Sinopsis - Review Singkat Film Perumahan LaddaLand: Beli Rumah Impian Berbonus Teror Gaib

Perumahan Laddaland merupakan adaptasi dari film horor Thailand sukses, Ladda Land, yang tayang pada 2011 silam.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 14:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • "Perumahan Laddaland" adalah adaptasi horor Thailand yang tayang di bioskop Indonesia.
  • Keluarga Tomy pindah ke Laddaland, lalu mengalami kejadian misterius dan konflik keluarga.
  • Film ini setia pada aslinya, namun diperkaya elemen lokal dan akting kuat Andri Mashadi.

Liputan6.com, Jakarta - Pada 13 Agustus 2026 kemarin, sebuah judul film mulai menggentayangi bioskop Tanah Air: Perumahan Laddaland. Penggemar genre horor Asia mungkin langsung deja vu mendengar judul ini. 

Film garapan sutradraa Awi Suryadi dari rumah produksi MD Pictures ini memang merupakan adaptasi dari film horor Thailand sukses, Ladda Land, yang tayang pada 2011 silam. 

Nah, seperti apa versi Indonesia-nya?

Perumahan Laddaland berfokus pada satu keluarga dengan empat anggota. Sang ayah, Tomy (Andri Mashadi) yang begitu mengidamkan punya rumah sendiri. Apalagi mertuanya, ibu dari sang istri Melisa (Titi Kamal), berulang kali menyindir menantunya yang ia anggap tak becus mengurus keluarganya. 

Angin segar datang untuk Tomy. Begitu bisnisnya dengan temannya mulai terlihat menjanjikan, ia mengambil KPR untuk pembelian rumah yang berada di LaddaLand. Tak hanya Melissa, ia memboyong kedua anaknya: Tania (Anantya Kirana) yang sudah menginjak usia remaja dan begitu dekat dengan neneknya, serta si bungsu Elvin (Shakeel Fauzi). 

Awalnya, kehidupan mereka di LaddaLand terasa begitu menyenangkan--meski Tania kerap menunjukkan rasa kesal karena ia sebenarnya tak ingin pindah rumah. 

Namun belakangan, kejadian aneh mulai terasa. Terutama setelah ART mereka yang bernama Eneng, ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah lemari es, yang terletak di sebuah rumah. 

Aneh, karena Tomy yakin betul baru saja berjumpa dengan Eneng.

Sentimen Negatif Tania

Tania yang mendengar selentingan dari teman-temannya bahwa LaddaLand adalah perumahan angker, makin menunjukkan sentimen negatif terhadap rumah barunya ini. Di sisi lain, gangguan misterius yang ia terima di tempat tinggal barunya ini makin meningkat. 

Hanya saja, begitu ia menyuarakan keresahannya ini pada ayahnya, alih-alih mendengarkan sang anak, Tomy justru muntab. Baginya, Tania hanya sedang caper dengan pengaduan tentang gangguan mistis. 

Gesekan Tomy dengan Keluarga

Di sisi lain, kejadian misterius tak hanya menimpa keluarga Tomy saja. Para tetangga, hingga satpam kompleks, mengeluhkan hal serupa. Bahkan tak sedikit pemilik rumah di LaddaLand yang akhirnya menjual asetnya ini, membuat suasana makin sepi dan mencekam.

Meski begitu, Tomy masih berkeras untuk mempertahankan keluarganya berada dalam naungan atap di LaddaLand. Gesekan panas mulai terjadi, antara anggota keluarga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Bisakah Tomy dan keluarganya bertahan di perumahan angker tersebut?

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan