Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kamu bertemu seseorang yang tampak dingin dan sama sekali tidak tergerak oleh penderitaan orang lain? Sikap semacam ini kerap dikaitkan dengan ciri orang yang tidak punya hati.
Istilah "tidak punya hati" memang terdengar keras, tetapi sebenarnya menggambarkan minimnya empati dan kepedulian. Orang seperti ini cenderung mengabaikan perasaan orang di sekitarnya demi kepentingan diri sendiri.
Mengenali ciri orang yang tidak punya hati penting agar kamu bisa menjaga batasan dan kesehatan mental. Dengan begitu, kamu tidak mudah terjebak dalam hubungan yang menguras energi.
Advertisement
Dilansir dari Psych Central, psikolog dan peneliti Paul Ekman serta Daniel Goleman membagi empati menjadi tiga jenis utama. Lemahnya kemampuan inilah yang kerap menjadi akar dari sikap yang tampak tak berperasaan.
Apa Itu Orang yang Tidak Punya Hati?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3107177/original/096058300_1587378543-beauty-blur-cold-cute-206481.jpg)
Secara umum, istilah "tidak punya hati" atau cold-hearted merujuk pada individu yang kurang memiliki empati, emosi, dan kepedulian terhadap orang lain. Sifat ini bukan sekadar soal suasana hati, melainkan menyangkut ketidakmampuan atau keengganan memahami perasaan sesama.
Para ahli menegaskan bahwa inti dari sikap ini adalah minimnya empati. Psikolog Linda Mealey dan Stuart Kinner menggambarkan cold-heartedness sebagai kurangnya empati. Dengan kata lain, ciri orang yang tidak punya hati yang paling mendasar adalah lemahnya kemampuan merasakan apa yang dialami orang lain.
Penting dipahami bahwa empati berada dalam sebuah spektrum, sehingga sulit memastikan apakah seseorang benar-benar tidak memiliki empati. Istilah ini juga berbeda dengan diagnosis medis; secara klinis, kondisi ekstrem semacam ini lebih dikenal sebagai gangguan kepribadian antisosial.
Empati sendiri, sebagaimana kemampuan emosional yang bisa dipelajari, merupakan fondasi hubungan yang sehat. Memahami perbedaan empati dan simpati pun membantu kita mengerti mengapa sebagian orang tampak begitu dingin.
Brene Brown, peneliti dan penulis, dikutip dari Shortform, menyatakan, "Satu-satunya orang yang tidak mengalami rasa malu adalah mereka yang tak memiliki kapasitas untuk berempati dan terhubung dengan sesama."
Advertisement
Ciri Orang yang Tidak Punya Hati yang Perlu Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3915268/original/005389800_1643184937-pexels-cottonbro-8427595_1_.jpg)
Setiap orang bisa bersikap acuh sesekali, tetapi ada pola perilaku yang konsisten pada mereka yang benar-benar dingin. Mengenalinya sejak awal akan membantumu memasang batasan yang sehat.
Merujuk laporan Marriage.com, orang berhati dingin biasanya tampak menjauh dan menunjukkan ketidakpedulian terhadap interaksi sosial serta emosi orang lain. Berikut sejumlah ciri orang yang tidak punya hati yang umum ditemukan.
- Minim empati. Empati adalah fondasi hubungan antarmanusia, tetapi orang yang tidak punya hati justru secara konsisten mengabaikan perasaan orang di sekitarnya, bahkan menanggapi kesulitan orang lain dengan sikap acuh atau meremehkan. Mereka sulit memahami perasaan orang lain dan cenderung tak acuh terhadap penderitaan sesama.
- Manipulatif. Individu semacam ini kerap menjadikan manipulasi sebagai alat untuk mendapatkan keinginannya.[Bentuknya bisa berupa mempermainkan emosi hingga penipuan terang-terangan, mengeksploitasi kepercayaan dan kerentanan orang lain tanpa rasa bersalah. Kenali pula ciri orang manipulatif agar tak mudah dimanfaatkan.
- Egois dan merasa superior. Narsisme yang ditandai rasa penting diri berlebihan dan minim penghargaan pada orang lain sering menyertai sikap tidak berperasaan. Ada nuansa kesombongan; mereka merasa lebih unggul dan menganggap orang lain tak layak mendapat waktunya. Sikap ini mirip sejumlah ciri-ciri orang egois dalam keseharian. Daniel Goleman, psikolog dan penulis buku Emotional Intelligence, dikutip dari AZ Quotes, menuliskan, "Sikap terlalu berfokus pada diri sendiri dalam segala bentuknya membunuh empati, apalagi belas kasih."
- Dingin secara emosional. Menurut psikologi, salah satu indikator utama orang berhati dingin adalah keterputusan emosional atau emotional detachment. Mereka menjaga jarak dari keterikatan dan jarang menampakkan perasaan.
- Meremehkan perasaan orang lain. Mereka cenderung menganggap orang lain terlalu sensitif atau bereaksi berlebihan. Orang dengan empati rendah bahkan bisa mengkritik orang lain secara berlebihan hanya karena menunjukkan emosi.
- Pesona yang dangkal. Sosok ini kadang tampak menawan dan karismatik di permukaan, tetapi menyimpan perilaku bermasalah di baliknya. Pesonanya terasa dingin tanpa kehangatan minat yang tulus, dan kedangkalan inilah yang membongkar tidak adanya koneksi emosional sejati.
- Gemar menyalahkan. Orang yang minim empati sering menyalahkan korban atas apa yang dialaminya, dengan berkata seperti, "Kalau kamu tidak melakukan itu, kamu tidak akan bermasalah sekarang."
- Mengabaikan norma dan batasan. Standar moral mereka tak menentu, dan mereka bisa melanggar norma sosial atau batasan pribadi orang lain tanpa banyak pertimbangan.
- Hubungan yang dangkal. Mereka menjaga jarak dari orang lain, bukan karena benci, melainkan karena sulit bersikap ramah atau akrab. Saat berbicara pun cenderung irit dan menjaga percakapan tetap di permukaan untuk menghindari keterbukaan.
- Sulit percaya dan tertutup. Orang berhati dingin kerap sulit memercayai orang lain, curiga terhadap motif sekitarnya, serta cenderung tertutup dan penuh rahasia.
- Suka mengendalikan dan mudah memusuhi. Mereka bisa berperilaku mengontrol, berusaha mendominasi, dan menjadi marah atau dendam bila keinginannya tidak terpenuhi. Sikap bermusuhan pun umum, mudah tersulut amarah, dan menyerang orang yang dianggap mengancam.
- Ambisi tanpa peduli orang lain. Ambisi sebenarnya baik, tetapi menjadi tidak berperasaan ketika mendorong seseorang menginjak hak dan perasaan orang lain demi mencapai tujuannya.
Baca juga: tanda orang egois dan mau menang sendiri.
Penyebab Seseorang Menjadi Tidak Punya Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3461033/original/061222900_1621513299-maria-lysenko-X-t_Rc3s1oQ-unsplash.jpg)
Â
Sikap dingin jarang muncul tanpa sebab. Lemahnya empati bisa berakar dari faktor bawaan maupun lingkungan, sebagian orang lahir dengan kecenderungan empati yang lebih rendah akibat perbedaan struktur dan fungsi otak, genetik, serta hormon. Kadar oksitosin yang rendah atau bagian otak anterior insula yang lebih kecil, misalnya, dapat menyulitkan seseorang berempati.
Faktor pengasuhan juga berperan besar. Cara seseorang dibesarkan turut memengaruhi kemampuannya berempati; trauma fisik, emosional, atau psikologis pada masa kecil dapat menghambatnya, karena fokus hidup bergeser menjadi sekadar bertahan alih-alih menjalin hubungan. Tak jarang sikap dingin lahir dari luka lama, ketika berulang kali tersakiti, seseorang membangun tembok emosi yang begitu tinggi sebagai mekanisme pertahanan diri agar tidak terluka lagi.
Pada sebagian kasus, kondisi ini berkaitan dengan gangguan kepribadian. Narsisme atau gangguan kepribadian antisosial dapat bermanifestasi sebagai lemahnya empati. Robert Hare, pengembang instrumen Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R), menyebut skor empati yang rendah mengindikasikan kecenderungan manipulatif. Pola ini juga tampak pada ciri orang narsis.
Meski begitu, label "tidak punya hati" tak selalu berarti seseorang jahat. Sebagaimana dilaporkan YourTango, banyak orang berhati dingin sejatinya tidak terlahir "buruk", melainkan mengembangkan mekanisme bertahan yang toksik akibat pengalaman traumatis atau teladan yang keliru sejak dini.
Baca juga: cara ilmuwan mendeteksi sisi gelap manusia.
Advertisement
Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Punya Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423316/original/047879100_1764059057-pexels-cottonbro-4570774.jpg)
Sikap tak berperasaan sering bocor lewat ucapan sehari-hari. Kalimat-kalimat tertentu menyingkap keengganan mereka memahami perasaan orang lain.
Mengutip Psychology Today, empati kognitif sebenarnya mudah dipelajari sehingga dapat dimanfaatkan oleh individu narsistik, Machiavellian, maupun sosiopat. Artinya, ucapan yang tampak "logis" pun bisa menyakitkan bila hampa kepedulian. Berikut beberapa kalimat yang kerap dilontarkan dan menjadi tanda kurangnya empati.
- "Kamu terlalu dramatis." Ucapan ini meremehkan emosi dan membuat lawan bicara merasa tertekan serta meragukan dirinya sendiri.
- "Kamu cuma terlalu sensitif." Perasaan orang lain dianggap berlebihan agar mereka tetap memegang kendali atas situasi.
- "Itu salahmu sendiri." Saat orang lain tertimpa musibah, individu minim empati justru menuding bahwa itu adalah kesalahan korban.
- "Terserah, itu bukan urusanku." Kalimat ini menandakan minimnya empati kognitif; mereka sangat egois dan hanya fokus pada kepentingan sendiri.
- "Ah, itu tidak seburuk yang kamu kira." Meremehkan perasaan orang lain adalah sikap yang kerap ditunjukkan individu berempati rendah.
- "Lupakan saja." Sering diucapkan untuk menolak membantu atau menghindar dari tanggung jawab atas masalah yang mereka buat sendiri.
Pola bicara semacam ini kerap beririsan dengan taktik gaslighting yang membuat korban meragukan diri sendiri. Baca juga: kalimat khas orang egois bertipe NPD dan 9 ciri orang bersifat manipulatif.
Cara Menghadapi Orang yang Tidak Punya Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2951684/original/066156700_1572250407-shutterstock_1119633176.jpg)
Berinteraksi dengan sosok yang dingin memang melelahkan, tetapi ada strategi untuk melindungi diri. Kuncinya adalah menjaga batasan tanpa ikut terseret emosi negatif.
- Tetapkan batasan yang sehat. Mengenali ciri-ciri ini membantumu melindungi diri dari energi negatif dan memasang batasan yang tepat dalam keseharian.
- Jangan menganggapnya pribadi. Sikap meremehkan mereka umumnya berakar dari rasa sulit percaya, bukan semata karena tidak peduli.
- Jaga jarak bila perlu. Mengetahui berbagai istilah dalam hubungan toxic akan menajamkan penilaianmu. Bila hubungan mulai menguras jiwa, pahami pula alasan orang bertahan dalam hubungan toxic agar tidak terjebak.
- Rawat kesehatan mental. Luangkan waktu untuk diri sendiri dengan menerapkan tips menjaga kesehatan mental serta cara menenangkan hati dan pikiran.
- Dorong bantuan profesional. Individu yang minim empati dapat terbantu melalui konseling untuk belajar mengenali dan mengelola perasaan serta menumbuhkan empati. Sebab mengenali emosi adalah keterampilan yang dipelajari dan berkembang seiring waktu.
Maya Angelou, penulis dan penyair, dikutip dari Psychology Spot, menyatakan, "Saya rasa kita semua memiliki empati. Kita mungkin hanya tidak cukup berani untuk menunjukkannya."
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang Tidak Punya Hati
Apakah orang yang tidak punya hati bisa berubah?
Bisa. Empati pada dasarnya merupakan kemampuan yang bisa dipelajari dan diperkuat, dan konseling dapat membantu seseorang mengenali serta mengendalikan perasaannya sekaligus menumbuhkan empati. Perubahan tentu membutuhkan kesadaran diri dan usaha yang konsisten.
Apa perbedaan orang tidak punya hati dan psikopat?
"Tidak punya hati" adalah istilah umum untuk sikap minim empati, sedangkan psikopati merupakan gangguan kepribadian yang didiagnosis secara klinis. Keduanya bisa tampak menawan di permukaan, tetapi psikopat menyimpan pola perilaku bermasalah yang lebih dalam. Diagnosis resmi hanya boleh ditegakkan oleh tenaga profesional.
Apa penyebab seseorang kehilangan empati?
Lemahnya empati bisa berakar dari faktor bawaan maupun lingkungan, termasuk perbedaan otak dan genetik. Selain itu, trauma pada masa kecil dapat menghambat berkembangnya kemampuan berempati.
Pada akhirnya, mengenali ciri orang yang tidak punya hati bukanlah untuk menghakimi, melainkan untuk menjaga diri sekaligus merawat empati di sekitar kita. Betapa pentingnya kemampuan ini terlihat dari bagaimana memahami perasaan orang lain dengan hati mampu memperkuat setiap hubungan. Daniel Goleman, dikutip dari Goalcast, menyatakan, "Empati merupakan keterampilan dasar bagi semua kompetensi sosial yang penting dalam pekerjaan."
Jika interaksi dengan mereka mulai memengaruhi ketenanganmu, terapkan pula strategi menjaga kesehatan mental di era digital dan jangan ragu mencari dukungan dari orang tepercaya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308406/original/024809300_1785140138-8aa6d740-0ecb-472c-92ce-e7cdd2a5e7ea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308368/original/048087900_1785139020-0f7e66f5-a62a-4502-9e0d-2f24cabfe9a7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305214/original/011859500_1784787651-kSUuqK4y77L9rM9laadgIzmbpbIstWc3TwoZOJjH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334102/original/099948900_1756707266-high-angle-woman-gym-break.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4424932/original/065224400_1683867888-romantic-beautiful-young-female-with-pleasant-shining-smile-keeps-hands-chest_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147005/original/033411800_1591619574-woman-in-blue-suit-jacket-2422293__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308102/original/049733300_1785128719-7f1f8754-4987-4a49-8c00-fa7781bdead6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127876/original/030269800_1589437740-woman-in-orange-blazer-2701161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4414261/original/041753900_1683121838-spencer-backman-1KdD2iBlnRI-unsplash_1_.jpg)