Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran BSU dari Kemnaker

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BSU dari Kemnaker yang beredar di media sosial.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Juni 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan BSU kepada 2.450.068 pekerja mulai Selasa . Ini sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional.

Jumlah ini merupakan bagian dari 3.697.836 penerima tahap pertama, dan sisanya masih dalam proses penyaluran.

Cek sekarang link 👇👇"

Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:

"Syarat Penerima:

WNI & Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Gaji di Bawah Batas Tertentu

Bukan PNS/TNI/Polri

CEK STATUS ANDA

Verifikasi Data

Penyaluran Dana

Monitoring & Evaluasi

Sebar Informasi

Bagikan info ini kepada teman dan saudara agar bermanfaat bagi semua

BERITA TERKINI

CEK REKENINGMU !!!

BANTUAN SUBSIDI UPAH

(BSU) Rp. 600.000 sudah cair untuk 2,45 juta pekerja"

Unggahan disertai link daftar. Jika link tersebut akan mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran BSU dari Kemnaker? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BSU dari Kemnaker. Penelusuran mengarah pada keterangan resmi dari website Kemnaker berjudul "Kemnaker Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks tentang BSU 2026" yang tayang pada 7 Januari 2026.

Dalam artikel ini, Kemnaker mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, terutama yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi informasi BSU yang beredar di luar kanal resmi pemerintah.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri. Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Faried melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (7/1/2026).

Sebagai informasi, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Faried menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.

 

Sumber:

https://kemnaker.go.id/news/detail/kemnaker-imbau-masyarakat-waspadai-informasi-hoaks-tentang-bsu-2026

https://www.instagram.com/reel/DTmx7wak9wE/

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BSU dari Kemnaker yang beredar di Facebook, tidak benar.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.