Sukses

Tekad Baja, Anak ini ke Sekolah Meski Dingin Bekukan Rambutnya

Liputan6.com, Jakarta Mengeluh malas berangkat sekolah, atau kuiah atau bekerja? Kamu harus malu dengan anak ini.

Kesekolah saat di musim dingin mungkin menjadi rintangan terbesar anak-anak di Tiongkok. Cuaca dingin yang ekstrem sampai mencapai minus sembilan derajat celcius, membuat siapa saja ingin bertahan di rumah dekat dengan perapian atau pemanas udara agar tubuh tetap hangat.

Namun, untuk menempuh pendidikan seorang bocah kelas tiga dari sekolah dasar Zhuan Shan Bao di Provinsi Yunan, rela menempuh perjalanan jauh ke sekolahnya. Didampingi dengan cuaca dingin, bocah itu berjalan sendirian ke sekolah sampai membuat rambut dan alis bocah itu membeku.

Melihat kegigihan siswanya, Kepala Sekolah bernama Fu Heng mengambil foto bocah itu. Sambil diketawai oleh teman-teman sekelasnya, bocah itu hanya menggunakan mantel tipis disertai dengan rambut dan alis memutih karena salju. Selain itu, tangan Wang juga mengalami radang dingin karena tak menggunakan sarung tangan.

Ternyata foto yang diambil Fu pada Senin lalu (8/1/2018) menarik perhatian publik dan menjadi viral di Tiongkok.

1 dari 3 halaman

Menarik perhatian publik

"Ini adalah hari pertama dari ujian akhir mereka. Suhu turun hingga minus sembilan derajat sekitar 30 menit pada pagi itu," ujar Fu, melansir Shanghaiist, Kamis (11/1/2018).

Menurut keterangan Fu, bocah itu hanya tinggal bersama kakak perempuannya dan neneknya. Sedangkan ayahnya bekerja di kota dan ibunya meninggalkan keluarganya.

Setiap harinya ia harus berjalan kaki ke sekolah dengan jarak 4.5 kilometer atau sekitar satu jam lebih. Bocah bernama Wang Fuman itu, membuat publik Tiongkok menghargai dedikasinya untuk menempuh pendidikan.

Banyak orang juga menanyakan sejumlah donasi yang bisa diberikan kepada bocah tersebut. Pihak berwenang lokal di daerah tempat Wang tinggal mengunkapkan mereka bisa menerima donasi pakaian musim dingin, untuk diberikan kepada anak-anak yang kurang mampu.

2 dari 3 halaman

Bercita-cita menjadi polisi

Bocah berusia delapan tahun itu bercita-cita agar suatu hari nanti ia bisa menjadi seorang polisi untuk menangkap orang-orang jahat. Setiap harinya selepas dari sekolah, pekerjaan Wang yakni membantu sang nenek bekerja di ladang.

Tahun baru ini ia buat pencapaian untuk semakin giat belajar dan menghasilkan uang bagi sang nenek yang tengah sakit.

"Pergi ke sekolah memang dingin, tapi itu tak terlalu sulit," ucap Wang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Kisah Guru Perempuan di NTT Mengabdi di Sekolah Mirip Kandang Ternak
Artikel Selanjutnya
Akibat Stres, Anak-Anak Jepang Masa Kini Lebih Cepat Tua dari Usianya