Liputan6.com, Jakarta - Aquaponik vertikal dari botol bekas bisa menjadi solusi menarik bagi Anda yang ingin menanam kangkung sekaligus memelihara ikan meskipun memiliki lahan terbatas. Sistem ini menggabungkan budidaya tanaman dan ikan dalam satu rangkaian, sehingga air dari wadah ikan dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Selain hemat tempat, bahan yang digunakan juga relatif mudah ditemukan, seperti botol plastik bekas, ember, selang, dan pompa air kecil. Anda bisa menyusunnya di teras, halaman belakang, atau sudut rumah yang mendapatkan sinar matahari cukup. Namun, agar tanaman tumbuh subur dan ikan tetap sehat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama sirkulasi air, oksigen, dan keseimbangan antara jumlah ikan dengan tanaman.
1. Siapkan Alat dan Bahan Aquaponik Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371128/original/026441900_1791766896-6ff92206-7ffe-4441-8edf-1ab9761188e9.jpg)
Untuk pemula, Anda bisa membuat sistem sederhana dengan tiga sampai enam botol bekas yang disusun vertikal di atas wadah ikan. Ukuran tersebut cukup untuk belajar mengatur aliran air, pertumbuhan kangkung, dan kebutuhan ikan sebelum menambah jumlah tanaman.
Bahan yang diperlukan antara lain:
- 3–6 botol plastik bekas berukuran 1,5–2 liter.
- 1 ember atau bak ikan dengan kapasitas sekitar 40–60 liter.
- 1 pompa air kecil untuk akuarium atau kolam mini.
- Selang air sesuai ukuran keluaran pompa.
- Jaring tanam atau gelas plastik berlubang.
- Spons atau busa tanam, serta kerikil bersih atau media tanam inert.
- Benih kangkung.
- Rangka kayu, rak besi, atau penyangga yang kokoh.
- Aerator dan batu aerasi untuk membantu menyediakan oksigen bagi ikan.
- Gunting atau alat pelubang, serta pengikat botol.
Gunakan botol bekas minuman yang bersih dan tidak pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia. Cuci seluruh bahan hingga bebas dari sisa minuman, sabun, atau kotoran sebelum dirakit agar tidak mencemari air yang nantinya digunakan untuk memelihara ikan.
Advertisement
2. Buat Desain Susunan Botol Secara Vertikal
Susunan botol sebaiknya dibuat bertingkat agar tidak memakan banyak ruang. Anda bisa menggunakan rak setinggi sekitar 80–120 cm dengan tiga tingkat botol, tetapi sesuaikan ketinggian dengan kemudahan perawatan dan kekuatan penyangga.
Tempatkan botol paling atas sebagai titik masuk air dari pompa, kemudian susun botol berikutnya di bawahnya agar air dapat mengalir secara bertahap. Setiap tingkat perlu memiliki jalur pembuangan yang mengarahkan air ke tingkat selanjutnya hingga akhirnya kembali ke bak ikan.
Pastikan botol terikat kuat dan tidak mudah bergeser ketika terisi air. Buat desain yang memungkinkan setiap botol dilepas untuk dibersihkan, sebab sisa pakan, akar kangkung, dan kotoran ikan dapat menyumbat saluran jika dibiarkan menumpuk.
3. Potong dan Lubangi Botol Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338760/original/027058400_1788340126-3.jpg)
Cuci botol, kemudian tentukan bentuk wadah tanam yang paling mudah dirawat. Salah satu cara praktis adalah memotong sebagian sisi botol sehingga membentuk bukaan untuk menempatkan media tanam dan bibit kangkung.
Berikut langkah pembuatannya:
- Tandai bagian samping botol yang akan dipotong sebagai tempat tanaman.
- Buat bukaan secukupnya agar bibit dan media tanam bisa dimasukkan.
- Buat lubang kecil pada bagian bawah atau ujung botol untuk mengalirkan kelebihan air.
- Haluskan bagian tepi yang tajam agar tidak melukai tangan saat perawatan.
- Pasang botol secara horizontal atau sedikit miring pada rangka, dengan posisi lubang pembuangan mengarah ke wadah penampung berikutnya.
Jangan membuat lubang pembuangan terlalu kecil karena akar kangkung dapat menyumbatnya. Sebaliknya, lubang yang terlalu besar bisa membuat media tanam terlepas atau air mengalir terlalu cepat sebelum akar sempat menyerap nutrisi.
Botol bertingkat sebaiknya berfungsi sebagai tempat tumbuh tanaman, bukan sebagai satu-satunya penyaring air ikan. Sistem tetap membutuhkan penyaringan kotoran dan biofilter agar kualitas air terjaga.
Advertisement
4. Pasang Pompa dan Atur Sirkulasi Air
Pompa bertugas mengangkat air dari bak ikan ke botol paling atas. Setelah melewati akar kangkung, air mengalir turun melalui saluran antartingkat dan kembali ke bak ikan sehingga bisa digunakan berulang kali.
Cara memasangnya:
- Letakkan pompa di dalam bak ikan sesuai petunjuk pemakaian.
- Sambungkan selang dari keluaran pompa menuju botol paling atas.
- Atur posisi selang agar air tidak menyembur terlalu deras dan menyebabkan media tanam terlempar.
- Hubungkan lubang pembuangan botol dengan saluran menuju tingkat berikutnya.
- Arahkan saluran terakhir kembali ke bak ikan.
- Nyalakan pompa tanpa ikan terlebih dahulu untuk memeriksa kebocoran dan memastikan aliran air lancar.
Pilih pompa berdasarkan volume air, ketinggian rak, dan debit setelah memperhitungkan hambatan selang. Jangan hanya mengandalkan angka debit maksimum yang tertera pada kemasan karena kemampuan pompa biasanya menurun ketika air harus diangkat lebih tinggi.
Untuk menjaga ikan tetap sehat, pasang aerator terpisah jika memungkinkan. Pompa sirkulasi dan aerator memiliki fungsi berbeda, sehingga aliran air saja belum tentu menyediakan oksigen terlarut yang cukup.
5. Tambahkan Penyaring dan Biofilter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371129/original/035606200_1791766896-d4dc87e5-f0a7-4e22-8b8e-46f5c170bea1.jpg)
Bagian ini sangat penting karena kotoran ikan tidak otomatis menjadi pupuk yang aman hanya dengan melewati akar tanaman. Dalam aquaponik, bakteri baik mengubah amonia dari limbah ikan menjadi nitrit, kemudian nitrat yang dapat dimanfaatkan tanaman. Amonia dan nitrit yang menumpuk dapat membahayakan ikan.
Anda dapat membuat penyaring sederhana dengan wadah plastik terpisah yang berisi spons filter untuk menangkap kotoran padat, dilanjutkan media biofilter yang memiliki banyak permukaan bagi bakteri baik untuk tumbuh. Dengan begitu, kotoran yang berpotensi menyumbat saluran dapat dikurangi sebelum air masuk ke rangkaian botol.
Pastikan air melewati penyaring sebelum masuk ke rangkaian botol. Bersihkan spons ketika kotoran sudah menumpuk, tetapi jangan mencuci seluruh media biofilter menggunakan air berklorin karena dapat merusak populasi bakteri yang dibutuhkan sistem.
Sebelum memasukkan banyak ikan, jalankan sistem dan bangun koloni bakteri terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan waktu dan pemantauan kualitas air; air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari amonia atau nitrit.
Advertisement
6. Tanam Benih Kangkung di Dalam Botol
Kangkung cocok untuk pemula karena pertumbuhannya relatif cepat dan dapat tumbuh pada sistem budidaya air jika akar memperoleh oksigen, cahaya, serta nutrisi yang cukup. Pilih benih kangkung yang sehat dan siapkan media tanam bersih tanpa pupuk kimia yang berpotensi mencemari air ikan.
Berikut langkah penanamannya:
- Rendam benih sesuai petunjuk pada kemasan jika diperlukan.
- Semai benih menggunakan spons tanam yang lembap.
- Setelah kecambah tumbuh dan mulai memiliki akar, pindahkan ke jaring tanam atau gelas berlubang.
- Letakkan bibit pada bukaan botol dengan posisi akar menjangkau aliran air.
- Pastikan batang dan daun berada di atas permukaan air agar tidak terus-menerus terendam.
- Berikan paparan sinar matahari yang cukup, idealnya pada pagi hari, dan pantau kondisi daun setiap hari.
Hindari menenggelamkan seluruh akar dalam air yang tidak bergerak karena akar dapat kekurangan oksigen dan membusuk. Pada sistem aliran tipis, akar memperoleh air dan nutrisi sambil tetap mendapatkan oksigen dari lingkungan sekitar.
7. Masukkan Ikan ke Dalam Bak Aquaponik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328868/original/062315800_1787211825-0d0a3032-e696-4b24-8ea6-9efdfe510244.jpg)
Untuk sistem rumahan, ikan lele atau nila dapat dipertimbangkan karena umum dibudidayakan di Indonesia. Namun, jenis ikan yang tepat tetap bergantung pada volume bak, suhu air, ketersediaan oksigen, kemampuan penyaringan, dan pengalaman pemelihara.
Jangan langsung memasukkan banyak ikan ke dalam bak berkapasitas 40–60 liter. Mulailah dengan kepadatan rendah, sesuaikan dengan kemampuan filter, dan tingkatkan secara bertahap hanya jika kualitas air tetap stabil. Bak berukuran kecil lebih mudah mengalami perubahan suhu dan penumpukan limbah.
Sebelum memasukkan ikan, pastikan air sudah aman, tidak mengandung klorin berlebih, dan sistem biofilter sudah siap. Beri pakan secukupnya sesuai kebutuhan ikan, lalu segera singkirkan sisa pakan yang tidak termakan agar tidak memperburuk kualitas air.
Advertisement
8. Rawat Kangkung dan Ikan Setiap Hari
Aquaponik vertikal memerlukan perawatan rutin meskipun airnya terus bersirkulasi. Tanaman yang terlihat subur belum tentu menandakan ikan dalam keadaan sehat, sehingga keduanya harus dipantau secara terpisah.
Gunakan daftar pemeriksaan berikut sebagai panduan:
- Pastikan pompa dan aerator bekerja dengan baik.
- Periksa aliran air serta lubang botol dari sumbatan.
- Amati ikan, termasuk aktivitas, pola pernapasan, dan nafsu makannya.
- Buang daun busuk, akar mati, dan sisa pakan.
- Tambahkan air yang telah disiapkan untuk mengganti air yang menguap.
- Periksa amonia, nitrit, pH, dan suhu air secara berkala.
Jika ikan sering megap-megap di permukaan, segera periksa oksigen dan kualitas air. Jika pompa mati, akar tanaman bisa kekurangan air dan oksigen, sedangkan limbah ikan tetap menumpuk. Karena itu, siapkan rencana darurat berupa aerasi cadangan atau cara mengalirkan air secara manual ketika listrik padam.
9. Panen Kangkung Tanpa Mengganggu Ikan
Kangkung dapat dipanen ketika batang dan daunnya sudah cukup besar untuk dikonsumsi. Waktu panen bergantung pada varietas, kondisi bibit, suhu, cahaya, dan kecukupan nutrisi, sehingga tidak ada satu tanggal panen yang berlaku untuk semua sistem.
Potong bagian batang yang siap dipanen menggunakan alat bersih. Jika ingin tanaman tumbuh kembali, sisakan bagian pangkal dan beberapa ruas yang sehat, selama varietas dan kondisi tanam memungkinkan. Hindari menarik seluruh rumpun secara kasar karena tindakan tersebut dapat mengganggu akar tanaman lain dan menyebabkan media tanam masuk ke saluran air.
Cuci kangkung dengan air bersih yang layak untuk pangan sebelum dimasak. Perlu diingat bahwa sistem aquaponik bukan berarti hasil panen otomatis bebas dari kontaminasi; kebersihan wadah, kualitas air, dan penanganan setelah panen tetap perlu dijaga.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Aquaponik Vertikal dari Botol Bekas
1. Apa itu aquaponik vertikal?
Aquaponik vertikal adalah sistem budidaya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dan penanaman tanaman dalam susunan bertingkat untuk menghemat ruang.
2. Apakah botol bekas bisa digunakan untuk membuat aquaponik?
Bisa. Botol plastik bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam kangkung dengan tambahan pompa, selang, media tanam, dan sistem penyaringan air.
3. Ikan apa yang cocok untuk aquaponik rumahan?
Ikan lele dan nila bisa menjadi pilihan, asalkan kapasitas bak, oksigen, sirkulasi air, dan kemampuan filter sesuai dengan kebutuhan ikan.
4. Berapa lama kangkung bisa dipanen dengan sistem aquaponik?
Kangkung umumnya dapat dipanen sekitar 3–6 minggu setelah tanam, bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, dan kecukupan nutrisi.
5. Apakah air kolam ikan bisa langsung digunakan untuk menyiram kangkung?
Bisa dimanfaatkan dalam sistem aquaponik, tetapi perlu penyaringan dan pengelolaan kualitas air yang baik agar nutrisi tersedia dan ikan tetap sehat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371126/original/063615200_1791766168-efac0e90-6926-4b9a-b62f-92f293e37633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338184/original/098672400_1788317145-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333557/original/083947800_1787796799-HL_akuaponik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300652/original/050454700_1784363920-17535817403038757773.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297152/original/033831100_1784081850-Gemini_Generated_Image_vmt6y6vmt6y6vmt6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297088/original/030562200_1784078025-terpal__mini_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262168/original/042313500_1781773795-18430178727068253082.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814206/original/093755300_1780631718-kombinasi4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8129145/original/079094600_1780980876-Ide_Aquaponik_Rumahan_agar_IRT_Bisa_Panen_Sayur_dan_Ikan_Sekaligus_Model_Vertikal_di_Lahan_Sempit.jpeg)