Jenis Mata Obeng dan Fungsinya untuk Setiap Kepala Sekrup

Kenali berbagai jenis mata obeng seperti Phillips, minus, Torx, hingga Hex beserta fungsi, ukuran, dan cara memilihnya agar pekerjaan lebih presisi.

Diterbitkan 19 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Saat harus membuka casing gadget atau merakit furnitur, kunci keberhasilan sering kali bukan pada gagangnya, melainkan pada ujung obeng. Memahami jenis mata obeng menjadi langkah pertama agar sekrup tidak cepat aus dan pekerjaan berjalan mulus.

Setiap kepala sekrup dirancang dengan pola alur yang berbeda, sehingga menuntut mata obeng yang benar-benar cocok. Salah memilih ujung bisa membuat kepala sekrup slek, bahkan merusak mata obengnya sendiri.

Di panduan ini Anda akan mengenal ragam jenis mata obeng, mulai dari yang paling umum hingga model pengaman, lengkap dengan ukuran dan materialnya. Ada pula tips praktis memilih serta merawatnya supaya awet dipakai bertahun-tahun.

Melansir GlobalSpec, tipe sekrup yang paling banyak dijumpai di lapangan adalah slotted (minus) dan Phillips (plus), sementara model hex socket (Allen), square (Robertson), dan hexlobe (Torx) juga mudah didapatkan. Pemakaian yang tepat membuat perkakas Anda lebih presisi, sama pentingnya dengan fungsi obeng secara menyeluruh yang perlu Anda kuasai.

Apa Itu Mata Obeng dan Fungsinya

Mata obeng yang dalam istilah teknis disebut bits, merupakan ujung logam yang bersentuhan langsung dengan kepala sekrup. Bagian ini berfungsi meneruskan tenaga putar dari tangan atau mesin ke sekrup sehingga dapat dikencangkan atau dilepaskan.

Berbeda dengan obeng manual yang ujungnya menyatu dengan gagang, bits dapat dilepas dan diganti sesuai kebutuhan. Dengan begitu, satu alat dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis sekrup hanya dengan mengganti mata obengnya.

Penggunaan bits yang tepat juga membantu memastikan tenaga putar atau torsi tersalurkan dengan optimal, mengurangi risiko selip, sekaligus mencegah kepala sekrup cepat aus. Karena itu, mengenali bentuk kepala sekrup, baik pada perabot maupun kebutuhan lainnya, menjadi langkah penting sebelum memilih mata obeng yang sesuai.

Jenis Mata Obeng yang Umum Digunakan

Ada banyak jenis mata obeng di pasaran, tetapi hanya beberapa yang paling sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Setiap jenis memiliki bentuk ujung dan karakteristik yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan bentuk kepala sekrup.

Jenis Mata Obeng Bentuk Ujung Kode/Ukuran Umum Penggunaan Umum
Minus (Slotted/Pipih) Bilah lurus tunggal Satuan mm/inci Sekrup beralur lurus, kelistrikan, kayu
Phillips (Plus) Silang meruncing PH0-PH3 (#2 paling umum) Elektronik, rumah tangga, otomotif
Pozidriv Silang dengan alur tambahan PZ1-PZ3 Furnitur Eropa, konstruksi
Torx (Bintang) Bintang enam titik T6-T30 Otomotif, elektronik, torsi tinggi
Hex/Allen Segi enam Satuan mm/inci Furnitur rakitan, sepeda, mesin
Robertson (Square) Persegi S0-S3 Sekrup kayu, aplikasi industri
Spanner (Snake Eye) Dua pin sejajar Beragam Perangkat publik, sekrup pengaman
Tri-Wing (Y) Tiga sayap Beragam

Elektronik, konsol game

Mata Obeng Minus (Slotted)

Mata obeng minus merupakan salah satu desain paling sederhana dan sudah lama digunakan. Ujungnya berbentuk satu bilah lurus yang masuk ke alur pada kepala sekrup.

Karena hanya memiliki satu bidang kontak, mata obeng ini lebih rentan mengalami slip atau cam-out, terutama ketika digunakan untuk menghasilkan torsi tinggi. Meski begitu, mata obeng minus masih banyak digunakan untuk berbagai pekerjaan, mulai dari kelistrikan hingga perbaikan furnitur dan sekrup dengan kepala tertentu.

Mata Obeng Phillips (Plus)

Ujung berbentuk silang meruncing membuat Phillips menjadi salah satu jenis mata obeng yang paling umum digunakan. Di Indonesia, tipe ini juga dikenal sebagai obeng plus atau obeng kembang.

Ukurannya menggunakan kode PH, mulai dari ukuran kecil hingga yang lebih besar, dengan PH2 sebagai salah satu ukuran yang paling sering digunakan untuk pekerjaan rumah tangga. Mata obeng ini dapat digunakan pada berbagai kebutuhan, termasuk elektronik, perabot, dan perbaikan ringan kendaraan.

Mata Obeng Pozidriv

Sekilas, mata obeng Pozidriv terlihat mirip dengan Phillips. Namun, Pozidriv memiliki alur tambahan di antara empat sisi utamanya sehingga bentuk ujungnya lebih mudah dibedakan jika diperhatikan dengan saksama.

Desain tersebut membantu meningkatkan cengkeraman antara mata obeng dan kepala sekrup sehingga dapat mengurangi risiko cam-out. Meski demikian, mata obeng Pozidriv sebaiknya digunakan pada sekrup Pozidriv karena bentuknya tidak dirancang untuk masuk sempurna ke kepala sekrup Phillips.

Mata Obeng Torx (Bintang)

Mata obeng Torx memiliki ujung berbentuk bintang dengan enam titik. Bentuk ini memberikan area kontak yang lebih luas antara mata obeng dan kepala sekrup sehingga mampu menyalurkan torsi dengan baik.

Karakteristik tersebut membuat Torx banyak digunakan pada berbagai perangkat yang membutuhkan pengencangan dengan torsi relatif tinggi, termasuk elektronik dan kendaraan. Beberapa ukuran Torx yang umum dijumpai antara lain T6, T8, T10, T15, T20, T25, dan T30.

Mata Obeng Hex (Allen)

Mata obeng Hex atau Allen memiliki penampang berbentuk segi enam dan digunakan bersama sekrup dengan lubang heksagonal. Jenis ini cukup mudah ditemukan pada furnitur rakitan, sepeda, serta berbagai komponen mesin.

Ukuran mata obeng Hex biasanya dinyatakan dalam milimeter atau inci. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan ukuran lubang heksagonal pada kepala sekrup agar mata obeng dapat masuk dengan pas.

Mata Obeng Robertson (Square)

Robertson memiliki ujung berbentuk persegi yang dirancang untuk masuk ke ceruk persegi pada kepala sekrup. Bentuk tersebut memberikan cengkeraman yang kuat antara mata obeng dan sekrup sehingga membantu mengurangi risiko selip saat digunakan.

Jenis ini banyak digunakan pada sekrup kayu dan sejumlah aplikasi industri. Robertson juga dikenal luas penggunaannya di Kanada, meski popularitasnya berbeda-beda di setiap wilayah.

Mata Obeng Pengaman: Spanner dan Tri-Wing

Spanner dan Tri-Wing termasuk jenis mata obeng pengaman yang dirancang untuk kepala sekrup dengan bentuk khusus. Karena tidak menggunakan pola kepala sekrup umum, keduanya membutuhkan mata obeng yang sesuai untuk dapat dibuka.

Spanner memiliki dua pin yang masuk ke dua lubang pada kepala sekrup, sedangkan Tri-Wing memiliki ujung berbentuk tiga sayap. Jenis mata obeng seperti ini dapat digunakan pada berbagai perangkat elektronik dan produk tertentu, termasuk sebagian konsol game, serta sejumlah peralatan yang menggunakan sekrup khusus untuk membatasi pembongkaran.

Sejarah Singkat dan Fenomena Cam-Out

Memahami asal-usul desain mata obeng juga membantu menjelaskan mengapa beberapa jenis lebih mudah mengalami selip dibandingkan yang lain. Buku One Good Turn karya Witold Rybczynski bahkan secara khusus membahas sejarah perkembangan obeng dan sekrup, menunjukkan panjangnya perjalanan dua alat sederhana yang kini sangat umum digunakan.

Sebagaimana dilaporkan iFixit, perkembangan obeng modern juga tidak terlepas dari persaingan bisnis. Henry F. Phillips membeli desain sekrup dari penemunya, John P. Thompson, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan minat komersial terhadap temuannya.

Menariknya, desain Robertson sempat menjadi pilihan pertama Henry Ford untuk digunakan pada Model T. Namun, karena penemu Robertson tidak bersedia memberikan lisensi desainnya, Ford kemudian mencari alternatif dan memilih desain Phillips.

Dari sinilah istilah cam-out menjadi penting dalam pembahasan mata obeng. Istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika mata obeng tergelincir atau keluar dari kepala sekrup saat menerima tekanan putar.

Desain Phillips memungkinkan penerapan torsi yang lebih besar dibandingkan desain sebelumnya, tetapi juga memiliki kecenderungan mengalami cam-out ketika torsi terlalu tinggi. Pada lini produksi era 1930-an, obeng elektrik umumnya belum dilengkapi pengaturan torsi yang presisi. Kondisi ini membuat sifat cam-out pada Phillips dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sekrup atau material akibat pengencangan berlebihan, meski anggapan bahwa karakteristik tersebut memang sengaja dirancang sebagai fitur keselamatan masih menjadi bahan perdebatan.

Berbagai solusi kemudian dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut. Jepang, misalnya, memperkenalkan standar JIS pada 1958 dengan bentuk tepi yang lebih tajam untuk meningkatkan cengkeraman dan mengurangi risiko selip. Bagi Anda yang sering menangani komponen kendaraan lawas, memahami perbedaan antara Phillips dan JIS dapat membantu menghindari kerusakan pada kepala sekrup.

Material dan Ukuran Mata Obeng

Selain bentuk, material dan ukuran juga menjadi dua faktor penting yang memengaruhi ketahanan dan kinerja mata obeng. Keduanya sering diabaikan, padahal pemilihan yang tepat dapat membantu mata obeng bekerja lebih optimal dan tidak cepat rusak.

Dari segi material, mata obeng umumnya dibuat dari berbagai jenis baja, termasuk Chrome Vanadium (CR-V) dan S2 Steel. Perbedaan material tersebut memengaruhi karakteristik dan penggunaannya.

Jika digunakan pada impact driver, sebaiknya pilih bits berbahan S2 Steel karena material ini memiliki ketahanan yang baik terhadap torsi tinggi dan hentakan berulang.

Material Karakteristik Cocok Untuk
Chrome Vanadium (CR-V) Kuat, tahan aus, untuk pemakaian umum Obeng manual dan bor biasa
S2 Steel Lebih keras dan tahan hentakan Impact driver dan torsi tinggi

Selain material, ukuran mata obeng juga perlu diperhatikan. Penandaannya berbeda-beda tergantung jenisnya. Phillips dan Pozidriv umumnya menggunakan kode angka seperti PH0–PH3 dan PZ1–PZ3, sedangkan Torx menggunakan huruf T yang diikuti angka, seperti T10 atau T25.

Ukuran tersebut menunjukkan dimensi ujung mata obeng yang harus disesuaikan dengan kepala sekrup. Menggunakan ukuran yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko selip, merusak kepala sekrup, sekaligus membuat mata obeng lebih cepat aus. Karena itu, selalu cocokkan jenis dan ukuran mata obeng dengan sekrup yang akan digunakan.

Cara Memilih Jenis Mata Obeng yang Tepat

Langkah pertama dalam memilih mata obeng adalah mengamati bentuk kepala sekrup, kemudian menyesuaikan profil dan ukuran ujungnya. Ujung yang terlalu besar tidak akan masuk dengan tepat, sedangkan ukuran yang terlalu kecil dapat membuat mata obeng mudah selip dan merusak kepala sekrup. Setelah itu, pertimbangkan material mata obeng, terutama jika alat akan digunakan untuk pekerjaan dengan beban atau torsi tinggi.

Sebagaimana disampaikan RS Online, membeli satu set mata obeng dapat menjadi pilihan praktis jika Anda membutuhkan berbagai jenis dalam satu paket. Set umumnya mencakup Hexagon, Phillips, Pozidriv, Slotted, dan Torx yang dapat digunakan dengan obeng manual maupun dipasang pada bit holder untuk digunakan bersama bor. Jika ingin memasangnya pada bor listrik, pastikan tersedia bit holder atau adaptor yang kompatibel.

Fitur tambahan juga bisa menjadi pertimbangan, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan fleksibilitas. Bit holder magnetis, misalnya, membantu menahan bits tetap pada posisinya sekaligus memberikan kestabilan saat mengencangkan sekrup. Fitur ini dapat memudahkan pekerjaan di area yang sulit dijangkau atau ketika bekerja hanya dengan satu tangan.

Prinsip “alat yang tepat untuk tugas yang tepat” juga berlaku ketika memilih perkakas. Sebelum bekerja, penting untuk memahami fungsi alat yang digunakan, seperti saat Anda perlu mengenali jenis-jenis tang agar dapat memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, mata obeng juga tersedia dalam bentuk ringkas sebagai bagian dari alat serbaguna multi-tool. Sementara itu, untuk pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi listrik, gunakan bits atau obeng yang memiliki insulasi dan sesuai untuk pekerjaan kelistrikan demi meningkatkan keamanan saat bekerja.

Tips Merawat Mata Obeng Agar Awet

Perawatan mata obeng sebenarnya cukup sederhana, tetapi dapat membantu memperpanjang umur pakainya. Bersihkan ujung mata obeng dari kotoran dan serpihan logam setelah digunakan, kemudian simpan di tempat yang kering dan terorganisir, seperti kotak khusus, agar tidak mudah hilang atau mengalami karat. Jika digunakan di daerah yang lembap, lapisan tipis minyak antikarat pada bagian logam juga dapat membantu mengurangi risiko korosi.

Hal yang tidak kalah penting adalah menggunakan setiap mata obeng sesuai fungsinya. Hindari memakainya sebagai pengungkit atau pahat karena penggunaan yang tidak sesuai dapat merusak ujung mata obeng maupun benda yang sedang dikerjakan.

Pemilihan profil dan ukuran yang tidak tepat juga dapat membuat kepala sekrup rusak, mata obeng cepat aus, bahkan berisiko merusak material di sekitarnya. Dengan memahami berbagai jenis mata obeng, memilih ukuran yang sesuai, dan merawatnya secara rutin, Anda dapat bekerja lebih aman dan efektif dalam berbagai pekerjaan perbaikan maupun perakitan, termasuk saat menangani komponen pada sistem kelistrikan yang membutuhkan ketelitian ekstra.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Mata Obeng dan Fungsinya

Apa saja jenis mata obeng yang paling umum digunakan?

Beberapa jenis yang umum antara lain Slotted atau minus, Phillips atau plus, Pozidriv, Torx, Hex atau Allen, Robertson, Spanner, dan Tri-Wing.

Bagaimana cara memilih ukuran mata obeng yang tepat?

Sesuaikan bentuk dan ukuran mata obeng dengan kepala sekrup. Mata yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat membuat ujung mudah selip dan berisiko merusak kepala sekrup.

Bagaimana cara merawat mata obeng agar tidak cepat rusak?

Bersihkan setelah digunakan, simpan di tempat kering dan terorganisir, serta gunakan sesuai fungsinya. Hindari memakai mata obeng sebagai pengungkit atau pahat agar tidak cepat aus atau rusak.