Duri Argentina di Manchester United

Manchester United kerap memiliki masalah dengan pemain Argentina. Kasus Lisandro Martinez jadi contoh terbaru.

Diterbitkan 20 Oktober 2026, 08:29 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lisandro Martinez mengguncang Manchester United. Dia terang-terangan mengkritik manajemen klub.

Martinez melakukannya setelah Setan Merah dikalahkan Atletico Madrid 0-2 pada Matchday 2 Liga Champions 2026/2027 pekan lalu. Dia menilai petinggi Manchester United gagal membantu tim karena pasif di bursa transfer, dengan gagal mendatangkan amunisi anyar sesuai kebutuhan.

Pemain Argentina ini kemudian meminta maaf atas ucapannya. Manchester United juga sudah bertindak dan menjatuhkan sanksi pemotongan gaji. Masalah tersebut dianggap selesai.

Hal tersebut terlihat pada pertandingan Manchester United selanjutnya melawan Leeds United. Manajer Michael Carrick menurunkan Martinez sejak menit pertama.

Meski begitu, aksi Martinez sudah memicu spekulasi liar terhadap masa depannya. Peristiwa ini pun menambah panjang hubungan berliku Manchester United dengan pemain asal Negeri Tango.

 

Heinze dan Tevez Membelot

Sebelum Martinez, ada tujuh pemain Argentina yang membela Manchester United. Seluruhnya meninggalkan Old Trafford dengan rasa getir.

Pertanda bakal bergejolaknya relasi pemain Argentina dan Setan Merah sebenarnya sudah terlihat dari rekrutan pertama Juan Sebastian Veron. Diboyong dari Lazio pada 2001 dengan memecahkan rekor transfer Inggris saat itu, dia diharapkan menambah kualitas lini tengah MU yang sudah memiliki Roy Keane, Paul Scholes, hingga Nicky Butt.

Namun, Veron gagal memenuhi ekspektasi. Dia dilepas ke Chelsea dua tahun berselang.

Isyarat tersebut makin kuat dari dua nama berikutnya: Gabriel Heinze dan Carlos Tevez. Heinze terang-terangan ingin hengkang ke musuh bebuyutan Liverpool. Tevez juga menolak tawaran kontrak permanen setelah dipinjam dari West Ham United. Heinze akhirnya dijual ke Real Madrid dan Tevez menyeberang ke Manchester City.

 

Perpisahan Pahit Di Maria dan Garnacho

Angel Di Maria dan Marcos Rojo datang musim panas yang sama pada 2014. Nama pertama urung memenuhi ekspektasi dan berseteru dengan manajer saat itu Louis van Gaal. Dia ditendang ke Paris Saint-Germain setahun kemudian. Sementara Rojo menghabiskan tujuh musim di MU, tapi gagal menahbiskan status di tim utama.

Setali tiga uang, Sergio Romero juga urung meyakinkan karena menghabiskan mayoritas waktu sebagai pelapis David de Gea.

Dampak buruk pemain Argentina di Manchester United terbaru melibatkan Alejandro Garnacho. Besar di akademi klub, dia mencuat sebagai calon bintang masa depan dalam periode 2022-2025.

Namun, penampilan inkonsisten dan faktor kepribadian membuatnya ditendang dari skuad. Garnacho lalu dijual ke Chelsea tahun lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Calvin Verdonk Tatap Liga Champions, Misi Hentikan 4 Bintang Galatasaray