Sosok Taufiq Supriadi, Community Development Expert yang Bangun Indonesia dari Gang Kecil

Sosok Taufiq Supriadi ketua RT di Malaka Jaya penggagas Pencegah Krisis Planet dan Survival Architecture Indonesia.

Diterbitkan 28 April 2026, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah banyaknya diskusi besar mengenai perubahan iklim, ketahanan pangan, krisis sampah, energi berkelanjutan, hingga ancaman triple planetary crisis, sebuah gerakan nyata justru lahir dari gang kecil di kawasan RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sosok di balik gerakan tersebut adalah Dr. Taufiq Supriadi Yusuf, seorang Community Development Expert, akademisi, auditor negara, Ketua RT, sekaligus tokoh pemberdayaan masyarakat yang dikenal luas karena mengembangkan model berbasis warga bernama Pencegah Krisis Planet dan Survival Architecture Indonesia.

Taufiq juga dipercaya untuk mengemban sejumlah peran strategis, antara lain sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Rukun Warga Rukun Tetangga Indonesia serta Dewan Pakar Relawan Pemimpin Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis masyarakat, ia berhasil mengubah wilayah padat perkotaan menjadi laboratorium hidup pengelolaan lingkungan terpadu yang kini menarik perhatian masyarakat luas, akademisi, pemerintah daerah, BUMN, media nasional, hingga dunia internasional.

“Kalau ingin melihat negara bekerja secara nyata, datanglah ke ujung-ujung gang. Di sana negara dijalani, bukan hanya dibicarakan,” ujar Taufiq.

Dari Sampah Jadi Pangan, Energi, Air, hingga Ekonomi Warga

Model yang dibangun Taufiq tidak berhenti pada gerakan kebersihan biasa. Ia merancang sistem tertutup (closed loop system) bernama Survival Architecture Indonesia, yang mengintegrasikan:

  • pemilahan sampah rumah tangga
  • bank sampah
  • kompos rumah tangga
  • maggot farm
  • budidaya ikan lele
  • peternakan ayam petelur
  • greenhouse pangan keluarga
  • rainwater harvesting
  • pengelolaan sanitasi
  • ekonomi sirkular warga
  • pemanfaatan energi surya

Sampah organik rumah tangga diolah menjadi kompos, pakan maggot, pakan ayam, hingga pakan ikan. Hasil akhirnya kembali menjadi pangan bagi warga serta menciptakan peluang ekonomi baru. Saat ini kawasan RT 08 juga telah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 Kilowatt Peak (KWP) hasil kolaborasi dengan PT Aruna Hijau Power. PLTS tersebut menjadi simbol nyata bahwa lingkungan skala RT pun mampu bergerak menuju ketahanan energi berbasis energi terbarukan. “Yang kami bangun bukan program seremonial. Kami membangun sistem bertahan hidup masa depan,” jelas Taufiq.

Viral Nasional hingga Didatangi Irfan Hakim

Gerakan ini semakin dikenal publik setelah presenter nasional Irfan Hakim datang langsung ke RT 08 Malaka Jaya dan menyerahkan bantuan tong komposter kepada warga. Momen tersebut menjadi perhatian publik karena menunjukkan bahwa inovasi lingkungan skala RT mampu menarik perhatian figur nasional. Video aktivitas Taufiq juga rutin viral di media sosial dengan jutaan tayangan. Akun Instagram pribadinya kini memiliki puluhan ribu pengikut, sementara lokasi Pencegah Krisis Planet di Google Maps telah memperoleh ribuan ulasan positif bintang lima dari masyarakat yang datang belajar langsung.

Didatangi Kampus, Pesantren, Kepala Daerah hingga Dunia Internasional

Dalam beberapa bulan terakhir, lokasi ini terus menerima kunjungan dari berbagai pihak, seperti:

  • mahasiswa dan dosen dari berbagai kampus
  • pesantren dari berbagai daerah
  • kepala daerah dan lurah dari luar provinsi
  • komunitas lingkungan nasional
  • media nasional
  • delegasi internasional

Taufiq pernah menerima penghargaan dari Amerika Serikat atas kontribusinya dalam pengembangan masyarakat berbasis lingkungan. Saat melakukan kunjungan ke Tiongkok, gagasannya juga mendapat apresiasi langsung dari Duta Besar Republik Indonesia di Tiongkok. Ia juga sempat diundang ke Tiongkok dan saat ini tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dari Korea Selatan untuk pengembangan kolaborasi lingkungan berkelanjutan.

Bicara di Hadapan 600 Mahasiswa

Status Taufiq sebagai Community Development Expert semakin diperkuat setelah ia diundang oleh kampus STIAMI untuk berbicara di hadapan lebih dari 600 mahasiswa mengenai pembangunan berbasis masyarakat dan solusi lingkungan. Pengalamannya dinilai unik karena berhasil membawa konsep pemberdayaan masyarakat dari teori menjadi praktik nyata.

Bergerak Dulu, Bantuan Datang Kemudian

Salah satu hal yang menarik perhatian banyak pihak adalah pendekatan Taufiq yang lebih memilih bergerak terlebih dahulu dibanding menunggu bantuan. Seluruh perkembangan RT 08 didokumentasikan secara terbuka melalui website: www.rt08rw04malakajaya.com.

Website tersebut memperlihatkan bahwa warga RT 08 telah bergerak terlebih dahulu, bukan sekadar meminta bantuan. Pendekatan ini menarik perhatian salah satu BUMN yakni PT Jasa Raharja, yang saat ini berencana mendukung program:

  • pengembangan Sister Village untuk wilayah sekitar RT 08
  • pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk membantu menyelesaikan persoalan sanitasi di kawasan sekitar Malaka Jaya

“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa bergerak lebih dulu. Ketika masyarakat serius bekerja, dukungan akan datang,” kata Taufiq.

Membangun Negara dari RT

Menurut Taufiq, pembangunan nasional tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Ia percaya masa depan Indonesia justru bisa dibangun dari unit terkecil masyarakat seperti RT. “Kalau satu RT bisa mengurangi sampah, membangun pangan mandiri, air mandiri, energi mandiri, dan ekonomi warga, bayangkan kalau ribuan RT bergerak bersama.” ungkapnya.

Saat ini Taufiq tengah mempersiapkan pengembangan Kampung Percontohan Survival Architecture Indonesia, sebagai model nasional pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Konsep tersebut diarahkan sebagai solusi konkret menghadapi:

  • perubahan iklim
  • kehilangan keanekaragaman hayati
  • krisis sampah/polusi atau yang dikenal sebagai triple planetary crisis.

Sebagai informasi, Taufiq Supriadi selaku Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, juga dikenal sebagai Founder Pencegah Krisis Planet, Penggagas Survival Architecture Indonesia, Wakil Ketua Umum DPP ARWT Indonesia, Dewan Pakar RAPI, Akademisi, Auditor negara, dan Penulis buku Suara-Suara dari Pos Ronda.