Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa peningkatan populasi nyamuk, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga berisiko menularkan berbagai penyakit berbahaya seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, hingga chikungunya. Peningkatan curah hujan menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Oleh karena itu, memahami cara mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di pekarangan saat musim hujan menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Nyamuk, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menyukai genangan air bersih untuk bertelur. Genangan air bersih ini banyak ditemukan di pekarangan rumah selama musim hujan, seperti di pot tanaman, bak penampung air, atau kaleng bekas. Bahkan, nyamuk dapat berkembang biak dalam waktu singkat di genangan air sekecil apapun.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat secara signifikan mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di pekarangan saat musim hujan. Salah satu strategi utama yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Penerapan Strategi 3M Plus dari Kementerian Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3478171/original/033889500_1623300605-pexels-anuj-4189472.jpg)
Program 3M Plus adalah pendekatan terpadu yang dirancang untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD. Strategi ini menjadi upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Indonesia, yang kasusnya cenderung meningkat pada pertengahan musim hujan. Tiga langkah utama dalam 3M meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang.
- Menguras adalah tindakan membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan penampung air lemari es. Penting juga untuk menyikat dinding tempat penampungan air guna menghilangkan telur nyamuk yang mungkin menempel. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan minimal seminggu sekali.
- Selanjutnya, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, dan toren air adalah krusial untuk mencegah nyamuk bertelur.
- Langkah ketiga adalah Mendaur Ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti kaleng, ban bekas, atau botol plastik, agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Selain tiga langkah dasar tersebut, terdapat pula tindakan 'Plus' yang mencakup berbagai kegiatan pencegahan tambahan. Ini termasuk menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, serta memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di kolam atau wadah air yang tidak bisa dikuras. Penggunaan obat nyamuk atau anti nyamuk, serta memasang kelambu saat tidur dan kawat kasa pada jendela serta ventilasi, juga merupakan bagian dari strategi 'Plus'.
Advertisement
Menjaga Kebersihan Lingkungan Pekarangan Secara Menyeluruh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371172/original/006879800_1791773571-caf03562-925a-4c8b-abfe-34f8ebedd7cf.jpg)
Kebersihan pekarangan adalah kunci untuk mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di pekarangan saat musim hujan. Lingkungan yang bersih dan terawat akan meminimalkan tempat persembunyian dan perkembangbiakan nyamuk.
Salah satu langkah penting adalah membersihkan saluran air dan selokan secara rutin. Got atau selokan di sekitar rumah yang tersumbat dapat menjadi tempat favorit nyamuk, karena genangan air akibat penyumbatan ini menjadi lingkungan ideal bagi nyamuk untuk bertelur. Membersihkannya secara rutin memastikan aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan.
Selain itu, menyingkirkan genangan air di pot tanaman dan wadah lain sangat efektif. Nyamuk dapat bertelur di genangan air sekecil apapun, termasuk di pot tanaman, bak penampung air, atau kaleng bekas. Rutin membersihkan dan membuang genangan air adalah langkah dasar yang sangat efektif untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti bertelur.
Memangkas tanaman dan menjaga kebersihan taman juga penting. Taman yang rimbun dan tanaman yang tidak terawat dapat menjadi tempat persembunyian dan berkembang biak yang ideal bagi nyamuk. Daun-daunan yang lebat menciptakan area yang teduh, sejuk, dan lembap yang disukai nyamuk.
Memanfaatkan Solusi Alami dan Metode Tambahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4554163/original/059262400_1693203584-volant-jGd8q89sI_U-unsplash.jpg)
Beberapa tanaman memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk, menjadikannya cara alami untuk mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di pekarangan saat musim hujan. Tanaman ini bekerja dengan memblokir indera penciuman nyamuk, sehingga sulit bagi mereka untuk mendarat dan menghisap darah.
Contoh tanaman pengusir nyamuk meliputi serai wangi (citronella) yang mengandung minyak alami ampuh mengusir nyamuk, serta lavender yang memiliki sifat pengusir nyamuk. Kemangi dan rosemary juga dikenal memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk, dan dapat ditanam di pekarangan atau dalam pot. Selain itu, mint, marigold, catnip, geranium, dan zodia juga efektif mengusir nyamuk.
Penggunaan ampas kopi juga dapat menjadi metode pencegahan tambahan. Ampas kopi dapat ditaburkan ke genangan air kecil yang sulit dikuras. Ampas kopi akan membatasi jumlah oksigen di permukaan air, sehingga telur dan jentik nyamuk tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya mati sebelum menjadi nyamuk dewasa. Metode ini aman digunakan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan membantu memanfaatkan ampas kopi bekas.
Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi adalah penghalang fisik yang efektif untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah dari pekarangan. Selain itu, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, serta memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar agar tidak ada genangan, juga merupakan langkah penting.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengurangi Risiko Nyamuk Berkembang Biak di Pekarangan saat Musim Hujan
1. Mengapa nyamuk lebih banyak berkembang biak saat musim hujan?
Nyamuk lebih banyak berkembang biak saat musim hujan karena curah hujan yang tinggi menciptakan banyak genangan air, yang merupakan tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.
2. Apa saja tiga langkah utama dalam program 3M Plus untuk mencegah nyamuk?
Tiga langkah utama dalam program 3M Plus adalah Menguras (membersihkan tempat penampungan air secara rutin), Menutup (menutup rapat tempat penampungan air), dan Mendaur Ulang (memanfaatkan kembali barang bekas yang bisa menampung air).
3. Selain 3M, apa saja contoh tindakan "Plus" dalam pencegahan nyamuk?
Tindakan "Plus" meliputi menaburkan bubuk larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu atau kawat kasa, menanam tanaman pengusir nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian, dan memperbaiki saluran air yang tidak lancar.
4. Tanaman apa saja yang dikenal dapat mengusir nyamuk?
Beberapa tanaman yang dikenal dapat mengusir nyamuk antara lain serai wangi (citronella), lavender, kemangi, rosemary, mint, marigold, catnip, geranium, dan zodia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7155485/original/047644400_1779944416-4672254974061662836.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371154/original/071298600_1791770177-pexels-artbovich-7195540.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371144/original/010333100_1791769911-eee060e7-b09c-4187-8f65-f9d5665d6364.jpg)