Menguak Kehidupan Berdakwah BMI di Hongkong

Hongkong salah satu negeri yang dituju para Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk mencari penghasilan hidup.

Diterbitkan 10 Juni 2013, 07:57 WIB
Copy Link
Batalkan
Citizen6, Hongkong: Hongkong salah satu negeri yang dituju para Buruh Migran Indonesia (BMI) untuk mencari penghasilan hidup. Terlepas dari pro kontra keberadaan BMI di sana, fenomena keberadaan mereka membuat siapa saja menjadi tergerak hatinya.

Publik tidak bisa menutup mata akan keberadaan sebagian para BMI yang terjerumus arus liberalisme dan kapitalisme dalam kedok modernisasi kehidupan Hongkong. Kehidupan lesbianisme, terjeratnya lilitan utang yang makin tercekik, perdagangan seksualitas, dan sebagainya mewarnai kehidupan BMI. Semua itu dikarenakan akidah dan penerapan syariat Islam yang hilang dalam kehidupan mereka.

Namun publik juga harus membuka mata, karena ternyata masih banyak anggota BMI yang masih tetap berjuang dalam mempertahankan akidah mereka. Mereka tetap berusaha berdakwah menyebarkan Islam dengan berbagai cara, salah satunya dengan banyak didirikannya perkumpulan-perkumpulan Islam di sana.

Selain belajar membaca Alquran dan berbagi ilmu agama lewat ceramah, buku-buku perpustakaan, keterampilan komputer, dan sebagainya, kita bahkan juga bisa mendapati mereka tatkala meluangkan hari libur mereka di Cause Way Bay, Shatin, Sai Kung, Yuen Long, dan sebagainya.

Dalam berdakwah pun, mereka tidak peduli di manapun tempatnya. Bahkan di lorong sebuah jembatan pun dilakukanya. Karena mereka berpedoman, selaku Muslim, sudah merupakan kewajiban untuk berdakwah dan menyerukan dalam kebaikan kepada-Nya.

"Allah SWT berfirman, 'Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (QS Fushshilat: 33)

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS An-Nahl: 125)

Rasulullah SAW pun pernah bersabda, "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya." (HR. Muslim No. 1893)

Dakwah memang indah, di manapun dan kapanpun tanpa mengenal jabatan atau profesi walaupun mereka adalah domestic helper, di hadapan Allah SWT manusia adalah sama. Namun yang membedakan hanyalah tingkat keimanannya. (Andrealica Nhordeeniz/Mar)

Andrealica Nhordeeniz adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.