Jakarta Running Festival 2026 di Depan Mata, Romi Falindo Siap Taklukkan Marathon Perdana

Jakarta Running Festival 2026 akan berlangsung akhir pekan ini di sejumlah ruas jalan protokol ibukota.

OlehThomas
Diterbitkan 19 Oktober 2026, 16:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ajang myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Romi Falindo. Pelari berusia 34 tahun asal Depok, Jawa Barat, tersebut bersiap menaklukkan jarak 42,195 kilometer untuk pertama kalinya dalam kategori HYDROPLUS Marathon yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026.

Bagi Romi, mengikuti marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu. Setelah tiga tahun menekuni olahraga lari, mulai dari kategori 5K, 10K hingga Half Marathon, ia kini ingin menguji ketahanan fisik sekaligus mentalnya di salah satu ajang lari bergengsi di Indonesia tersebut.

Bersama rekan-rekannya di komunitas Topscore Running, Romi menjalani persiapan intensif demi menghadapi tantangan marathon pertamanya. Ia mengaku olahraga lari telah membawa perubahan positif dalam kehidupannya, terutama dalam membangun kedisiplinan dan pola hidup sehat.

“Lari itu olahraga yang simpel, tapi dampaknya luar biasa mengubah pola hidup. Saya jadi terbiasa bangun pagi, tidur teratur, dan menjaga asupan tubuh. Yang paling berkesan, lari mengajarkan saya untuk tidak cepat puas dan selalu berani menantang diri sendiri,” kata Romi setelah menyelesaikan sesi latihan 5K bersama komunitasnya pada Sabtu (17/10/2026).

Romi menilai Jakarta Running Festival menjadi momentum yang tepat untuk menjalani marathon pertamanya. Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan kecepatan sebagai target utama.

“JRF adalah panggung yang pas untuk virgin marathon saya. Karena ini yang pertama, target utama saya bukan sekadar waktu cepat, melainkan finish dengan selamat dan bahagia di bawah batas cut-off time,” ujarnya.

Persiapan Matang dan Strategi Hidrasi Jadi Kunci

Menghadapi marathon dengan jarak 42,195 kilometer membutuhkan persiapan yang tidak sebentar. Romi menjalani program latihan terstruktur bersama komunitas Topscore Running, termasuk interval run, tempo run, hingga long run pada akhir pekan.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, Romi menyadari pentingnya menjaga asupan cairan dan elektrolit selama berlari. Menurutnya, manajemen hidrasi menjadi salah satu aspek penting untuk membantu mempertahankan performa, terutama ketika menempuh jarak jauh di tengah kondisi cuaca perkotaan.

“Saat lari jarak jauh, musuh utama pelari adalah kehilangan cairan tubuh dan elektrolit. Begitu elektrolit tubuh turun, fisik langsung drop dan rawan kram. Makanya, manajemen hidrasi itu vital banget,” tuturnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Prinsip saya, jangan menunggu haus baru minum. Saat race nanti, ikuti strategi hidrasi yang sudah kita siapkan dan manfaatkan isotonic stations agar cairan tubuh dan energi tetap stabil sampai garis finis,” lanjut Romi. Dalam persiapannya, Romi dan rekan-rekannya juga membiasakan diri mengonsumsi HYDROPLUS Isotonic Drink. Minuman isotonik tersebut menjadi bagian dari strategi hidrasi mereka menjelang perlombaan. Pasalnya produk yang mengandung tujuh elektrolit utama dan Vitamin B Kompleks itu akan hadir di seluruh isotonic stations untuk kategori 5K, 10K, Half Marathon, dan Full Marathon pada Jakarta Running Festival 2026. Romi mengaku menyukai karakter rasa produk tersebut yang dinilainya menyegarkan untuk menemani sesi latihan maupun lari jarak jauh. “Menurut saya karakter rasanya lebih segar dan pas di tenggorokan. Apalagi sekarang ada kandungan Vitamin B Kompleks-nya, jadi ideal untuk memenuhi kebutuhan cairan dan energi selama latihan dan long run,” katanya.

Halaman
Show All