NTT Porak Poranda, Akses Jalan ke Nagekeo Terputus Usai Gempa Magnitudo 7

Putusnya sejumlah ruas jalan membuat Kabupaten Nagekeo, terutama wilayah Mbay, sulit dijangkau melalui jalur darat.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 14:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Putusnya sejumlah ruas jalan membuat Kabupaten Nagekeo, terutama wilayah Mbay, sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi ini menghambat mobilisasi bantuan dan penanganan warga terdampak gempa.

Untuk menjangkau wilayah yang terisolasi, Basarnas mengerahkan kapal pencarian dan pertolongan (SAR) dari Maumere.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang, Mexianus Bekabel, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Maumere terkait penanganan dampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

“Untuk kejadian di Maumere masih bisa diatasi. Namun, yang terisolasi di Mbay, Kabupaten Nagekeo,” kata Mexianus.

Menurut Mexianus, satu kapal SAR dari Maumere telah diberangkatkan menuju Mbay pada pukul 10.15 WITA. Kapal tersebut dikerahkan untuk mendukung proses penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain itu, Basarnas Kupang juga telah menyiapkan Kapal SAR Antareja jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.

“Kami SAR Kupang telah menyiapkan satu kapal Antareja. Apabila dibutuhkan, kami juga sudah siapkan sejumlah peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

 

Bantuan ke Nagekeo Terhambat

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan terputusnya akses menuju Nagekeo diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Kepala Balai Jalan.

“Ada beberapa titik jalan yang terputus menuju arah Nagekeo. Jalur ke Ende-Nagekeo juga putus. Begitu juga Ende ke Maumere juga putus,” kata Melki.

Terputusnya sejumlah ruas jalan tersebut membuat mobilisasi bantuan menuju Nagekeo menjadi lebih sulit. Meski demikian, pemerintah tetap mengupayakan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

Melki mengatakan pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dilakukan secepat mungkin.

“Kita sudah mengirim bantuan ke Nagekeo,” ujarnya.

Melki bersama jajaran terkait juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi di sejumlah wilayah terdampak gempa, termasuk Nagekeo dan Maumere.