Liputan6.com, Jakarta Cara mencegah nyamuk berkembang biak di genangan pada dasarnya cuma satu: jangan biarkan air diam terlalu lama di sekitar rumah. Kuras, sikat, tutup, atau buang semua wadah yang bisa menampung air sebelum jentik sempat jadi nyamuk dewasa.
Kebiasaan ini perlu kamu ulang setiap minggu, apalagi saat musim hujan. Kalau dilakukan rutin, cara mencegah nyamuk berkembang biak di genangan ini bisa memutus siklus hidup nyamuk sejak tahap telur.
Merujuk panduan CDC, nyamuk bertelur di dalam atau di dekat air karena larva dan pupa membutuhkan air untuk bertahan hidup. Karena itu, kamu disarankan seminggu sekali mengosongkan, menyikat, membalik, menutup, atau membuang barang yang menampung air seperti ban, ember, pot tanaman, mainan, kolam, tempat minum burung, dan tempat sampah.
Advertisement
1. Kuras, Sikat, dan Tutup Wadah Penampungan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511520/original/064123500_1771911495-unnamed__53_.jpg)
Langkah pertama yang paling dasar dalam cara mencegah nyamuk berkembang biak di genangan adalah mengurus wadah air yang ada di dalam rumah. Bak mandi, ember, tempayan, dan dispenser termasuk tempat yang sering luput diperiksa. Di Indonesia, pendekatan ini dikenal sebagai 3M Plus.
Strategi utama yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
- Kuras minimal seminggu sekali: Kosongkan bak mandi, tempayan, dan ember secara rutin. Jarak seminggu ini penting karena jentik butuh waktu sekitar itu untuk berubah jadi nyamuk dewasa.
- Sikat dinding wadah: Jangan cuma membuang airnya. Dilansir dari WHO, telur nyamuk tahan terhadap kondisi sangat kering dan bisa bertahan berbulan-bulan. Itu sebabnya wadah yang masih dipakai perlu dikosongkan, dibersihkan, dan disikat (untuk menghilangkan telur) setidaknya seminggu sekali
- Tutup rapat tempat penyimpanan air: Pakai penutup yang pas untuk tandon, gentong, atau ember. Nyamuk betina tidak bisa bertelur kalau tidak bisa menjangkau permukaan air.
- Ganti air tatakan pot dan wadah kecil: Menurut DC Department of Health, tempat minum burung dan tatakan pot tanaman perlu dikuras dua kali seminggu untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Sementara itu, wadah minum hewan peliharaan yang diletakkan di luar rumah sebaiknya dikosongkan setiap hari.
- Cek wadah di bawah rak piring dan dispenser: Penampung tetesan air ini kecil, tapi cukup untuk jadi sarang jentik. Kosongkan dan lap sampai kering.
Soal volume air, jangan anggap remeh. Gary Boaz, pemilik layanan pengendalian nyamuk Mosquito Joe of Topeka-Lawrence, Kansas, dikutip dari The Cool Down, menjelaskan bahwa nyamuk betina hanya membutuhkan air sebanyak isi tutup botol untuk bertelur dan dapat menghasilkan hingga 300 telur sekaligus.
Baca juga: Tanda sarang nyamuk di area rumah yang jarang diperiksa
Advertisement
2. Hilangkan Genangan di Halaman dan Atap Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374002/original/017684900_1792029256-facd47f3-0b8e-44d5-b00b-acf8447300fd.jpg)
Setelah urusan dalam rumah beres, lanjutkan ke luar. Halaman, atap, dan saluran air adalah lokasi yang paling sering menampung air hujan tanpa kamu sadari. Bagian ini sering terlupa, padahal justru di sinilah cara mencegah nyamuk berkembang biak di genangan paling banyak berpengaruh.
Bersihkan talang air: Menurut University of Maryland Extension, talang air perlu dibersihkan dan dipastikan dapat mengalirkan air dengan lancar. Pasalnya, pipa saluran bergelombang yang terhubung dengan talang dapat menampung air dan menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Singkirkan ban bekas: Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), ban bekas dapat menampung air hujan dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jika masih dimanfaatkan sebagai pot tanaman atau ayunan, buat lubang pada bagian bawahnya agar air tidak menggenang.
Daur ulang atau buang barang bekas: Kaleng, botol, ember pecah, dan baskom yang tidak terpakai sebaiknya dibuang. Simpan barang yang akan didaur ulang dalam kantong tertutup.
Timbun cekungan tanah: Lubang kecil bekas galian atau bagian tanah yang turun sering jadi kubangan setelah hujan. Ratakan dengan tanah supaya air tidak menggenang.
Isi lubang pohon: Para ahli pengendalian vektor menyarankan mengisi lubang pohon dengan pasir atau adukan semen. Lubang seperti ini jarang terlihat, tapi bisa menampung air berhari-hari.
Rapikan terpal dan penutup barang: Terpal yang melengkung di atas tumpukan kayu atau motor bisa membentuk kantong air. Tarik sampai kencang atau miringkan agar air mengalir turun.
Menurut Penn State Extension, nyamuk dapat menularkan berbagai penyakit kepada manusia dan hewan. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk serta melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari gigitan.
3. Kelola Air yang Tidak Bisa Dibuang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547123/original/002198600_1775446751-Gemini_Generated_Image_svxqvjsvxqvjsvxq.jpg)
Tidak semua air bisa langsung kamu buang. Kolam ikan, bak penampungan besar, atau air mancur hias tetap perlu ada. Untuk kondisi seperti ini, cara mencegah nyamuk berkembang biak di genangan fokus pada satu hal: membuat airnya tidak nyaman bagi jentik.
Pelihara ikan pemakan jentik: Ikan seperti guppy atau ikan cupang bisa dimasukkan ke kolam dan bak besar yang sulit dikuras. Ikan ini memakan jentik sebelum sempat berubah jadi nyamuk.
Buat air tetap bergerak: Pasang pompa kecil atau air mancur. Jentik butuh air tenang untuk bisa naik ke permukaan dan bernapas.
Gunakan larvasida sesuai petunjuk: Untuk tandon yang sulit dibersihkan, taburkan bubuk larvasida dengan takaran yang tertera di kemasan. Di luar negeri juga dikenal bakteri Bacillus thuringiensis (Bti) untuk membasmi larva di kolam.
Kurangi tanaman air yang terlalu rimbun: Daun yang menutupi permukaan kolam menciptakan area tenang tempat jentik bersembunyi. Pangkas secara berkala.
Perbaiki drainase pot: Pastikan pot punya lubang di bagian bawah dan jangan menyiram berlebihan. Selain mencegah jentik, akar tanaman juga lebih sehat.
Air yang bergerak dapat menghambat perkembangbiakan nyamuk karena larva dan pupa umumnya membutuhkan permukaan air untuk memperoleh oksigen. Selain itu, larva memanfaatkan bahan organik dan mikroorganisme di dalam air sebagai sumber makanan. Kondisi air yang terus bergejolak dapat mengganggu perkembangan keduanya.
Roberto M. Pereira, PhD, ilmuwan riset dan entomolog dari University of Florida, menjelaskan bahwa banyak nyamuk yang hidup di sekitar rumah berkembang biak di wadah-wadah kecil berisi air.
Baca juga: Cara mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di pekarangan
Advertisement
Titik Genangan Tersembunyi yang Sering Terlewat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383707/original/039852600_1793095515-anti_tampias_6.jpeg)
Banyak orang merasa rumahnya sudah bebas genangan, padahal masih ada titik kecil yang lolos dari pengamatan. Nyamuk betina sangat jeli mencari air, bahkan dalam jumlah yang nyaris tak terlihat. Ada juga perkiraan bahwa satu genangan kecil bisa menghasilkan ribuan nyamuk setiap minggu.
Menurut Louisa Messenger, peneliti penyakit tular vektor di University of Nevada, Las Vegas, genangan air sekecil tutup botol yang tersembunyi di sekitar rumah sekalipun dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
- Tutup botol dan gelas plastik: Sampah kecil di halaman sering terisi air hujan atau cipratan selang.
- Tatakan pot dan vas bunga: Sisa air siraman yang mengendap di bawah pot jadi tempat bertelur yang ideal.
- Tutup tempat sampah yang terbalik: Tutup yang diletakkan menghadap ke atas akan menampung air hujan.
- Bak penampung kulkas dan AC: Air buangan dari dua perangkat ini sering menetes ke wadah yang tidak pernah dicek.
- Pelepah tanaman dan bambu: Ruas bambu yang terpotong dan ketiak daun tanaman tertentu bisa menahan air.
- Mainan anak dan kolam plastik: Kolam karet yang dibiarkan di luar setelah dipakai sebaiknya dikosongkan dan dibalik.
- Selokan tersumbat: Daun dan sampah yang menyumbat got membuat air berhenti mengalir.
Tips singkat: lakukan pemeriksaan bersama tetangga. Menurut Alexander Baday, entomolog dari Department of Health Filipina, nyamuk Aedes aegypti dapat terbang hingga radius 300 meter dari tempat perkembangbiakannya. Oleh karena itu, pemberantasan nyamuk perlu dilakukan secara bersama-sama oleh warga untuk mencegah penyebarannya ke lingkungan sekitar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Nyamuk Berkembang Biak di Genangan
Berapa lama genangan air bisa menjadi sarang nyamuk?
Umumnya sekitar satu minggu sudah cukup bagi telur untuk berubah menjadi nyamuk dewasa, terutama saat cuaca hangat. Karena itu, pemeriksaan dan pengurasan wadah sebaiknya dilakukan minimal seminggu sekali.
Apakah membalik wadah sudah cukup untuk mencegah jentik?
Membalik wadah membantu agar air tidak kembali tertampung, tetapi telur yang menempel di dinding wadah bisa bertahan berbulan-bulan. Sebaiknya sikat dulu bagian dalam wadah sebelum disimpan terbalik di tempat yang terlindung dari hujan.
Apakah fogging bisa menggantikan pembersihan genangan?
Tidak. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak menjangkau telur atau jentik di dalam air. Pembersihan genangan tetap jadi langkah utama, sementara fogging biasanya dilakukan saat kasus demam berdarah meningkat di suatu wilayah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388929/original/096714200_1793689381-592450c9-f4b1-4007-a49d-5b597c1dfc89.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476523/original/071895800_1768784901-Ayam_Sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384785/original/026689600_1793181689-01M60X268093K9CH6XNK01S0QG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406041/original/082861500_1762508967-unnamed.jpg)