenal atau akun asing? Apakah ia kemudian mengirim pesan atau mencoba membuka percakapan?
Rangkaian perilaku yang berulang dapat memberikan gambaran lebih jelas dibandingkan satu notifikasi. Meski begitu, pola tersebut tetap tidak bisa dijadikan bukti pasti mengenai perasaan atau niat seseorang.
-
Jika Tidak Sengaja Like, Jangan Terlalu Menyalahkan Diri Sendiri
Kalau kamu tanpa sengaja menyukai foto lama seseorang saat sedang menelusuri profilnya, tidak perlu langsung panik atau merasa malu berlebihan. Kesalahan seperti ini bisa terjadi ketika jari tidak sengaja menyentuh layar saat menggulir unggahan.
Butler menyarankan agar seseorang tidak terus-menerus menghakimi diri sendiri atas tindakan sederhana seperti memberikan like. Pada akhirnya, itu hanyalah sebuah interaksi di media sosial, terlepas dari apakah pemilik akun menyadarinya atau tidak.
-
Bicarakan Secara Jujur Jika Memang Diperlukan
Jika like yang tidak sengaja diberikan menimbulkan kecanggungan, kamu bisa menjelaskannya secara langsung apabila merasa perlu. Gunakan kalimat sederhana dengan sudut pandang pribadi agar penjelasan tidak terdengar seperti pembelaan berlebihan.
Misalnya, kamu bisa mengatakan bahwa saat itu sedang melihat-lihat foto lama dan tanpa sengaja menekan tombol suka. Jika memang sedang bernostalgia, sampaikan saja dengan santai tanpa perlu membuat situasinya semakin rumit.
-
Perketat Pengaturan Privasi Akun
Bagi pemilik akun yang merasa kurang nyaman dengan interaksi dari orang asing, pengaturan privasi bisa menjadi langkah perlindungan awal. Kamu dapat mengubah akun menjadi privat, mengarsipkan unggahan lama yang bersifat sensitif, serta membatasi siapa saja yang bisa melihat story.
Selain itu, periksa kembali informasi pribadi yang ditampilkan di profil agar tidak terlalu banyak detail kehidupan sehari-hari yang bisa diakses orang tidak dikenal. Kamu juga bisa membaca panduan cara melindungi diri dari stalking untuk memahami langkah pencegahan lainnya.
-
Kenali Tanda Perilaku yang Mulai Mengganggu
Tidak semua aktivitas melihat profil termasuk stalking. Namun, pemantauan yang dilakukan berulang kali, tidak diinginkan, dan disertai intimidasi atau ancaman perlu mendapat perhatian lebih serius.
Misalnya, seseorang terus membuat akun baru setelah diblokir, mengirim pesan yang mengganggu, mengumpulkan informasi pribadi tanpa izin, atau mengikuti aktivitasmu hingga ke kehidupan nyata. Jika perilaku tersebut membuatmu merasa terancam, simpan bukti interaksi dan pertimbangkan untuk meminta bantuan kepada orang tepercaya atau pihak berwenang.
-
Jangan Ragu Memblokir atau Membatasi Akun
Jika ada akun yang terus memberikan interaksi tidak diinginkan atau membuatmu merasa tidak aman, manfaatkan fitur block dan restrict di Instagram. Fitur tersebut dapat membantu membatasi akses dan interaksi akun tertentu tanpa harus meladeni setiap tindakan yang dilakukan.
Perhatikan juga akun yang menggunakan foto profil tidak jelas, identitas mencurigakan, atau nama yang menyerupai layanan resmi. Jangan sembarangan membuka tautan maupun memberikan informasi pribadi kepada akun semacam itu.
Sebagai langkah sederhana, hindari menelusuri profil orang lain terlalu lama ketika sedang mengantuk atau kurang fokus. Banyak like tidak sengaja terjadi karena jari menyentuh layar saat menggulir unggahan tanpa disadari. Jika memang ingin melihat foto-foto lama seseorang, lakukan dengan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Like Postingan Lama
Apakah orang yang like postingan lama pasti sedang stalking?
Tidak selalu. Ada yang sedang bernostalgia, ada yang tak sengaja mengetuk layar, dan ada juga yang sedang naksir. Yang perlu kamu perhatikan adalah polanya, misalnya apakah like datang beruntun, dari akun asing, atau disertai perilaku lain yang membuatmu tidak nyaman.
Kalau like langsung dibatalkan, apakah pemilik akun tetap tahu?
Bisa jadi tahu. Notifikasi di dalam aplikasi memang bisa hilang, tetapi notifikasi push di layar ponsel pemilik akun mungkin sudah telanjur muncul, sehingga namamu sempat terlihat.
Bagaimana cara mengecek postingan yang sudah saya sukai di Instagram?
Buka profilmu, ketuk menu garis tiga di pojok kanan atas, lalu pilih "Your Activity". Di sana kamu bisa melihat daftar foto dan Reels yang kamu sukai dan memfilternya berdasarkan akun atau tanggal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1623499/original/054992100_1497416169-013dea58ff67b08496034d74b98b877825d446a8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)