Emiten JSMR Gelontorkan Rp 6,54 Triliun Buat Anak Usaha

Jasa Marga (JSMR) mengatakan, pemberian pinjaman kepada anak usaha untuk refinancing.

Diterbitkan 22 September 2026, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberikan shareholder loan (SHL) kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha JTT sebesar Rp 6,54 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (22/9/2026), perseroan menyatakan transaksi afiliasi itu dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bridging refinancing JJC 2026 serta untuk kebutuhan operasional lainnya.

Seiring pemberian shareholder loan itu telah ditandatangani perjanjian pinjaman pemegang saham kepada JCC dari JTT pada Kamis, 17 September 2026.

Adapun berdasarkan Pasal 1 pada POJK 42/2020, definisi afiliasi merupakan hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan itu, dalam hal ini JJC merupakan anak perusahaan dari JTT. JTT merupakan anak perusahaan perseroan yang dikendalikan secara langsung oleh perseroan, sehingga dapat dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.

Perseroan menyatakan, transaksi tersebut telah sesuai prosedur. Selain itu, direksi dan dewan komisaris perseroan baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama menyatakan:

1.Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan POJK 42/2020 dan bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturna POJK 17/0202.

2.Semua informasi material telah diungkapkan dan informasi itu tidak menyesatkan.

Jasa Marga Kantongi Pendapatan Rp 13,11 Triliun

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat kinerja keuangan bervariasi pada semester I 2026. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba menguat hingga Juni 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (31/8/2026), PT Jasa Marga Tbk meraup pendapatan Rp 13,11 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan itu turun 6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,94 triliun.

Kontribusi pendapatan tol mencatat kenaikan sebesar 6,81% menjadi Rp 9,50 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,90 triliun. Pendapatan usaha lainnya naik 17,61% menjadi Rp 798,23 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 678,65 miliar. Namun, pendapatan konstruksi turun 35,80% menjadi Rp 2,80 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,36 triliun.

Perseroan mencatat beban tol dan usaha lainnya naik 5,9% menjadi Rp 4,21 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,97 triliun. Beban kontruksi susut 35,70% menjadi Rp 2,79 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,34 triliun.

Laba bruto naik 8,41% menjadi Rp 6,10 triliun hingga semester I 2026 dari periode semester I 2025 sebesar Rp 5,63 triliun.

 

Laba Perseroan

Penghasilan keuangan turun menjadi Rp 127,56 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 158,50 miliar. Penghasilan lain-lain naik menjadi Rp 100,40 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 73,72 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,13 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1 triliun.

Perseroan mencatat laba usaha naik 6,69% dari Rp 4,80 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 5,12 triliun pada semester I 2026. Perseroan mencatat kenaikan atas laba entitas asosiasi dan ventura bersama menjadi Rp 202,80 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 145,28 miliar.

PT Jasa Marga Tbk mencatat laba periode berjalan naik 8,35% menjadi Rp 2,62 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,42 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,01% menjadi Rp 1,90 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,87 triliun. Perseroan mencatat laba per saham naik menjadi Rp 263 per saham pada semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 258.

Aset Jasa Marga

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 63,23 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 62,36 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 99,98 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 97,63 triliun.

Aset perseroan naik menjadi Rp 163,21 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 159,99 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 7,08 triliun hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,75 triliun.

 

Â