Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta platform media sosial menerapkan klasifikasi umur agar mampu membedakan pengguna anak-anak dan orang dewasa. Hal ini diperlukan untuk memastikan pengaturan dan perlindungan di ruang digital sesuai dengan usia pengguna, terutama anak-anak.
Meutya meyakini perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan berbagai inovasi teknologi saat ini sangat memungkinkan platform dapat dengan mudah mengenali usia penggunanya.
“Kita yakini dengan era AI saat ini, dengan teknologi yang berbagai macam inovasinya, kita meyakini bahwa platform sebetulnya bisa mengetahui penggunanya ini ada di usia berapa,” kata Meutya dalam seminar dan diskusi yang digelar Kosgoro 1957 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, platform dapat memanfaatkan sejumlah indikator untuk memperkirakan usia pengguna, mulai dari foto yang diunggah hingga pola perilaku saat menggunakan layanan digital.
Menurut Meutya, pola perilaku anak-anak di ruang digital berbeda dengan orang dewasa. Aktivitas sehari-hari, termasuk waktu yang digunakan untuk bermain, juga dapat menjadi salah satu indikator untuk mengenali pengguna anak.
“Jadi kalau dia bermain, pola-pola waktu bermainnya juga berbeda dengan orang dewasa. Jadi banyak sekali teknologi inferencing yang sebetulnya kita yakini membuat platform itu sudah mampu untuk mengenali anak-anak,” jelasnya.
Meutya menilai kemampuan mengenali usia pengguna menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan platform digital dalam menjalankan kewajibannya melindungi anak di ruang digital.
Komdigi juga mendorong platform digital untuk melakukan penilaian risiko terhadap layanannya sendiri. Meutya mengibaratkan sistem tersebut seperti klasifikasi usia dalam industri perfilman.
“Kita ingin nanti ke depan mereka seperti di perfilman,” kata Meutya.
45 Persen Anak Pernah Jadi Korban Perundungan Siber
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314988/original/060444900_1785820512-Menkomdigi.jpg)
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan 45 persen anak pernah mengalami perundungan siber atau cyberbullying.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan perlindungan anak di ruang digital yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Hal itu disampaikan Meutya dalam seminar dan diskusi yang digelar Kosgoro 1957 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/10/2026). Menurut dia, digitalisasi tidak hanya mempercepat berbagai aktivitas, tetapi juga dapat mempercepat terjadinya kejahatan terhadap anak, termasuk perundungan siber.
“45 persen dari anak-anak kita menurut riset pernah mengalami perundungan siber,” kata Meutya.
Meutya juga menyoroti kesiapan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet. Berdasarkan data yang disampaikannya, hanya 39,9 persen orang tua merasa cukup mampu mendampingi anak di ruang digital.
Namun, angka tersebut merupakan penilaian orang tua terhadap kemampuan mereka sendiri. Meutya mempertanyakan apakah keyakinan tersebut benar-benar mencerminkan kemampuan mereka dalam melindungi anak di internet.
“Tapi yang merasa confident itu hanya 40 persen. Dari yang confident bahwa mereka mampu menjaga anak di ranah digital, perlu kita cek lagi berapa sebetulnya yang betul-betul mampu mendampingi anaknya di ranah digital,” ungkap dia.
Selain itu, Meutya menyebut 48 persen remaja menilai media sosial berdampak negatif bagi teman-teman seusia mereka. Sementara itu, penggunaan aplikasi atau fitur kontrol orang tua (parental control) untuk mengawasi aktivitas digital anak masih rendah, yakni 10,2 persen.
Padahal, sejumlah platform digital telah menyediakan fitur yang memungkinkan orang tua mengawasi aktivitas anak, membatasi waktu penggunaan, hingga mengatur konten yang dapat diakses.
“Tapi karena itu sifatnya opsional, maka yang memakai layanan itu hanya 10,2 persen orang tua,” kata dia.
Advertisement
Beberkan Isi PP Tunas
Di sisi lain, Meutya mengatakan pemerintah telah menerbitkan aturan perlindungan anak di ruang digital pada Maret 2025.
Dalam penerapannya, platform digital diberi waktu satu tahun untuk melakukan sosialisasi dan meningkatkan kemampuan teknologi mereka.
Menurut Meutya, peningkatan kemampuan teknologi diperlukan agar platform dapat membedakan pengguna anak-anak dan orang dewasa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penerapan perlindungan khusus bagi anak di ruang digital.
“Karena dia harus bisa membaca dulu ini kan aturan buat anak-anak, dia harus bisa membaca dulu pengguna yang anak-anak itu yang mana saja,” tandasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955303/original/075130000_1646699306-1367d00e-96e2-41ce-a015-57b7e2ceba5a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356723/original/028502500_1790219109-Menkomdigi.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337454/original/017185900_1788246438-IMG_3499.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314988/original/060444900_1785820512-Menkomdigi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303597/original/068029400_1784653868-Menkomdigi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311860/original/087754400_1785466044-Meutya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310930/original/079505100_1785381492-Menkomdigi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306126/original/090123200_1784862753-Menkomdigi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303701/original/091306000_1784687199-Menkomdigi_1.jpg)