Liputan6.com, Jakarta Teori mengenai pengaruh urutan kelahiran terhadap kepribadian telah menjadi topik diskusi yang menarik dalam psikologi selama bertahun-tahun. Gagasan ini pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Adler, seorang psikolog asal Austria, pada awal abad ke-20. Menurut Adler, posisi seorang individu dalam urutan kelahiran keluarga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian dan interaksi sosial mereka.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa tidak semua penelitian menemukan korelasi yang signifikan antara urutan kelahiran dan kepribadian. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa faktor genetik dan lingkungan, termasuk pola asuh orang tua, memiliki pengaruh yang lebih besar dalam membentuk karakter seseorang. Ini menunjukkan bahwa teori urutan lahir hanyalah salah satu lensa untuk memahami kompleksitas kepribadian.
Pola asuh orang tua memainkan peran krusial dalam membentuk karakter anak, terlepas dari urutan kelahirannya. Misalnya, anak sulung seringkali mendapatkan perlakuan yang lebih disiplin, sementara anak bungsu mungkin diperlakukan lebih santai. Perlakuan yang berbeda ini dapat memicu perkembangan kepribadian yang berbeda pada anak. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut seperti Liputan6.com rangkum, Sabtu (26/7/2025).
Advertisement
Kepribadian Anak Sulung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196246/original/065431700_1745398166-c.jpg)
Anak sulung, sebagai anak pertama dalam keluarga, seringkali mendapatkan perhatian penuh dari orang tua sebelum adik-adiknya lahir. Pengalaman ini membentuk kepribadian mereka yang cenderung dominan dan terorganisir, karena orang tua yang baru pertama kali menjalankan peran mereka seringkali lebih berhati-hati dan ketat dalam menerapkan aturan pada anak sulung.
Ciri khas anak sulung adalah sifat bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Mereka sering diberi tanggung jawab untuk mengurus adik-adiknya, sehingga tumbuh menjadi sosok yang dapat diandalkan dan cenderung menyiapkan segala sesuatu dengan teliti untuk menyenangkan orang tua. Posisi mereka sebagai yang tertua juga menempatkan mereka dalam peran kepemimpinan dalam keluarga, terbiasa memimpin adik-adik dan sering menjadi pemimpin di kelompok teman.
Anak sulung cenderung memiliki dorongan kuat untuk pencapaian dan berorientasi pada prestasi. Harapan tinggi yang ditempatkan pada mereka sebagai panutan bagi adik-adiknya berkontribusi pada sifat ambisius ini. Orang tua akan menghabiskan waktunya dengan anak sulung, seperti membacakan dan menjelaskan hal-hal baru kepada anak sulung.
Selain itu, mereka juga seringkali perfeksionis, teliti, dan disiplin, dengan gaya hidup yang terstruktur dan terorganisir. Menurut Adler, anak tertua cenderung konservatif dan bisa sangat protektif terhadap adik-adiknya, meskipun di balik sikap berprestasi ini, mereka juga bisa merasa tidak pernah puas dan takut akan kegagalan, serta bisa menjadi sensitif dan memiliki kecenderungan untuk mengontrol situasi.
Advertisement
Kepribadian Anak Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196248/original/095004300_1745398166-k.jpg)
Posisi sebagai anak tengah sering kali membawa tantangan tersendiri dalam dinamika keluarga. Berada di antara kakak sulung yang sering menjadi fokus perhatian dan adik bungsu yang dimanjakan, anak tengah terkadang merasa tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti saudara-saudaranya. Perasaan ini dapat memengaruhi perkembangan emosional mereka, memicu kebutuhan untuk menemukan identitas unik di dalam keluarga.
Akibat perasaan terabaikan tersebut, anak tengah cenderung berusaha mencari cara untuk menonjolkan diri dan mendapatkan perhatian, baik dengan cara yang positif maupun negatif. Mereka mungkin mengembangkan keterampilan sosial yang kuat untuk berinteraksi dengan berbagai pihak, atau mencari pengakuan melalui prestasi di luar lingkungan keluarga. Dinamika ini mendorong mereka untuk menjadi lebih mandiri dan adaptif.
Selain itu, anak tengah sering kali mengambil peran sebagai penengah dalam konflik keluarga. Mereka terbiasa menjadi jembatan antara kakak dan adik, mencoba menjaga keseimbangan dan memediasi pertengkaran. Peran ini, meskipun bisa menjadi beban tersendiri, juga membentuk mereka menjadi individu yang diplomatik, sabar, dan memiliki kemampuan negosiasi yang baik.
Kepribadian Anak Bungsu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196247/original/081531200_1745398166-l.jpg)
Anak bungsu, sebagai anak terakhir dalam keluarga, seringkali mendapatkan perlakuan yang lebih santai dan dimanjakan oleh orang tua dibandingkan kakak-kakaknya. Hal ini disebabkan oleh pengalaman orang tua yang sudah lebih banyak dalam mengasuh anak, membuat mereka cenderung lebih luwes. Meskipun demikian, perhatian yang diberikan orang tua kepada anak bungsu seringkali lebih protektif.
Anak bungsu atau biasa disebutnya 'bayi' dari sebuah keluarga, adalah anak yang selalu dimanjakan oleh orang tua bila dibandingkan kakak-kakaknya. Mereka cenderung memiliki kepribadian yang ceria dan supel, karena pola asuh yang lebih santai dan tuntutan keluarga yang lebih sedikit membuat mereka tumbuh menjadi individu yang menyenangkan. Anak bungsu juga sering dikenal sebagai individu yang kreatif dan memiliki jiwa bebas serta senang berpetualang, dengan kebebasan yang memungkinkan mereka untuk berinovasi dan berkreasi.
Mereka juga pandai bersosialisasi dan mudah bergaul di lingkungan sosial, memiliki keterampilan interpersonal yang kuat karena sering berinteraksi dengan kakak-kakaknya. Anak bungsu umumnya memiliki pribadi yang santai dan easy going karena tidak diberikan tanggung jawab khusus dalam keluarga, dan cenderung memiliki selera humor yang tinggi untuk menarik perhatian orang lain. Meskipun sering dianggap manja, mereka juga bisa menjadi sosok yang penyayang karena menerima banyak kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakannya.
Namun, di sisi lain, anak bungsu bisa menjadi sensitif, mudah terluka, dan mudah tersinggung. Mereka juga bisa bersikap manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan atau menghindari hukuman. Karena sering dimanjakan dan mendapatkan perhatian berlebihan, anak bungsu bisa jadi kurang berpengalaman dan kurang mandiri, sehingga jika tidak diberikan arahan yang baik, mereka mungkin kesulitan menyelesaikan masalah sendiri saat dewasa.
Advertisement
Kepribadian Anak Tunggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5190864/original/076643400_1744885004-portrait-young-girl-student-attending-school.jpg)
Karakteristik anak tunggal memiliki perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan dengan anak sulung. Anak sulung umumnya mendapatkan perhatian penuh dari orang tua sejak lahir, dan pada masa awal kehidupannya, ia menjadi pusat perhatian serta harapan besar keluarga. Namun, ketika adik lahir, perhatian orang tua pun terbagi. Kondisi ini sering kali membuat anak sulung merasa kehilangan kedudukannya sebagai satu-satunya yang paling diperhatikan, sehingga ia mungkin mengalami perasaan kurang diperhatikan atau bahkan cemburu terhadap adik-adiknya.
Di sisi lain, anak tunggal tidak pernah mengalami kondisi seperti itu. Karena tidak memiliki saudara kandung, ia menjadi satu-satunya fokus perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, bahkan mungkin juga dari anggota keluarga besar seperti kakek-nenek, paman, dan bibi. Hal ini membuat anak tunggal tumbuh dengan kesadaran bahwa dirinya sangat penting dalam keluarga. Sejak dini, ia terbiasa menjadi pusat harapan dan ekspektasi orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, sikap, hingga masa depan.
Kondisi ini sering kali membentuk anak tunggal menjadi pribadi yang lebih cepat dewasa dibandingkan anak-anak lain seusianya. Karena banyak berinteraksi dengan orang dewasa di lingkungannya, anak tunggal biasanya memiliki pola pikir yang lebih matang, mampu mengutarakan pendapat dengan percaya diri, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Selain itu, tidak jarang anak tunggal tumbuh menjadi individu yang perfeksionis, karena terbiasa berusaha memenuhi ekspektasi tinggi dari orang tua yang hanya tertuju padanya. Rasa tanggung jawab yang besar serta kecenderungan untuk memimpin juga sering kali muncul karena mereka terbiasa menjadi pusat perhatian dan pengambil keputusan dalam lingkup keluarganya.
Namun, segala keistimewaan ini juga memiliki sisi lain yang perlu diwaspadai. Jika sejak kecil anak tunggal terlalu dimanjakan atau dilindungi secara berlebihan oleh orang tuanya, ia berisiko tumbuh menjadi pribadi yang egois, sulit berbagi, dan tidak siap menghadapi tantangan hidup. Karena tidak terbiasa bersaing atau berinteraksi dengan saudara kandung, anak tunggal yang dimanja bisa kesulitan dalam membangun relasi sosial yang sehat di luar rumah. Selain itu, ketergantungan yang terlalu besar pada orang tua bisa membuatnya kurang mandiri dalam mengambil keputusan atau menghadapi masalah secara pribadi.
Oleh karena itu, pola pengasuhan anak tunggal perlu diimbangi dengan pendekatan yang sehat. Orang tua perlu memberikan perhatian dan cinta yang cukup, tetapi juga harus mengajarkan nilai-nilai seperti kemandirian, empati, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan untuk menghadapi realitas kehidupan yang tidak selalu sesuai keinginannya.
Faktor Lain Pembentuk Kepribadian
Meskipun teori urutan kelahiran memberikan gambaran umum tentang kepribadian, penting untuk diingat bahwa setiap individu adalah unik dan kompleks. Urutan kelahiran hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yang berkontribusi pada pembentukan karakter seseorang, dan tidak dapat dijadikan penentu mutlak.
Banyak faktor lain yang juga sangat memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Ini termasuk genetika, yang menentukan predisposisi bawaan, serta lingkungan sosial yang lebih luas seperti sekolah, kelompok teman sebaya, dan masyarakat tempat individu tumbuh dan berkembang. Interaksi dengan berbagai lingkungan ini membentuk cara pandang dan perilaku seseorang.
Selain itu, pola asuh orang tua yang spesifik, termasuk nilai-nilai yang ditanamkan, batasan yang diterapkan, dan dukungan emosional yang diberikan, memiliki dampak yang signifikan. Oleh karena itu, memahami kepribadian memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan interaksi kompleks antara berbagai faktor, bukan hanya posisi kelahiran dalam keluarga.
Advertisement
People Also Ask
1. Siapa tokoh yang memperkenalkan gagasan pengaruh urutan kelahiran terhadap kepribadian?
Jawaban: Gagasan pengaruh urutan kelahiran terhadap kepribadian pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Adler, seorang psikolog asal Austria.
2. Apa saja ciri umum kepribadian anak sulung?
Jawaban: Anak sulung umumnya cenderung bertanggung jawab, dapat diandalkan, berjiwa pemimpin, ambisius, berprestasi, perfeksionis, teliti, konservatif, protektif, sensitif, dan mengontrol.
3. Bagaimana karakteristik umum kepribadian anak bungsu?
Jawaban: Anak bungsu seringkali ceria, supel, kreatif, berjiwa petualang, pandai bersosialisasi, menarik perhatian, santai, humoris, penyayang, namun bisa juga sensitif, manipulatif, dan kurang mandiri.
4. Apakah urutan kelahiran satu-satunya penentu kepribadian seseorang?
Jawaban: Tidak, urutan kelahiran hanyalah salah satu faktor. Genetika, lingkungan sosial yang lebih luas, dan pola asuh orang tua juga memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam membentuk kepribadian.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196265/original/068363400_1745398345-hh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312829/original/062638300_1785562496-adrian-swancar-roCfgvkBLVY-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905821/original/093231700_1722396078-Ilustrasi_bulan_Agustus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312218/original/013143400_1785483610-ChatGPT_Image_Jul_31__2026__02_24_00_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310607/original/096417900_1785325135-watermarked_img_12803590074672241242.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309412/original/016430100_1785226838-fChpNWInkHryJwcTrSxYrD4eCmu6yo3ts8DQ0Dv7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227786/original/098051800_1747820971-portrait-expressive-young-woman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311163/original/023063200_1785390897-b998785d-c28c-49e5-a1d8-4bb00e04f4af.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844599/original/074376800_1562228940-attractive-beautiful-beauty-1582641.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936366/original/066612700_1725438341-pexels-charlotte-may-5966011.jpg)